Kapan CPNS 2025 Dibuka? Ini Bocoran Jadwal dan Persiapannya
Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2025 menjadi topik yang kembali menarik perhatian publik,
khususnya para pencari kerja yang bercita-cita menjadi bagian dari Aparatur Sipil Negara (ASN).
Setelah sebelumnya pemerintah mengumumkan adanya penundaan sementara dalam pelaksanaan rekrutmen CPNS 2025,
kini mulai muncul sejumlah bocoran dan sinyal positif terkait rencana jadwal pembukaannya.
Berdasarkan informasi yang beredar dan beberapa pernyataan dari pejabat Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
(KemenPAN-RB), pemerintah saat ini tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap formasi dan kebutuhan tenaga kerja di berbagai instansi pusat maupun daerah. Evaluasi ini dilakukan agar proses rekrutmen CPNS benar-benar selaras dengan kebutuhan organisasi, efisiensi birokrasi,
serta arah kebijakan pembangunan nasional ke depan.
Meski belum ada tanggal pasti, sinyal pembukaan seleksi CPNS 2025 diperkirakan akan mulai terlihat pada kuartal akhir tahun ini,
yakni sekitar bulan Oktober hingga Desember 2025. Hal ini disebabkan pemerintah masih fokus menyelesaikan penataan sistem seleksi,
termasuk pemanfaatan teknologi digital untuk menjamin proses seleksi yang transparan, adil, dan bebas dari praktik curang.
Bagi masyarakat yang berminat mendaftar CPNS tahun ini, penting untuk mulai mempersiapkan diri sejak dini.
Persiapan yang dapat dilakukan meliputi pengecekan dan validasi data kependudukan (NIK dan KK),
penyusunan dokumen administratif seperti ijazah, transkrip nilai, SKCK, surat keterangan sehat, serta sertifikasi pendukung lainnya.
Selain itu, pemahaman terhadap kisi-kisi Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) juga menjadi hal penting agar peserta bisa lebih siap menghadapi seluruh tahapan ujian.
Tak kalah penting, calon pelamar diimbau untuk selalu mengikuti informasi resmi hanya dari situs pemerintah seperti https://sscasn.bkn.go.id dan https://menpan.go.id.
Dengan demikian, pelamar tidak mudah terpengaruh oleh hoaks atau kabar tidak valid yang banyak beredar di media sosial.



