Umat Muslim di Jakarta Timur memasuki hari kedelapan ibadah puasa Ramadhan 1447 Hijriah pada Kamis, 26 Februari 2026. Momentum ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk semakin disiplin mengikuti jadwal imsakiyah agar pelaksanaan sahur, puasa, dan shalat berjalan tepat waktu sesuai tuntunan syariat.
Mematuhi jadwal imsakiyah bukan hanya soal mengetahui waktu berhenti makan, tetapi juga membantu menjaga keteraturan aktivitas harian selama Ramadhan.
Dengan manajemen waktu yang baik, umat Islam dapat menjalankan ibadah secara optimal tanpa mengabaikan kesehatan dan produktivitas.
Pentingnya Jadwal Imsakiyah bagi Umat Muslim
Setiap wilayah memiliki perbedaan waktu fajar, matahari terbit, hingga magrib. Karena itu, jadwal imsakiyah disusun secara khusus berdasarkan perhitungan astronomi di masing-masing daerah, termasuk wilayah Jakarta Timur dan sekitarnya.
Jadwal ini menjadi pedoman utama untuk:
- Menentukan batas akhir sahur sebelum masuk waktu Subuh.
- Mengetahui waktu shalat lima waktu secara akurat.
- Menetapkan waktu berbuka puasa sesuai syariat Islam.
- Membantu umat Islam mengatur pola istirahat dan aktivitas selama Ramadhan.
Dengan mengikuti jadwal resmi, ibadah puasa dapat dilaksanakan dengan lebih tertib dan terhindar dari keraguan dalam menentukan waktu.
Rujukan Resmi dari Kementerian Agama
Informasi jadwal imsakiyah merujuk pada data yang diterbitkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam.
Data tersebut disusun menggunakan metode hisab dan rukyat yang telah menjadi standar nasional dalam penentuan waktu ibadah.
Keberadaan jadwal resmi ini memudahkan masyarakat untuk memiliki acuan yang seragam dan dapat dipercaya.
Baca Juga : Niat Puasa Ramadhan dan Doa Sahur yang Dianjurkan Rasulullah SAW
Jadwal Imsak dan Waktu Shalat Jakarta Timur
8 Ramadhan 1447 H / Kamis, 26 Februari 2026
- Imsak Waktu akhir makan Sahur : 04.32 WIB
- Subuh: 04.42 WIB
- Terbit: 05.55 WIB
- Duha: 06.23 WIB
- Zuhur: 12.09 WIB
- Ashar: 15.15 WIB
- Magrib (Buka Puasa): 18.16 WIB
- Isya: 19.25 WIB
Jadwal ini menjadi panduan harian bagi umat Muslim dalam menjalankan rangkaian ibadah sejak sahur hingga shalat malam.
Penetapan Awal Ramadhan 1447 H
Pemerintah menetapkan awal puasa melalui Sidang Isbat yang dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar. Penetapan tersebut dilakukan setelah hasil pemantauan hilal dinyatakan belum terlihat dan belum memenuhi kriteria visibilitas yang ditetapkan oleh MABIMS.
Sidang Isbat merupakan mekanisme resmi pemerintah untuk memastikan awal bulan hijriah ditentukan secara ilmiah sekaligus sesuai dengan kaidah fikih.
Baca Juga : Sejarah Shalat Tarawih: Asal Usul, Dalil, dan Keutamaannya di Bulan Ramadhan
Perbedaan Awal Puasa dengan Muhammadiyah
Pada Ramadhan tahun ini, awal puasa di Indonesia tidak berlangsung serentak. Muhammadiyah telah lebih dahulu menetapkan 1 Ramadhan jatuh pada 18 Februari 2026 berdasarkan metode hisab, sementara pemerintah menggunakan metode rukyat yang dikombinasikan dengan perhitungan astronomi.
Perbedaan ini merupakan hal yang biasa dalam praktik keagamaan dan umat Islam diimbau untuk tetap menjaga toleransi serta saling menghormati agar suasana Ramadhan tetap harmonis.
Menjaga Kualitas Ibadah dengan Disiplin Waktu
Mengikuti jadwal imsakiyah membantu umat Islam menjalani Ramadhan dengan lebih teratur. Selain memastikan ibadah tepat waktu, kedisiplinan ini juga berdampak pada kesehatan tubuh karena pola makan, istirahat, dan aktivitas menjadi lebih terkontrol.
Ramadhan bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih kesabaran, kedisiplinan, serta meningkatkan kualitas spiritual melalui ibadah yang terjadwal dengan baik.
Baca Juga : Tata Cara Shalat Tarawih 11 Rakaat (4-4-3) Lengkap dengan Niat dan Penjelasannya
Kesimpulan
Jadwal imsakiyah Ramadhan 2026 di Jakarta Timur menjadi pedoman penting agar umat Muslim dapat menjalankan sahur, puasa, dan shalat secara tepat waktu.
Dengan merujuk pada data resmi pemerintah, masyarakat diharapkan mampu menjaga ketertiban ibadah sekaligus memperkuat nilai kebersamaan di tengah perbedaan penentuan awal Ramadhan.
Disiplin mengikuti jadwal ini akan membantu memaksimalkan keberkahan bulan suci hingga akhir Ramadhan.
Sumber : Kompas.com




