Menyambut bulan suci Ramadan 1447 H yang jatuh pada tahun 2026, persiapan fisik dan pemahaman mengenai waktu ibadah menjadi kunci utama bagi umat Muslim. Salah satu aspek krusial adalah ibadah sahur. Sahur bukan sekadar aktivitas makan dan minum di dini hari, melainkan sunah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW karena di dalamnya terdapat keberkahan. Pengaturan waktu sahur yang tepat tidak hanya berdampak pada nilai pahala, tetapi juga pada kesiapan metabolisme tubuh dalam menghadapi puasa selama belasan jam.
Waktu Terbaik Untuk Sahur dan Mengakhiri Makan
Berdasarkan tuntunan syariat, waktu terbaik untuk melaksanakan sahur adalah dengan mengakhirkannya atau dilakukan mendekati waktu fajar (Subuh). Mengakhirkan sahur merupakan salah satu sunah yang memberikan manfaat bagi kesehatan, karena dapat meminimalkan durasi perut kosong selama berpuasa. Dengan makan mendekati waktu Subuh, cadangan energi dalam tubuh tetap terjaga lebih lama dibandingkan jika sahur dilakukan terlalu dini atau tengah malam. Hal ini sangat membantu para pekerja dan pelajar agar tetap produktif meski sedang menjalankan ibadah puasa.
Memahami Batas Akhir Antara Imsak dan Subuh
Salah satu poin penting yang dibahas adalah mengenai batas akhir makan dan minum. Di Indonesia, dikenal istilah “Waktu Imsak” yang biasanya ditetapkan 10 menit sebelum azan subuh berkumandang. Imsak berfungsi sebagai alarm atau lampu kuning agar umat muslim segera menyelesaikan aktivitas makan, membersihkan sisa makanan di mulut, dan bersiap untuk menjalankan ibadah. Namun, secara hukum fikih, batas akhir makan yang sesungguhnya adalah saat terbitnya fajar sodik yang ditandai dengan berkumandangnya azan Subuh. Meskipun begitu, berhenti makan saat imsak sangat disarankan untuk menghindari keraguan (syubhat) agar ibadah puasa tidak batal karena masih mengunyah saat azan sudah mulai terdengar.
Persiapan Nutrisi dan Hidrasi
Selain memperhatikan jadwal waktu, artikel ini juga menyoroti pentingnya kualitas asupan saat sahur. Mengingat cuaca dan kondisi fisik yang mungkin berbeda pada tahun 2026, masyarakat dihimbau untuk mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya akan serat dan protein agar rasa kenyang bertahan lebih lama. Hidrasi yang cukup juga sangat ditekankan seperti minum air putih dengan pola yang tepat saat sahur dapat mencegah dehidrasi selama siang hari.
Kesimpulan
Memperhatikan jadwal waktu terbaik dan batas akhir sahur ini dapat membatu kita dalam menjalankan puasa Ramadan 1447 H dengan lebih maksimal, sehat, dan sesuai dengan tuntunan agama.
Sumber
https://www.radarcirebon.tv/2026/02/18/jadwal-sahur-ramadan-2026-ini-waktu-terbaik-dan-batas-akhir-makan-sebelum-subuh/




