• Beranda – Info Bansos
  • Bansos
  • Bantuan PIP
  • Cek Bansos
  • Beranda – Info Bansos
  • Bansos
  • Bantuan PIP
  • Cek Bansos
No Result
View All Result
Informasi Bantuan Sosial Aktual
  • Beranda – Info Bansos
  • Bansos
  • Bantuan PIP
  • Cek Bansos
No Result
View All Result
Informasi Bantuan Sosial Aktual
No Result
View All Result

Haram Nya Durhaka Kepada Kedua Orang Tua Dan Termasuk Dosa Besar

Ahmad Rian by Ahmad Rian
24 Februari 2026
in Info, Informasi, Pendidikan
Reading Time: 4 mins read
A A
Haram Nya Durhaka Kepada Kedua Orang Tua Dan Termasuk Dosa Besar

Haram Nya Durhaka Kepada Kedua Orang Tua Dan Termasuk Dosa Besar

Contents

  • Hadits Durhaka kepada Orang Tua
  • Durhaka kepada ibu, lebih besar lagi dosanya
  • Contoh Perilaku Durhaka kepada Orang Tua
  • Balasan Durhaka kepada Orang Tua
  • Kesimpulan
  • Sumber

Setelah kita mengetahui dalil-dalil yang memerintahkan kita untuk birrul walidain (berbakti kepada orang tua) “Sudahkah Kita Berbakti Pada Orang Tua?” dan “Ancaman Bagi Yang Lalai Dari Birrul Walidain”], sekarang kita membahas kebalikannya yaitu durhaka kepada orang tua. Sebagaimana tingginya keutamaan dan urgensi birrul walidain, maka konsekuensinya betapa besar dan bahayanya hal yang menjadi kebalikannya yaitu durhaka kepada orang tua. Ridho Allah tergantung pada ridho orang tua. Murka Allah pun bergantung pada murka orang tua. Jika seorang anak durhaka, akibatnya akan sangat berbahaya karena durhaka kepada orang tua termasuk dosa besar.



Hadits Durhaka kepada Orang Tua

Sejumlah hadits telah menyebutkan larangan durhaka kepada orang tua. Sebab, perilaku durhaka tersebut termasuk dosa besar sebagaimana penjelasan hadits berikut.

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash Radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi SAW, beliau bersabda.

الْإِشْرَاكُ بِاللَّهِ وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ وَقَتْلُ النَّفْسِ وَشَهَادَةُ الزُّورِ

Artinya:“Dosa besar itu adalah syirik kepada Allah, durhaka kepada kedua orang tua, membunuh jiwa seseorang, dan sumpah palsu.” [HR. Al-Bukhari].





Sementara itu, dalam hadits lain, Rasulullah SAW menjelaskan sebagai berikut.

ثَلَاثَةٌ لَا يَنْفَعُ مَعَهُنَّ عَمَلٌ: الشِّرْكُ بِاللهِ، وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ، وَالْفِرَارُ مِنَ الزَّحْفِ

Artinya:

“Tiga perkara yang membuat suatu amal tidak bermanfaat bersama ketiganya, yaitu (1) menyekutukan Allah, (2) durhaka kepada orang tua, (3) lari dari peperangan,” (HR. ath-Thabrani).

Bahkan durhaka kepada orang tua adalah dosa besar. Ini secara tegas dinyatakan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

أكبرُ الكبائرِ : الإشراكُ بالله ، وقتلُ النفسِ ، وعقوقُ الوالدَيْنِ ، وقولُ الزورِ . أو قال : وشهادةُ الزورِ

“dosa-dosa besar yang paling besar adalah: syirik kepada Allah, membunuh, durhaka kepada orang tua, dan perkataan dusta atau sumpah palsu” (HR. Bukhari-Muslim dari sahabat Anas bin Malik).




Dalam hadits Nafi’ bin Al Harits Ats Tsaqafi, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

ألا أنبِّئُكم بأكبرِ الكبائرِ . ثلاثًا ، قالوا : بلَى يا رسولَ اللهِ ، قال : الإشراكُ باللهِ ، وعقوقُ الوالدينِ

“maukah aku kabarkan kepada kalian mengenai dosa-dosa besar yang paling besar? Beliau bertanya ini 3x. Para sahabat mengatakan: tentu wahai Rasulullah. Nabi bersabda: syirik kepada Allah dan durhaka kepada orang tua” (HR. Bukhari – Muslim).

Ternyata Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam berkali-kali memperingatkan para sahabat mengenai besarnya dosa durhaka kepada orang tua. Subhaanallah!.

Dan perhatikan, sebagaimana perintah untuk birrul walidain disebutkan setelah perintah untuk bertauhid, Allah Ta’ala berfirman (yang artinya) :

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua” (QS. An Nisa: 36).

Maka di hadits ini dosa durhaka kepada orang tua juga disebutkan setelah dosa syirik. Ini menunjukkan betapa besar dan fatalnya dosa durhaka kepada orang tua. Namun perlu di ketahui, sebagaimana dosa syirik itu bertingkat-tingkat, dosa maksiat juga bertingkat-tingkat, maka dosa durhaka kepada orang tua juga bertingkat-tingkat.



