Kapan datangnya Lailatul Qadar? Pertanyaan ini kerap muncul setiap memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan. Malam yang lebih baik dari seribu bulan ini memang tidak disebutkan secara pasti waktunya oleh Rasulullah SAW.
Lailatul Qadar pada dasarnya adalah malam seperti malam-malam lainnya, dimulai sejak terbenamnya matahari (ghurub) hingga terbit fajar.
Namun, pada malam istimewa ini Allah SWT memerintahkan para malaikat untuk turun ke bumi menyaksikan hamba-hamba-Nya yang beribadah dan berlomba dalam kebaikan.
Para ulama menjelaskan bahwa dirahasiakannya waktu pasti Lailatul Qadar memiliki hikmah besar, yakni agar umat Islam bersungguh-sungguh meningkatkan ibadah di penghujung Ramadan.
Hadis Tentang Datangnya Lailatul Qadar
Dilansir dari umsida.ac.id, berikut tiga hadits yang menjelaskan waktu datangnya Lailatul Qadar.
1. Lailatul Qadar Terjadi di Sepuluh Malam Terakhir
Dalam hadits riwayat Ahmad dan Muslim, sahabat Anas bin Malik meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Lailatul Qadar turun pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan. Barangsiapa bangun pada malam itu karena iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Ahmad dan Muslim)
Hadits ini menegaskan bahwa waktu Lailatul Qadar berada di rentang sepuluh hari terakhir Ramadan, tanpa menyebutkan tanggal tertentu.
2. Dianjurkan Mencarinya di Malam Ganjil
Hadits lain dari Aisyah yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim menyebutkan:
“Carilah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Artinya, umat Islam dianjurkan untuk lebih fokus pada malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29 Ramadan sebagai waktu yang berpeluang besar terjadinya Lailatul Qadar.
3. Petunjuk Tujuh Malam Terakhir Ramadan
Dalam riwayat lainnya, Abdullah bin Umar menyampaikan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Aku melihat mimpi kalian bertepatan pada tujuh malam terakhir. Maka siapa yang ingin mencarinya, carilah pada tujuh malam terakhir.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menunjukkan bahwa peluang Lailatul Qadar juga sangat kuat terjadi pada tujuh malam terakhir Ramadan, terutama malam ke-27 atau 29.
Hikmah Dirahasiakannya Waktu Lailatul Qadar
Dari ketiga hadits tersebut, jelas bahwa Rasulullah SAW tidak menyebutkan secara pasti tanggal Lailatul Qadar. Hal ini mengandung hikmah agar umat Islam tidak hanya beribadah pada satu malam tertentu saja.
Sebaliknya, umat Islam didorong untuk menghidupkan seluruh sepuluh malam terakhir Ramadan dengan shalat malam (qiyamul lail), membaca Al-Qur’an, berzikir, dan memperbanyak doa.
Semakin sungguh-sungguh seseorang meningkatkan kualitas ibadahnya di akhir Ramadan, semakin besar peluang meraih derajat takwa dan mendapatkan keutamaan Lailatul Qadar.
Kesimpulan
Lailatul Qadar memang tidak disebutkan secara pasti tanggal kejadiannya. Namun, berdasarkan tiga hadits Rasulullah SAW, malam penuh kemuliaan ini berada di sepuluh malam terakhir Ramadan, khususnya pada malam-malam ganjil, bahkan lebih ditekankan lagi pada tujuh malam terakhir.
Hikmah dirahasiakannya waktu Lailatul Qadar adalah agar umat Islam tidak hanya fokus pada satu malam saja, melainkan bersungguh-sungguh menghidupkan seluruh penghujung Ramadan dengan ibadah, doa, dan amal kebaikan.
Dengan meningkatkan kualitas ibadah di sepuluh malam terakhir, peluang untuk meraih keberkahan dan ampunan di malam Lailatul Qadar pun semakin besar.
Sumber : Umsida.ac.id




