Ramadan 1447 Hijriah menjadi momen umat Islam menahan lapar dan haus sejak imsak hingga azan Magrib. Setelah sekitar 13 jam tanpa asupan makanan dan minuman, tubuh membutuhkan nutrisi yang tepat untuk mengembalikan energi.
Namun, tidak semua jenis makanan aman langsung dikonsumsi saat berbuka puasa.
Kondisi lambung yang kosong cukup lama membuat sistem pencernaan menjadi lebih sensitif. Karena itu, pemilihan menu berbuka harus dilakukan dengan bijak agar tidak memicu gangguan seperti perut kembung, mual, hingga naiknya asam lambung.
Ahli gizi dari Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Toto Sudargo, menekankan pentingnya memilih makanan yang ramah bagi pencernaan. Menurutnya, berbuka sebaiknya diawali dengan makanan ringan dan mudah dicerna agar lambung tidak “terkejut” setelah beristirahat panjang.
7 Makanan dan Minuman Yang Harus di Hindarkan
Berikut tujuh jenis makanan dan minuman yang sebaiknya tidak dikonsumsi saat berbuka puasa:
- Makanan dan Minuman Mengandung Gas
Beberapa bahan pangan seperti nangka, kubis, brokoli, kembang kol, dan jamur dapat memicu produksi gas berlebih di perut. Begitu pula minuman bersoda yang bisa menyebabkan perut terasa penuh dan tidak nyaman. - Makanan Pedas
Hidangan bercita rasa pedas memang menggugah selera, tetapi saat perut kosong, makanan ini berpotensi mengiritasi dinding lambung dan menimbulkan sensasi terbakar. - Makanan Asam
Buah atau makanan bercita rasa asam seperti jeruk, mangga muda, acar, hingga yogurt dapat merangsang peningkatan asam lambung. Konsumsi saat perut kosong berisiko menimbulkan rasa nyeri atau perih. - Makanan Tinggi Gula
Takjil manis memang identik dengan Ramadan. Namun, makanan tinggi gula seperti kue atau minuman sangat manis bisa menyebabkan lonjakan gula darah secara tiba-tiba. Dampaknya, tubuh justru terasa lemas setelahnya. - Makanan Berlemak Tinggi
Gorengan dan makanan berminyak membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna. Selain membebani sistem pencernaan, konsumsi berlebihan juga dapat meningkatkan kadar kolesterol. - Kopi dan Minuman Berkafein
Kafein dapat memengaruhi nafsu makan dan membuat perut terasa tidak nyaman. Minuman ini juga kurang ideal dikonsumsi saat tubuh sedang membutuhkan asupan nutrisi optimal. - Teh
Teh memiliki sifat diuretik yang dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil. Padahal, setelah berpuasa seharian, tubuh memerlukan cairan yang efektif untuk rehidrasi. Air putih tetap menjadi pilihan terbaik untuk menggantikan cairan tubuh.
Tips Sehat Berbuka Puasa
Agar tubuh kembali bertenaga tanpa mengganggu pencernaan, berbukalah dengan air putih, kurma, atau makanan berkuah hangat seperti sup. Hindari makan berlebihan dan beri jeda sebelum menyantap hidangan utama.
Kesimpulan
Dengan memilih menu berbuka yang tepat, kesehatan lambung tetap terjaga dan ibadah malam seperti salat tarawih dapat dijalankan dengan lebih nyaman. Ramadan pun bisa dilalui dengan tubuh yang tetap bugar dan penuh energi.
Sumber
https://aceh.tribunnews.com/kesehatan/1012850/8-manfaat-puasa-untuk-kesehatan-dari-jantung-hingga-mental?page=4




