Kabar baik bagi masyarakat penerima bantuan sosial. Menjelang Ramadan 2026, pemerintah memastikan penyaluran bansos PKH dan BPNT triwulan pertama periode Januari–Maret telah mencapai lebih dari 85 persen. Program ini digulirkan untuk membantu menjaga daya beli masyarakat di tengah meningkatnya kebutuhan pokok selama bulan puasa. Berdasarkan data resmi per 23 Februari 2026, total anggaran yang telah tersalurkan mencapai lebih dari Rp15 triliun. Dana bantuan dikirim langsung ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) melalui bank Himbara seperti Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia, Bank Mandiri, serta Bank Syariah Indonesia.
Realisasi PKH dan BPNT Hampir Rampung
Untuk Program Keluarga Harapan (PKH), realisasi penyaluran telah menjangkau sekitar 8,9 juta keluarga dari target 10 juta keluarga atau setara 89,4 persen. Nilai bantuan yang telah dicairkan mencapai lebih dari Rp6 triliun. Sementara itu, bantuan sembako atau BPNT sudah diterima oleh 16,7 juta keluarga dari target 18,25 juta keluarga, atau sekitar 91,58 persen, dengan total penyaluran lebih dari Rp10 triliun. Artinya, sebagian besar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) telah menerima saldo bantuan di rekening masing-masing. Pemerintah mengimbau agar dana bansos digunakan secara bijak untuk kebutuhan pokok seperti bahan makanan, pendidikan, dan kesehatan selama Ramadan.
3 Juta Penerima Baru Masih Proses Administrasi
Masih terdapat sekitar 3 juta penerima baru hasil pembaruan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Rinciannya, 1 juta calon penerima PKH dan 2 juta penerima bantuan sembako. Sebagian dari mereka belum memiliki rekening bank maupun KKS, sehingga harus melalui tahapan pembukaan rekening kolektif serta distribusi kartu. Proses ini diperkirakan memakan waktu satu hingga dua bulan. Pemerintah menargetkan seluruh penyaluran triwulan pertama selesai sebelum akhir Maret 2026.
Bantuan Pangan Ramadan: Beras dan Minyak Goreng
Selain bansos reguler, pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan tambahan selama Ramadan. Penugasan diberikan kepada Perum Bulog untuk mendistribusikan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) kepada sekitar 33,2 juta KPM. Setiap penerima akan memperoleh beras 10 kilogram dan minyak goreng 2 liter per bulan untuk alokasi Februari dan Maret 2026. Apabila dibagikan sekaligus, maka total yang diterima mencapai 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng. Distribusi dilakukan langsung oleh Bulog tanpa perantara guna menjaga ketepatan sasaran. Pemerintah memastikan stok beras nasional dalam kondisi aman hingga Lebaran.
Cara Cek Status Penerima Bansos 2026
Masyarakat dapat mengecek status penerima melalui aplikasi Cek Bansos dari Kementerian Sosial atau mengakses situs resmi cekbansos.kemensos.go.id. Cukup memasukkan NIK, nama lengkap, dan wilayah sesuai KTP untuk mengetahui status bantuan. Pemerintah juga mengingatkan agar masyarakat hanya mempercayai informasi resmi guna menghindari hoaks terkait bansos Ramadan 2026.
Kesimpulan
Penyaluran bansos PKH dan BPNT Ramadan 2026 telah mencapai lebih dari 85 persen dengan total anggaran lebih dari Rp15 triliun. Mayoritas KPM sudah menerima bantuan, sementara penerima baru masih dalam tahap administrasi. Ditambah dengan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng, pemerintah berharap kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri tetap terpenuhi dan daya beli tetap terjaga.
Sumber
https://radartulungagung.jawapos.com/nasional/767245860/bansos-pkh-bpnt-ramadan-2026-cair-besar-besaran-85-persen-sudah-masuk-rekening-beras-20-kg-dan-minyak-4-liter-segera-disalurkan?page=2




