Awal puasa Ramadhan 2026 mulai menjadi perbincangan setelah Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mempublikasikan hasil perhitungan posisi hilal.
Meski sudah ada gambaran awal, Nahdlatul Ulama (NU) belum mengumumkan secara resmi kapan 1 Ramadhan 1447 Hijriah dimulai karena masih menunggu keputusan pemerintah melalui sidang isbat.
NU Gunakan Mekanisme Ikhbar dalam Penetapan Awal Ramadhan
Secara organisasi, NU tidak menetapkan awal bulan Hijriah secara mandiri. Mengacu pada keputusan Muktamar ke-20 tahun 1954, NU menerapkan mekanisme ikhbar, yakni mengikuti serta menyampaikan keputusan resmi Pemerintah Republik Indonesia kepada warga nahdliyin.
Kebijakan ini merupakan implementasi arahan Rois Akbar PBNU, KH Hasyim Asy’ari, terkait pentingnya keselarasan penetapan awal bulan Hijriah dengan keputusan pemerintah. Artinya, pengumuman resmi awal puasa 2026 dari NU akan disampaikan setelah hasil sidang isbat ditetapkan.
Hasil Hisab Lembaga Falakiyah PBNU
Walaupun belum menetapkan secara resmi, Lembaga Falakiyah PBNU telah melakukan penghitungan astronomi menggunakan metode khas NU, yakni sistem hisab jama’i (tahqiqy tadqiky ashri kontemporer).
Perhitungan dilakukan untuk 29 Sya’ban 1447 H yang bertepatan dengan Selasa, 17 Februari 2026, dengan markaz nasional di Gedung PBNU Jakarta.
Dari hasil hisab tersebut diketahui:
- Ijtima’ terjadi pada 17 Februari 2026 sekitar pukul 19.02 WIB
- Tinggi hilal masih berada di bawah ufuk (sekitar minus 1 derajat lebih)
- Sudut elongasi belum memenuhi kriteria visibilitas
Secara astronomis, kondisi tersebut menunjukkan hilal belum dapat terlihat saat matahari terbenam. Dengan demikian, kemungkinan besar bulan Sya’ban digenapkan menjadi 30 hari (istikmal).
Berdasarkan hitungan tersebut, 1 Ramadhan 1447 H diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Namun demikian, kepastian tetap menunggu keputusan resmi pemerintah.
Jadwal Sidang Isbat Awal Ramadhan 2026
Kementerian Agama (Kemenag) dijadwalkan menggelar sidang isbat pada Selasa, 17 Februari 2026.
Penetapan awal Ramadhan akan ditentukan melalui dua pendekatan utama:
-
Hisab (Perhitungan Astronomi)
Data astronomi menunjukkan ijtimak terjadi pada malam 17 Februari 2026. Saat matahari terbenam, posisi hilal di wilayah Indonesia masih berada di bawah kriteria minimal visibilitas.
-
Rukyatul Hilal (Pemantauan Langsung)
Pemantauan hilal dilakukan di puluhan titik pengamatan di seluruh Indonesia. Hasil rukyat inilah yang menjadi bahan pertimbangan penting dalam sidang isbat sebelum pemerintah mengumumkan keputusan resmi.
Sidang isbat biasanya melibatkan unsur pemerintah, organisasi kemasyarakatan Islam, serta para ahli astronomi untuk memastikan keputusan yang diambil dapat menjadi pedoman bersama umat Islam di Indonesia.
Kesimpulan
Perkiraan awal puasa Ramadhan 2026 versi hisab NU mengarah pada Kamis, 19 Februari 2026 karena posisi hilal belum memenuhi syarat visibilitas pada 29 Sya’ban 1447 H. Meski begitu, NU tetap menunggu hasil sidang isbat pemerintah sebelum mengumumkan secara resmi awal Ramadhan 1447 H.
Masyarakat diimbau untuk menantikan keputusan resmi pemerintah agar pelaksanaan ibadah puasa dapat dimulai secara serentak dan penuh kepastian.
Sumber
https://megapolitan.kompas.com/read/2026/02/16/12034191/kapan-puasa-2026-nu-ini-perhitungan-lembaga-falakiyah-pbnu?page=all#page2




