Saham PT Hillcon Tbk (HILL), emiten yang bergerak di sektor jasa pertambangan, tengah menjadi sorotan tajam di pasar modal Indonesia akibat penurunan harga yang sangat drastis. Perdagangan sesi I Jumat, 13 Februari 2026, saham HILL kembali menyentuh batas Auto Reject Bawah (ARB) dengan penurunan sebesar 13,98%, membawa harganya ke level Rp 80 per lembar saham. Kondisi ini memperpanjang kelongsoran harga setelah pada hari sebelumnya saham ini juga terjerembap 14,68%.
Penurunan Harga
Penurunan ini bukan merupakan kejadian tunggal, melainkan kelanjutan dari tren bearish yang sangat dalam. Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, saham HILL tercatat telah longsor sebanyak 57,45%. Jika ditarik lebih jauh, akumulasi penurunan harga saham ini mencapai angka yang fantastis, yakni nyungsep hingga 80,95%.
Tekanan jual terlihat sangat masif, terbukti dengan adanya antrean jual di harga ARB yang mencapai lebih dari 563 ribu lot saham pada pagi hari perdagangan tersebut, menunjukkan kepanikan atau aksi lepas barang yang besar dari para investor.
Aksi Jual Saham
Salah satu faktor yang diduga memperberat posisi saham HILL adalah langkah dari pemegang saham pengendalinya sendiri, yaitu PT Hillcon Equity Management.
Berdasarkan laporan keterbukaan informasi terbaru, sang pengendali diketahui aktif melakukan aksi jual saham di tengah tren penurunan. Pada 11 Februari 2026, Hillcon Equity Management melepas sebanyak 1.853.500 lembar saham pada harga Rp 140 per saham.
Aksi divestasi ini menyebabkan porsi kepemilikan mereka menyusut dari 41,43% menjadi 41,41%. Langkah pengendali yang menjual saham saat harga sedang tertekan sering kali dibaca sebagai sinyal negatif oleh pasar, yang kemudian memicu tekanan jual lebih lanjut dari investor ritel.
Prediksi dan Analisi Masa Depan
Melihat kondisi teknikal yang memburuk, BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) dalam laporan “Sapa Mentari” memberikan rekomendasi sell (jual) untuk saham HILL.
Analis menilai bahwa volume penjualan yang terus meningkat mengindikasikan bahwa tren pelemahan belum akan berakhir dalam waktu dekat.
Secara teknikal, saham HILL diprediksi masih berpotensi melanjutkan penurunannya hingga menguji level support berikutnya di angka Rp 72.
Kesimpulan
saham Hillcon (HILL) sedang menghadapi tekanan yang luar biasa berat. Kombinasi antara tren pasar yang bearish, aksi jual oleh pemegang saham pengendali, serta membeludaknya antrean jual di harga bawah menciptakan sentimen negatif yang kuat.
Bagi para investor, situasi ini menjadi peringatan keras untuk lebih waspada terhadap volatilitas tinggi dan risiko penurunan yang masih mungkin berlanjut di masa mendatang.
Sumber
https://investor.id/market/428414/saham-hillcon-hill-nyungsep-tiada-ampun