Durhaka kepada ibu, lebih besar lagi dosanya

Sebagaimana kita ketahui dari dalil-dalil bahwa berbuat baik kepada ibu lebih diutamakan daripada kepada ayah, maka demikian juga durhaka kepada ibu lebih besar dosanya. Selain itu, ibu adalah seorang wanita, yang ia secara tabi’at adalah manusia yang lemah. Sedangkan memberikan gangguan kepada orang yang lemah itu hukuman dan dosanya lebih besar dari orang biasa atau orang yang kuat.

Oleh karena itu Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

إنَّ اللَّهَ حرَّمَ عليكم عقوقَ الأمَّهاتِ ، ومنعًا وَهاتِ ، ووأدَ البناتِ وَكرِه لَكم : قيلَ وقالَ ، وَكثرةَ السُّؤالِ ، وإضاعةَ المالِ

“sesungguhnya Allah mengharamkan sikap durhaka kepada para ibu, pelit dan tamak, mengubur anak perempuan hidup-hidup. Dan Allah juga tidak menyukai qiila wa qaala, banyak bertanya dan membuang-membuang harta” (HR. Bukhari – Muslim).




Contoh Perilaku Durhaka kepada Orang Tua

Berikut beberapa bentuk durhaka (uquq) terhadap orang tua;

  • Menyakiti hati orang tua melalui perkataan atau perbuatan.
  • Mengucapkan ‘ah’ atau mengabaikan panggilan orang tua, menunjukkan sikap kurang hormat.
  • Membentak orang tua dengan meninggikan nada bicara.
  • Bakhil dan tidak memperhatikan kebutuhan orang tua.
  • Bersikap sombong, merendahkan, atau menyebut kekurangan orang tua di depan umum.
  • Memberikan nafkah dengan perhitungan atau kurang ikhlas.
  • Malu mengakui keberadaan orang tua atau tempat tinggal mereka ketika status sosial meningkat.




Balasan Durhaka kepada Orang Tua

Terdapat balasan bagi orang yang melanggar perintah Allah SWT. Balasan untuk anak yang durhaka kepada orang tua dapat disegerakan di dunia, bahkan sebelum kematiannya.

Bentuk balasan ini dapat beragam. Misalnya disempitkan rezeki, jauh dari keberkahan, diliputi petaka dan kesedihan, dan lainnya. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits berikut.

كُلُّ الذُّنُوبِ يُؤَخِّرُ اللَّهُ مِنْهَا مَا شَاءَ إِلَّا الْبَغْيَ وَقَطِيعَةَ الرَّحِمِ يُعَجِّلُهُ اللَّهُ لِصَاحِبِهِ قَبْلَ الْمَمَاتِ

Artinya:“Semua dosa diakhirkan balasannya oleh Allah sesuai kehendak-Nya kecuali dosa durhaka kepada orang tua. Dia akan menyegerakan balasan tersebut kepada pelakunya di dunia sebelum kematiannya.” (HR Al-Hakim).




Kesimpulan

Mengetahui hadits durhaka kepada orang tua menjadikan kita semakin sadar. Sebagai muslim yang taat, sudah semestinya kita menjalankan perintah Allah dengan berbuat baik kepada orang tua dan memuliakan mereka.

Banyak cara yang dapat kita lakukan. Misalnya, memberikan nafkah kepada orang tua jika orang tua sedang kesulitan. Selain itu, kita dapat bersedekah atas nama orang tua agar kebaikan tersebut mengalir kepada orang tua kita.

Sumber

Haramnya Durhaka Kepada Kedua Orang Tua

Tags: ancaman dorhaka kepada kedua orang tuabalasan durhaka kepada orang tuacontoh perilaku durhaka kepada orang tuadosa besar durhaka kepada orang tuahadist durhaka kepada orang tuahukuman bagi orang yang durhaka
Ahmad Rian

Ahmad Rian

Info Bansos

Cara Cek Bansos, Informasi Bansos, Kapan Bansos Cair, Bansos 2026, Cek Bansos KTP, Cek PKH 2026

Cek Tempat Penukaran Uang Baru 2026 Terdekat dengan Akses Pintar.bi.go.id

Langkah Mudah Tukar Uang Lewat Pintar.bi.go.id Secara Praktis

Bansos PKH dan BPNT Tahap 1 2026 Cair, Ini Penjelasan Soal Saldo Masuk Dua Kali

Bansos PKH dan BPNT Tahap 1 2026 Cair, Ini Penjelasan Soal Saldo Masuk Dua Kali

Bansos PKH dan BPNT Tahap 1 2026 Cair, Ini Penjelasan Soal Saldo Masuk Dua Kali

Panduan Cek Bansos PKH Lewat HP Tanpa Aplikasi Resmi Kemensos Tahun 2026

Panduan Cek Bansos PKH Lewat HP Tanpa Aplikasi Resmi Kemensos Tahun 2026

Cek Desil Bansos Februari 2026 untuk Pastikan Anda Terdaftar

Cek Desil Bansos Februari 2026 untuk Pastikan Anda Terdaftar

Cek Desil Bansos Februari 2026 untuk Pastikan Anda Terdaftar

Informasi Bantuan Sosial Aktual

© 2025 Informasi Bantuan Sosial

Link

  • Beranda – Info Bansos
  • Bansos
  • Bantuan PIP
  • Cek Bansos

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda – Info Bansos
  • Bansos
  • Bantuan PIP
  • Cek Bansos

© 2025 Informasi Bantuan Sosial