Selama bulan Ramadan, pertanyaan mengenai pelaksanaan doa qunut dalam salat berjamaah sering muncul, terutama bagi umat Islam yang menjalankan salat Tarawih. Penting untuk dipahami bahwa qunut yang lazim dilakukan dalam rangkaian salat malam di bulan Ramadan sebenarnya adalah qunut witir, bukan qunut dalam salat Tarawih itu sendiri.
Pengertian dan Hukum Qunut
Secara bahasa, qunut berarti doa. Secara istilah, qunut dibagi menjadi dua jenis utama, yakni qunut nazilah (doa saat menghadapi musibah) serta qunut Subuh dan qunut witir. Membaca doa qunut hukumnya sunah, dengan landasan dalil yang kuat dari hadis-hadis sahih, termasuk riwayat Anas bin Malik RA mengenai kebiasaan Rasulullah SAW membaca qunut.
Waktu Pelaksanaan Qunut Witir
Qunut dalam salat witir di bulan Ramadan umumnya dibaca pada rakaat terakhir. Berdasarkan riwayat dari Ubay bin Ka’b, praktik ini sering dilakukan pada separuh akhir bulan Ramadan, yakni dimulai sejak malam ke-16 atau setelah memasuki hari ke-15 Ramadan.
Hal ini didasarkan pada beberapa hadits berikut:
Arab : حَدَثَنَا أَحْمَدَ بْنِ مُحَمَّدُ بْنِ حَنْبَل تَنَا مُحَمَّدَ بْنِ بَكْرَ اخْبَرَنَا هِشَا مَ عَنْ مُحَمَّدِ عَنْ بَعْضٍ أَصْحَابِهِ أَنَّ أَبِي بْنِ كَعْبِ أُمُهُمْ يَعْنِي فِي شَهْرِ رَمَضَانَ وَكَانَ يَقْنَتُ فِي النصْفِ الْآخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
Artinya: “Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Muhammad bin Hanbal: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Bakr: Telah mengkhabarkan kepada kami Hisyam, dari Muhammad, dari sebagian sahabatnya: Bahwasannya Ubay bin Ka’b mengimami mereka pada bulan Ramadan, dan ia melakukan qunut pada pertengahan akhir bulan Ramadan.” (HR Abu Dawud)
Pelaksanaan qunut ini dilakukan saat iktidal (sebelum sujud) pada rakaat terakhir salat witir, meskipun terdapat pula riwayat yang menyebutkan qunut dapat dibaca sebelum rukuk.
Selain itu, terdapat pula riwayat lain:
Arab :
حَدَّثَنَا عَلِي بْنِ مَيْمُونَ الرَّقِي تَنَا مَخْلُدُ بْنُ يَزِيدَ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ زَيْدِ الْيَامِي عَنْ سَعِيدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبْرِيَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي بْنِ كَعْبٍ أَنَّ رَسُولُ اللَّهِ كَانَ يُوتِرُ فَيَقُنَتَ قَبْلَ رُكُوعِ
Artinya: “Telah menceritakan kepada kami ‘Ali bin Maimun Ar-Raqi: Telah menceritakan kepada kami Makhlud bin Yazid, dari Sufyan, dari Zaid Al-Yami, dari Sa’id bin ‘Abdurrahman bin Abza, dari ayahnya, dari Ubay bin Ka’b: Bahwasannya Rasulullah SAW salat witir lalu qunut sebelum rukuk.” (HR Ibnu Majah)
Bacaan Doa Qunut
Teks doa qunut yang diajarkan oleh Nabi SAW, yang meliputi permohonan petunjuk, perlindungan, pertolongan, keberkahan, serta perlindungan dari segala kejahatan.
Arab :
اللَّهُمَّ اهْدِنَا فِيمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنَا فِيمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنا فيمَن توليت، وبارك لي فيما أعطيتَ، وَقِنَا شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تقضي ولا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لا يَذِلُّ مَن والَيْتَ، وَلا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ، فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قضيت، تسْتَغْفِرُك ونتوب إليك. (رواه النسائ ۱۷۲٥ ، وأبو داود ۱۲۱٤ ، والترميذي ٤٢٦ ، وأحمد والدارمي ١٥٤٥ بسند الصحيح، ١٦٢٥
Latin:
Allāhumma ihdinā fīman hadayta, wa ‘āfinā fīman ‘āfayta, wa tawallanā fīman tawallayta, wa bārik lanā fīmā a’ṭayta, wa qinā syarra mā qaḍayta, fa innaka taqḍī wa lā yuqḍā ‘alayka, wa innahu lā yadzillu man wālayta, wa lā ya’izzu man ‘ādayta, tabārakta rabbanā wa ta’ālayta, fa laka al-ḥamdu ‘alā mā qaḍayta, astaghfiruka wa natūbu ilayka.
Artinya: “Ya Allah, berikanlah kami petunjuk seperti orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah kami perlindungan seperti orang-orang yang telah Engkau beri perlindungan. Berilah kami pertolongan sebagaimana orang-orang yang telah Engkau beri pertolongan. Berilah berkah pada segala yang telah Engkau berikan kepada kami. Jauhkanlah kami dari segala kejahatan yang telah Engkau pastikan. Sesungguhnya Engkau adalah Dzat yang Maha menentukan dan Engkau tidak dapat ditentukan. Tidak akan hina orang yang Engkau lindungi. Dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi. Engkau Maha Suci dan Maha luhur. Segala puji bagi-Mu dan atas segala yang Engkau pastikan. Kami memohon ampun dan bertobat kepada-Mu.” (HR An-Nasa’i, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ahmad, dan Al-Darimi dengan sanad yang shahih)
Doa ini diriwayatkan oleh perawi hadis ternama seperti An-Nasa’i, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ahmad, dan Al-Darimi dengan sanad yang dinilai sahih.
Kesimpulan
Doa qunut witir disunahkan pada separuh akhir bulan Ramadan, umat dapat meningkatkan kualitas ibadah malam mereka di bulan suci dengan lebih terarah dan khusyuk.
Sumber
https://www.detik.com/hikmah/doa-dan-hadits/d-8380611/doa-qunut-tarawih-witir-ramadan-kapan-dibaca



