• Beranda – Info Bansos
  • Bansos
  • Bantuan PIP
  • Cek Bansos
  • Beranda – Info Bansos
  • Bansos
  • Bantuan PIP
  • Cek Bansos
No Result
View All Result
Informasi Bantuan Sosial Aktual
  • Beranda – Info Bansos
  • Bansos
  • Bantuan PIP
  • Cek Bansos
No Result
View All Result
Informasi Bantuan Sosial Aktual
No Result
View All Result

Harga Emas Hari Ini Melemah, Harga Perak Ambruk hingga 16 Persen

Farhan Tanjung by Farhan Tanjung
6 Februari 2026
in Informasi
Reading Time: 4 mins read
A A
Harga Emas Hari Ini Melemah, Harga Perak Ambruk hingga 16 Persen

Harga Emas Hari Ini Melemah, Harga Perak Ambruk hingga 16 Persen

Contents

  • Koreksi Harga Perak Lebih Dalam Dibanding Emas
  • Harga Emas dan Perak Sempat Menguat Sehari Sebelumnya
  • Kesimpulan

Harga emas dan perak dunia sama-sama mengalami tekanan tajam dalam satu hari perdagangan. Bahkan, harga perak tercatat anjlok hingga 16 persen, sementara emas terkoreksi sekitar 2 persen pada perdagangan Kamis, 5 Februari 2026 (Jumat waktu Jakarta).

Pelemahan drastis ini sekaligus menghentikan reli perak yang sempat berlangsung selama dua hari, dipicu oleh gejolak volatilitas pasar yang ekstrem.

Mengutip laporan dari liputan6 pada Jumat (6/2/2026), harga perak spot turun hampir 13 persen ke level sekitar USD 76,74 per ounce pada pukul 13.48 ET. Sementara itu, kontrak berjangka perak di bursa New York juga melemah lebih dari 9 persen dan diperdagangkan di kisaran USD 76 per ounce.

Di sisi lain, harga emas dunia turut mengalami penurunan. Harga emas spot turun 2 persen menjadi USD 4.868 per ounce, sedangkan emas berjangka terkoreksi 1,3 persen ke posisi USD 4.886,4 per ounce.

Berdasarkan data dari LSEG, perak sebelumnya mencatatkan kenaikan harga yang memecahkan rekor sebelum akhirnya terjun hampir 30 persen pada perdagangan Jumat pekan lalu.



Sepanjang 2025, harga perak tercatat melonjak sekitar 146 persen. Namun, para analis menilai fluktuasi tajam tersebut lebih didorong oleh aktivitas spekulatif, posisi leverage, serta perdagangan berbasis opsi, bukan karena peningkatan permintaan fisik.

Direktur Pelaksana Lighthouse Canton, Sunil Garg, menyebut masih banyak posisi spekulan yang belum sepenuhnya keluar dari pasar. Meski demikian, ia menegaskan bahwa faktor fundamental permintaan perak masih kuat. Garg menyarankan investor untuk bersabar hingga tekanan dari posisi spekulatif tersebut mereda.

Perak memiliki peran penting di berbagai sektor industri dan teknologi, mulai dari panel surya, katalis, hingga perangkat elektronik.

Baca Juga : Saham atau Emas: Investasi Jangka Panjang Mana yang Tepat

Namun, kenaikan persyaratan margin yang diterapkan sejumlah bursa logam global dinilai akan menekan aktivitas spekulasi. CME Group sendiri telah menaikkan margin perdagangan setelah aksi jual besar yang terjadi sebelumnya.

Goldman Sachs dalam catatannya menyebut, saat harga turun, mekanisme lindung nilai dealer berubah dari membeli menjadi menjual, yang kemudian memicu aksi stop-loss investor dan memperluas tekanan di seluruh sistem pasar.




Koreksi Harga Perak Lebih Dalam Dibanding Emas

Koreksi harga perak dinilai lebih tajam dibandingkan emas akibat likuiditas pasar yang lebih ketat, khususnya di pasar London. Kondisi ini membuat pergerakan harga perak menjadi lebih volatil.

Goldman Sachs juga menilai bahwa lonjakan dan penurunan harga perak belakangan ini lebih banyak dipicu arus dana dari pasar Barat, bukan spekulasi dari China. Hal ini terlihat dari pergerakan harga yang cenderung lebih tajam ketika pasar berjangka China sedang tutup.

Volatilitas ekstrem perak bahkan mulai disamakan dengan fenomena saham meme seperti GameStop pada 2021, ketika lonjakan harga dipicu oleh aksi kolektif investor ritel.

Baca Juga : Cara Jual Emas agar Tidak Rugi, Ini Tips Mendapatkan Harga Buyback Terbaik

Para pengamat memperingatkan bahwa harga perak telah bergerak jauh dari level yang berkelanjutan, sehingga pola perdagangannya semakin menyerupai aset spekulatif berbasis momentum.

