Informasi Bansos 2026: Daftar & Cara Mengecek PKH, BPNT, PIP
Informasi Bansos 2026: Daftar & Cara Mengecek PKH, BPNT, PIP. Pemerintah telah mengumumkan kebijakan baru mengenai penyaluran bantuan sosial (bansos) untuk anggaran tahun 2026, yang menekankan pada akurasi target penerima.
Salah satu langkah utama yang diambil adalah memperketat kriteria calon penerima dengan memanfaatkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai sumber data resmi.
Dengan kebijakan ini, pemerintah berkomitmen untuk memastikan bahwa bantuan sosial hanya diterima oleh masyarakat yang benar-benar memerlukan, terutama kelompok yang berada di Desil 1 hingga Desil 5.
Pada tahun 2026, terdapat tiga program bansos utama yang diutamakan, yaitu Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), dan Program Indonesia Pintar (PIP).
Program Keluarga Harapan (PKH) 2026
PKH akan tetap menjadi fondasi dari bantuan sosial pemerintah karena ditujukan untuk berbagai kelompok yang rentan. Bantuan ini disalurkan berdasarkan komponen kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial.
Bagi komponen kesehatan, ibu hamil dan anak usia dini akan menerima dana sebesar Rp3 juta setiap tahun. Sementara itu, mereka yang berstatus lansia dan penyandang disabilitas akan mendapatkan bantuan sebesar Rp2,4 juta per tahun.
Di bidang pendidikan, PKH memberikan bantuan kepada siswa dari keluarga penerima dengan rincian Rp900.000 per tahun untuk siswa SD, Rp1,5 juta per tahun untuk siswa SMP, dan Rp2 juta per tahun untuk siswa SMA.
Selain kategori umum tersebut, terdapat kategori khusus bagi korban pelanggaran HAM berat yang akan menerima bantuan lebih besar, yaitu Rp10,8 juta per tahun.
Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) 2026
Program BPNT juga akan dilanjutkan pada tahun 2026 sebagai langkah untuk menjaga ketahanan pangan bagi masyarakat dengan pendapatan rendah. Penerima BPNT akan mendapatkan saldo bantuan sebesar Rp200.000 setiap tahap.
Dana BPNT akan disalurkan melalui bank-bank yang merupakan bagian dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan.
Dalam mekanisme terbaru, dana ini juga dapat diambil dalam bentuk tunai sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Program Indonesia Pintar (PIP) 2026
Untuk mendukung kelangsungan pendidikan, pemerintah akan terus melaksanakan Program Indonesia Pintar (PIP). Bantuan ini ditujukan bagi siswa dari keluarga yang kurang mampu agar mereka tidak putus sekolah.
Jumlah bantuan PIP untuk tahun 2026 akan disesuaikan dengan jenjang pendidikan, yakni Rp450.000 per tahun untuk siswa SD, Rp750.000 per tahun untuk siswa SMP, dan maksimum Rp1,8 juta per tahun untuk siswa SMA/SMK.
Panduan Cek Status Penerima via KTP
Dengan adanya pengetatan kriteria melalui DTSEN, masyarakat diajak untuk memeriksa kembali status partisipasi bantuan sosial secara mandiri.
Pengecekan ini hanya memerlukan data Kartu Tanda Penduduk (KTP) melalui situs resmi Kementerian Sosial.
Baca Juga: Jadwal Pencairan Bansos PKH dan BPNT 2026: Tahap 1 Diperkirakan Dimulai Januari
Berikut langkah-langkah untuk mengecek di situs cekbansos.kemensos.go.id:
1. Kunjungi laman cekbansos.kemensos.go.id.
2. Masukkan alamat sesuai KTP (Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, dan Desa/Kelurahan).
3. Ketikkan nama lengkap sesuai dengan e-KTP tanpa disingkat.
4. Masukkan kode captcha yang muncul di layar untuk verifikasi keamanan.
5. Klik tombol “Cari Data”.
Sistem akan melakukan pencocokan data secara otomatis. Jika terdaftar, layar akan menunjukkan tabel yang berisi nama, usia, dan jenis bantuan yang diterima, seperti PKH atau BPNT, dengan status “YA”.
Sebaliknya, jika muncul keterangan “Tidak Terdapat Peserta/PM”, berarti data tersebut belum terdaftar sebagai penerima manfaat untuk tahun ini.
Hingga kini, pemerintah belum memberikan pengumuman tentang adanya tambahan bantuan baru seperti Bantuan Subsidi Upah (BSU).
Dengan demikian, fokus penyaluran bantuan sosial 2026 tetap diarahkan pada PKH, BPNT, dan PIP sebagai tiga program utama.
Sumber : kompas.tv




