Di tengah setengah perjalanan Ramadhan 1447 H (2026 M), umat Muslim dianjurkan memperbanyak ibadah malam sebagai bentuk penghambaan kepada Allah SWT. Salah satu ibadah yang memiliki kedudukan istimewa adalah Shalat Witir shalat sunnah yang menjadi penutup ibadah malam dan sangat dianjurkan dilakukan selama Ramadhan. Panduan ini menyajikan uraian lengkap, praktis, dan sesuai syariat tentang waktu, tata cara, niat, serta makna Shalat Witir agar ibadah Anda makin khusyuk dan terarah.
Shalat Witir dan Keutamaannya
Shalat Witir secara bahasa berarti ganjil, merujuk pada jumlah rakaat yang dilakukan dalam jumlah ganjil seperti 1, 3, 5, hingga 11 rakaat. Ibadah ini termasuk dalam shalat sunnah yang sangat dianjurkan karena menjadi penutup ibadah malam (qiyamullail). Rasulullah ﷺ menganjurkan umat Islam agar menjadikan shalat terakhir mereka di malam hari sebagai Witir.
Dalam beberapa riwayat hadis disebutkan bahwa Allah SWT menyukai yang ganjil, sehingga pelaksanaan Witir menunjukkan ketundukan dan keikhlasan hamba di akhir malam waktu yang sangat mulia untuk berdoa dan bermunajat.
Waktu Pelaksanaan Shalat Witir
Dilansir dari laman islam.nu sesuai ajaran Islam, Shalat Witir dapat dilakukan setelah shalat Isya hingga menjelang terbit fajar (Subuh).
Dua pilihan waktu yang utama adalah:
- Setelah Isya: bagi yang tidak yakin akan bangun malam, ini lebih dianjurkan agar tidak terlewat.
- Akhir malam: bagi yang berniat bangun malam, dilakukan setelah tahajud atau ibadah malam lainnya.
Penting dipahami bahwa Witir tidak boleh dilakukan sebelum Isya’ dan tidak dianjurkan setelah masuk waktu Subuh.
Jumlah Rakaat dan Pilihan Pelaksanaan
Shalat Witir tidak eksklusif memiliki jumlah tetap; umat Islam memiliki fleksibilitas:
- 1 rakaat: minimal jumlah ganjil.
- 3 rakaat: yang paling umum dan sering dianjurkan.
- 5, 7, 9, 11 rakaat: pilihan bagi yang ingin lebih banyak ibadah.
Dua Metode Pelaksanaan
- Washal (disambung): seluruh rakaat dilaksanakan berturut-turut dengan satu tahiyat akhir pada rakaat terakhir.
- Fashl (terpisah): setiap dua rakaat diakhiri salam, lalu dilanjutkan dengan satu rakaat terakhir. Metode ini cukup
populer di kalangan umat Islam dan sesuai dengan tradisi pelaksanaan Witir.
Niat Shalat Witir
Sebelum memulai gerakan shalat, niatkan dalam hati sesuai jumlah rakaat yang akan dilaksanakan. Contoh niat untuk tiga rakaat adalah:
Ushalli sunnatal witri tsaalats raka‘aatin lillahi ta‘ala
Artinya:
“Saya niat shalat sunnah Witir tiga rakaat karena Allah Ta’ala.”
Niat untuk Satu Rakaat
Ungkapkan niat berikut saat akan melakukan satu rakaat Witir:
Ushalli sunnatal witri rak‘atan lillahi ta‘ala
Artinya:
“Saya niat shalat sunnah Witir satu rakaat karena Allah Ta’ala.”
Niat dilakukan dalam hati, bukan dibaca keras dengan suara. Niat adalah bentuk komitmen ibadah kepada Allah SWT, menunjukkan keikhlasan pelaku.
Tata Cara Praktis Shalat Witir
Secara umum, tata cara Shalat Witir mengikuti urutan gerakan shalat yang sah:
- Takbiratul Ihram membuka shalat.
- Bacaan Al-Fatihah & surat pendek sesuai ketentuan rakaat.
- Rukuk dan Sujud mengikuti rukun shalat.
- Duduk Tasyahud di rakaat terakhir.
- Salam mengakhiri shalat.
Jika dilakukan dalam tiga rakaat, biasanyasudah disunnahkan menggabungkan tiga rakaat itu secara washal sehingga menjadi satu kesatuan ibadah tanpa salam di tengah.
Manfaat Spiritual Melaksanakan Shalat Witir
Shalat Witir tidak hanya menambah pahala ibadah malam, namun juga membawa sejumlah manfaat praktis dalam kehidupan orang yang konsisten melakukannya:
- Menguatkan rutinitas ibadah malam: membantu menjaga disiplin shalat.
- Mendekatkan diri kepada Allah: suasana hening malam memberi ruang hening bagi refleksi dan doa.
- Memperbaiki fokus ibadah: ibadah sunnah di luar kewajiban utama meningkatkan kualitas spiritual.
Kesimpulan
Shalat Witir merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan pada setiap malam, terutama di bulan Ramadhan. Dengan memahami waktu pelaksanaan, niat, jumlah rakaat, serta tata cara yang sesuai syariat, setiap muslim dapat mengoptimalkan ibadah malam mereka dengan penuh kekhusyukan. Baik dilakukan setelah Isya’ maupun di akhir malam, Shalat Witir menjadi sarana memperkuat hubungan dengan Allah SWT dan menyempurnakan ibadah di bulan suci ini.
Sumber
https://islam.nu.or.id/ramadhan/tata-cara-shalat-witir-dan-ketentuannya-j6Wpb