Chief Strategist Interactive Brokers, Steve Sosnick, menyebut tema logam mulia kini menarik perhatian luas publik dan mendorong perdagangan berbasis momentum yang melampaui pergerakan ekstrem di berbagai aset spekulatif lainnya.




Harga Emas dan Perak Sempat Menguat Sehari Sebelumnya

Sebelumnya, harga emas dan perak sempat melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu, 4 Februari 2026. Analis menilai pergerakan harga logam mulia ke depan akan sangat dipengaruhi oleh arah nilai tukar dolar AS dan ekspektasi suku bunga global.

Masih mengutip liputan6 (5/2/2026), harga emas spot saat itu naik 2,4 persen ke level USD 5.054,6 per ounce, sementara emas berjangka melonjak sekitar 3,4 persen menjadi USD 5.100 per ounce.

Harga perak spot menguat 5,8 persen ke USD 90 per ounce, sedangkan kontrak berjangkanya naik sekitar 8 persen menjadi USD 90,16.

Penguatan tersebut terjadi setelah harga logam mulia sempat tertekan hampir 10 persen pada akhir pekan sebelumnya. Bahkan, perak mengalami koreksi tajam hingga 30 persen, yang menjadi penurunan harian terburuk sejak 1980.

Strategist Komoditas ING, Ewa Manthey, menjelaskan bahwa pemulihan harga emas mencerminkan aksi beli ulang setelah koreksi terdalam dalam beberapa tahun terakhir. Stabilnya pasar global serta melemahnya dolar AS turut mendukung kenaikan harga emas.

Indeks dolar AS tercatat berada di level 97,382 pada Rabu, meski masih jauh di bawah puncaknya di 99,39 yang tercapai pada 19 Januari.

Saham-saham perusahaan tambang yang terdaftar di London juga ikut menguat. Saham Rio Tinto naik 1 persen, Anglo American menguat 0,7 persen, sementara Antofagasta terkoreksi tipis 0,2 persen. Indeks FTSE 350 untuk sektor logam mulia dan pertambangan naik sekitar 2 persen ke level 34.963.

CEO UBS, Sergio Ermotti, mengungkapkan bahwa nasabah perbankan saat ini cenderung lebih berhati-hati. Menurutnya, investor mulai mencari aset lindung nilai dan mengurangi eksposur ke sektor teknologi. Ia menambahkan bahwa sebagian dana tunai kini dialokasikan kembali ke pasar modal dan logam mulia, meski secara umum klien tetap menjaga komposisi aset mereka.




Kesimpulan

Harga emas dan perak dunia tengah berada dalam tekanan tinggi akibat lonjakan volatilitas dan aksi spekulatif di pasar global.

Perak mengalami koreksi paling tajam karena likuiditas yang lebih ketat serta tingginya posisi spekulan, sementara emas ikut melemah meski masih ditopang oleh faktor fundamental sebagai aset lindung nilai.

Ke depan, pergerakan harga logam mulia diperkirakan tetap fluktuatif dan sangat dipengaruhi oleh arah dolar AS, kebijakan suku bunga, serta dinamika pasar keuangan global.

Sumber: liputan6.com

Tags: AntamemasEmas Antamharga emasHarga emas dan perak
Farhan Tanjung

Farhan Tanjung

Info Bansos

Cara Cek Bansos, Informasi Bansos, Kapan Bansos Cair, Bansos 2026, Cek Bansos KTP, Cek PKH 2026

Bansos Februari 2026 Segera Cair, Keluarga Penerima Dapat Apa Saja?

Bansos Februari 2026 Segera Cair, Keluarga Penerima Dapat Apa Saja?

Bansos Februari 2026 Segera Cair, Keluarga Penerima Dapat Apa Saja?

Panduan Cek Desil Bansos Februari 2026 Lewat Cek Kemensos

Panduan Cek Desil Bansos Februari 2026 Lewat Cek Kemensos

Panduan Cek Desil Bansos Februari 2026 Lewat Cek Kemensos

Begini Cara Cek Saldo Bansos PKH Dan BPNT 2026

Begini Cara Cek Saldo Bansos PKH Dan BPNT 2026

Begini Cara Cek Saldo Bansos PKH Dan BPNT 2026

Update 2026: 3 Cara Aktifkan BPJS PBI yang Nonaktif

Update 2026 3 Cara Aktifkan BPJS PBI yang Nonaktif

Update 2026 3 Cara Aktifkan BPJS PBI yang Nonaktif

Informasi Bantuan Sosial Aktual

© 2025 Informasi Bantuan Sosial

Link

  • Beranda – Info Bansos
  • Bansos
  • Bantuan PIP
  • Cek Bansos

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda – Info Bansos
  • Bansos
  • Bantuan PIP
  • Cek Bansos

© 2025 Informasi Bantuan Sosial