Sahur merupakan momen yang memiliki banyak keberkahan bagi setiap umat muslim. Selain untuk persiapan agar kuat berpuasa, sahur juga adalah sunah nabi yang sangat dianjurkan. Waktu sahur idealnya adalah 30 menit sebelum azan subuh.
Imsak merupakan pengingat agar sahur segera dihentikan dan bersiap untuk melaksanakan sholat subuh, waktu imsak adalah 10 menit sebelum azan subuh berkumandang.
Bagi masyarakat Medan dan sekitarnya, jadwal imsak berperan sebagai pengingat agar lebih berhati-hati dan siap menjalankan ibadah puasa sesuai tuntunan.
| Jumat, 13 Februari 2026 | 05:13 | 05:23 | 12:43 | 16:03 | 18:43 | 19:53 |
Jadwal Imsakiyah Medan Jumat, 27 Februari 2026
Berikut jadwal imsakiyah dan waktu sholat untuk wilayah Medan dan sekitarnya hari ini melansir laman Republika:
- Imsak: 05.13 WIB
- Subuh: 05.23 WIB
- Zuhur: 12.43 WIB
- Asar: 16.03 WIB
- Maghrib: 18.43 WIB
- Isya: 19.53 WIB
Waktu imsak pukul 05.13 WIB menjadi batas pengingat agar umat Islam menghentikan sahur dan mempersiapkan diri menjelang azan Subuh.
Keutamaan Sahur dan Menjaga Waktu Imsak
Sahur memiliki nilai keutamaan yang besar. Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Makan sahurlah kalian karena dalam sahur terdapat keberkahan.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis tersebut menegaskan bahwa sahur bukan hanya rutinitas, tetapi bagian dari ibadah yang mendatangkan kebaikan. Dengan memperhatikan waktu imsak, puasa dapat dijalankan dengan lebih tertib dan tenang.
Usai menunaikan sholat Subuh, umat Islam dianjurkan mengisi pagi dengan kegiatan positif, seperti membaca Alquran atau berdzikir. Kini, aktivitas tersebut semakin mudah dilakukan dengan bantuan layanan digital yang disediakan oleh Republika, yang menghadirkan panduan ibadah dan Alquran digital.
Niat Puasa Ramadhan
Niat merupakan salah satu syarat sah dalam menjalankan ibadah puasa. Tanpa niat, puasa yang dilakukan bisa dianggap tidak sah. Niat puasa dapat dilakukan di dalam hati maupun diucapkan secara lisan. Mengacu pada Majelis Ulama Indonesia, berikut bacaan niat puasa Ramadhan:
نَوَيْتُ اَنْ اَصُومَ غَدًا مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذَا الْسَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghodin min syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari di bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala.”
Meskipun membaca lafaz niat dianjurkan, hal terpenting adalah adanya niat di dalam hati.
Ulama Muhammad Al-Hishni menjelaskan: “Puasa tidaklah sah kecuali dengan niat karena ada hadits yang mengharuskan hal ini. Letak niat adalah di dalam hati dan tidak disyaratkan dilafadzkan.” (Kifayah Al-Akhyar, hlm. 248).
Waktu dan Cara Membaca Niat Puasa Ramadhan
Para ulama sepakat bahwa niat merupakan syarat sah puasa. Artinya, seseorang harus menetapkan dalam hati bahwa ia akan berpuasa untuk menjalankan perintah Allah.
Terkait waktu niat, mayoritas ulama dari Mazhab Syafi’i dan Hanafi berpendapat bahwa niat puasa Ramadhan dilakukan setiap malam, mulai dari setelah Maghrib hingga sebelum terbit fajar. Hal ini karena setiap hari puasa dianggap sebagai ibadah yang berdiri sendiri.
Sementara itu, Mazhab Maliki membolehkan niat dilakukan sekali pada malam pertama Ramadhan untuk mencakup puasa sebulan penuh, selama tidak ada hal yang memutus rangkaian puasa.
Sumber Referensi
https://khazanah.republika.co.id/berita/tb30wa95285063/jadwal-imsakiyah-hari-ini-27-februari-2026-kota-jakarta-dan-semangat-beribadah-pagi




