Jadwal Simulasi TKA SMA 2025: Persiapan Wajib Siswa Sebelum Tes
Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SMA/MA dan sederajat akan segera dilaksanakan pada tahun 2025. Sebelum ujian utama berlangsung, pemerintah menyiapkan jadwal simulasi TKA SMA sebagai langkah persiapan wajib bagi siswa agar lebih terbiasa dengan sistem ujian berbasis komputer.
Kapan Jadwal Simulasi TKA SMA 2025?
Simulasi TKA SMA dijadwalkan berlangsung pada 6–9 Oktober 2025. Agenda ini merupakan bagian dari tahapan pelaksanaan TKA nasional yang dimulai sejak pendaftaran peserta pada Agustus hingga ujian utama pada November.
Rangkaian jadwal lengkapnya sebagai berikut:
- 24 Agustus – 5 Oktober 2025: Pendaftaran calon peserta TKA
- 3 – 5 Oktober 2025: Sinkronisasi simulasi TKA
- 6 – 9 Oktober 2025: Simulasi TKA SMA/MA dan SMK/sederajat
- 24 – 26 Oktober 2025: Sinkronisasi gladi bersih
- 27 – 30 Oktober 2025: Gladi bersih
- 31 Oktober – 2 November 2025: Sinkronisasi pelaksanaan TKA
- 3 – 6 November 2025: Pelaksanaan TKA utama
- 14 – 16 November 2025: Sinkronisasi susulan
- 17 – 20 November 2025: Pelaksanaan TKA susulan
- 22 – 23 November 2025: TKA susulan Paket C atau jenjang nonformal
Kegiatan simulasi ini penting untuk memastikan peserta memahami alur ujian, mengecek kesiapan sistem, sekaligus mengurangi potensi kendala teknis.
Cara Mengikuti Simulasi TKA
Untuk mengikuti simulasi, siswa SMA dapat mengakses laman resmi pusmendik.kemdikbud.go.id/tka/simulasi_tka.
Setelah login dengan data yang telah diberikan, siswa bisa memilih jenjang, mata pelajaran wajib atau pilihan, lalu memulai simulasi.
Tahapan pengerjaan meliputi konfirmasi identitas, pengecekan jadwal, dan pelaksanaan soal. Setelah selesai, peserta menekan tombol “Selesai Tes” untuk mengakhiri sesi.
Pentingnya Mengikuti Simulasi
Mengikuti jadwal simulasi TKA SMA merupakan kesempatan penting bagi siswa untuk berlatih. Selain membiasakan diri dengan sistem ujian online, simulasi juga membantu mengasah kesiapan mental dan teknis sebelum menghadapi TKA sebenarnya pada awal November 2025.
Dengan persiapan yang matang melalui simulasi, siswa diharapkan lebih percaya diri, memahami mekanisme ujian, serta dapat menghindari kesalahan teknis yang bisa memengaruhi hasil ujian utama.



