Jadwal Imsakiyah Surabaya untuk hari ini, Kamis, 26 Februari 2026 telah dirilis. Imsak untuk Surabaya adalah pada pukul 04.08 WIB.
Memasuki hari ke delapan bulan suci Ramadhan 1447 H, Umat Islam di Surabaya masih terus semangat untuk melakukan ibadah puasa selama sebulan penuh. Hal ini merupakan bentuk ketaqwaan kepada Allah SWT.
Imsak Bukan Akhir Sahur
Jangan salah informasi, Imsak bukanlah penanda bahwa sahur telah berakhir dan puasa dimulai. Imsak adalah penanda dan pengingat bahwa adzan subuh akan memasuki waktu 10 menit lagi.
Awal puasa dimulai pada azan subuh dan diakhiri dengan azan magrib.
Jadwal Imsakiyah Wilayah Surabaya Hari Ini Kamis, 26 Februari 2026
Imsak: 04.08 WIB
Subuh: 04.18 WIB
Terbit: 05.31 WIB
Zuhur: 11:46 WIB
Asar: 14.49 WIB
Magrib (Buka Puasa): 17.53 WIB
Tabel Jadwal Imsakiyah Surabaya
| Waktu Sholat | Jam (WIB) |
|---|---|
| Imsak | 04:08 |
| Subuh | 04:18 |
| Terbit | 05:31 |
| Zuhur | 11:46 |
| Asar | 14:49 |
| Magrib (Buka Puasa) | 17:53 |
Dengan mengetahui jadwal secara lengkap, masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas di sore hari sekaligus menyiapkan hidangan berbuka lebih awal.
Ketepatan mengikuti waktu yang telah ditetapkan sangat dianjurkan agar ibadah puasa tetap sah dan berlangsung dengan tertib..
Sebagai informasi tambahan, jadwal Imsakiyah Ramadhan 1447 H diterbitkan secara resmi oleh Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam.
Lafaz Niat Puasa Ramadhan dan Artinya
Berikut ini adalah lafaz niat puasa Ramadhan yang umum dipakai dan mudah dihafal seperti dilansir dari islami.medanaktual.com
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i fardhi syahri Ramadhāna hâdzihis sanati lillāhi ta‘ālā.
Artinya:
“Saya niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala.”
Lafaz ini sering dipakai oleh umat Islam karena mencakup niat harian sebagai bagian dari rutinitas ibadah di bulan Ramadhan.
Waktu dan Tata Cara Berniat Puasa
Niat puasa Ramadhan dianjurkan dilakukan setiap malam sebelum waktu Subuh (fajar). Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan sumber-sumber keagamaan menyatakan bahwa niat memiliki waktu yang jelas: setelah terbenam matahari (Maghrib) hingga sebelum terbit fajar. Jika niat tidak dibuat sampai waktu Subuh, sebagian ulama menyatakan bahwa puasa hari itu tidak sah dan harus diganti (qadha) di lain waktu.
Beberapa ulama juga menekankan bahwa niat dalam puasa terletak di dalam hati. Melafalkannya secara lisan adalah bentuk sunnah yang dapat membantu menegaskan tujuan ibadah.




