Bulan Ramadan 1447 Hijriah menjadi momentum istimewa bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah malam. Salah satu amalan yang paling rutin dilakukan adalah Salat Tarawih dan Witir, baik secara berjamaah di masjid maupun sendiri di rumah.
Selain sholatnya, doa yang dibaca setelahnya juga memiliki keutamaan besar sebagai bentuk penghambaan kepada Allah SWT.
Usai menunaikan Tarawih dan Witir, umat Muslim dianjurkan meluangkan waktu sejenak untuk berdoa. Momen ini diyakini sebagai waktu mustajab, terlebih di bulan penuh rahmat dan ampunan seperti Ramadan.
Makna Doa Setelah Salat Tarawih
Doa yang dibaca setelah Salat Tarawih berisi permohonan keridhaan Allah SWT, harapan meraih surga, serta perlindungan dari murka dan siksa api neraka. Seperti dilansir dari berbagai sumber keislaman, doa ini mencerminkan keseimbangan antara harapan dan rasa takut seorang hamba kepada Rabb-nya.
Lafaz Doa Sesudah Salat Tarawih
اللّٰهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ رِضَاكَ وَالْجَنَّةَ، وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ سَخَطِكَ وَالنَّارِ.
اللّٰهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْمٌ، تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا وَعَنْ وَالِدَيْنَا وَعَنْ جَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَAllahumma inna nas-aluka ridhooka wal jannata, wa na’uudzubika min sakhothika wan naar.
Allahumma innaka ‘afuwwun kariim, tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annaa wa ‘an waalidaynaa wa ‘an jamii’il muslimiina wal muslimaati birahmatika yaa arhamar roohimiin.
Artinya:
“Ya Allah, kami memohon kepada-Mu keridhaan-Mu dan surga-Mu. Dan kami berlindung kepada-Mu dari kemurkaan-Mu dan dari siksa api neraka. Ya Allah, Engkau Maha Pengampun lagi Mahamulia. Engkau menyukai ampunan, maka ampunilah kami, kedua orang tua kami, serta seluruh kaum muslimin dan muslimat dengan rahmat-Mu, wahai Tuhan Yang Maha Penyayang.”
Amalan Setelah Salat Witir
Salat Witir menjadi penutup rangkaian ibadah malam Ramadan. Setelah menunaikannya, terdapat dzikir dan doa yang dianjurkan untuk diamalkan secara rutin.
Dzikir Sesudah Witir
Dibaca sebanyak tiga kali:
سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسِ
Subhaanal malikil qudduus. (3x)
Artinya:
“Mahasuci Allah, Raja yang Maha Suci.”
Doa Setelah Salat Witir
اللّٰهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِرِضَاكَ مِنْ سُخْطِكَ، وَأَعُوْذُ بِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوْبَتِكَ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْكَ، لَا أُحْصِيْ ثَنَاءً عَلَيْكَ، أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ
Allahumma inni a’uudzu bi ridhooka min sukhthika, wa a’uudzu bi mu’aafaatika min ‘uquubatika, wa a’uudzu bika minka, laa uhshii tsanaa-an ‘alayka anta kamaa atsnayta ‘alaa nafsika.
Artinya:
“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung dengan keridhaan-Mu dari murka-Mu. Aku berlindung dengan ampunan-Mu dari siksa-Mu. Dan aku berlindung kepada-Mu dari-Mu. Aku tidak mampu menghitung pujian atas-Mu sebagaimana Engkau memuji diri-Mu sendiri.”
Keutamaan Membaca Doa di Malam Ramadan
Ramadan dikenal sebagai bulan penuh pengampunan dan pembebasan dari api neraka. Dengan mengamalkan doa setelah Salat Tarawih dan Witir, seorang Muslim tidak hanya menyempurnakan ibadah malamnya, tetapi juga memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.
Kesimpulan
Membaca doa setelah Tarawih dan Witir adalah amalan ringan namun sarat makna. Jika dilakukan secara istiqamah sepanjang Ramadan, doa-doa ini menjadi wasilah untuk meraih keberkahan, ketenangan hati, dan keridhaan Allah SWT.
Sumber Referensi
https://palu.tribunnews.com/ramadan/179957/doa-sesudah-tarawih-dan-witir-untuk-amalan-malam-bulan-ramadan




