Doa sahur Ramadhan dan niat puasa merupakan amalan penting yang selalu dicari umat Islam saat memasuki bulan suci. Sahur bukan sekadar persiapan fisik, tetapi juga momentum spiritual untuk memperkuat niat puasa Ramadhan sejak dini. Karena itu, memahami doa sahur Ramadhan, serta niat puasa satu bulan penuh menjadi hal yang sangat penting agar ibadah puasa berjalan sah dan bernilai pahala.
Dalam praktiknya, banyak umat Islam membaca doa sahur sekaligus meneguhkan niat puasa Ramadhan, baik niat harian maupun niat puasa satu bulan penuh yang biasa diamalkan di malam pertama Ramadhan.
Pentingnya Doa Sahur dan Niat Puasa Ramadhan
Sahur memiliki keutamaan besar dalam ibadah puasa. Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk sahur karena di dalamnya terdapat keberkahan. Oleh sebab itu, doa sahur Ramadhan tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi juga sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT sebelum memulai puasa.
Baca Juga : Hindari! 4 Menu Sahur Ini Bisa Membuat Cepat Lapar dan Haus Saat Puasa
Selain doa sahur, niat puasa Ramadhan adalah rukun utama puasa. Tanpa niat puasa, seseorang tidak dianggap menjalankan ibadah puasa meskipun menahan lapar dan haus sepanjang hari. Karena itu, doa sahur dan niat puasa tidak bisa dipisahkan dalam pelaksanaan puasa Ramadhan.
Niat Puasa Ramadhan: Harian dan Satu Bulan Penuh
Menguitip artikel NU Jabar, Dalam fikih Islam, niat puasa Ramadhan wajib dilakukan sebelum waktu subuh. Mayoritas ulama mewajibkan niat puasa setiap hari, namun terdapat pendapat yang membolehkan niat puasa satu bulan penuh pada awal Ramadhan.
Pendapat ini dinisbatkan kepada Imam Malik, yang memandang puasa Ramadhan sebagai satu rangkaian ibadah yang utuh. Karena itu, membaca niat puasa satu bulan penuh di malam pertama Ramadhan dinilai sah menurut Mazhab Maliki.
Di Indonesia, praktik niat puasa Ramadhan satu bulan penuh sering diajarkan bersamaan dengan doa sahur Ramadhan, terutama sebagai bentuk kehati-hatian jika suatu hari lupa membaca niat puasa harian.
Lafaz Niat Puasa Satu Bulan Penuh (Lengkap dan Utuh)
Berikut lafaz niat puasa satu bulan penuh yang biasa dibaca pada malam pertama Ramadhan. Lafaz dan arti ditulis utuh, tidak dipotong, dan tidak diparafrase:
Lafaz Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيعِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ تَقْلِيدًا لِلْإِمَامِ مَالِكٍ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitu shauma jamii’i syahri ramadhaani haadzihis-sanati fardhan lillaahi ta’aalaa.
Artinya:
“Aku berniat berpuasa sepanjang bulan Ramadhan tahun ini dengan mengikuti Imam Malik, sebagai kewajiban karena Allah Ta’ala.”
Niat puasa satu bulan penuh ini dibaca sejak malam pertama Ramadhan hingga sebelum terbit fajar, dan sering dilafalkan bersamaan dengan doa sahur Ramadhan.
Doa Sahur Ramadhan dan Keutamaannya
Doa sahur Ramadhan menjadi amalan yang dianjurkan sebelum imsak. Meski sahur tetap sah tanpa doa tertentu, membaca doa sahur membantu meneguhkan niat puasa Ramadhan dan menghadirkan kesadaran ibadah sejak dini.
Dengan membaca doa sahur dan niat puasa secara sadar, umat Islam tidak hanya menjalankan puasa secara formal, tetapi juga secara spiritual.
Praktik Doa Sahur dan Niat Puasa di Indonesia
Di pesantren dan masjid, doa sahur Ramadhan biasanya dibaca bersama-sama, lalu dilanjutkan dengan niat puasa Ramadhan, baik niat harian maupun niat puasa satu bulan penuh. Ulama seperti KH A Idris Marzuqi dalam kitab Sabil al-Huda menjelaskan bahwa niat puasa satu bulan penuh berfungsi sebagai penguat jika niat harian terlewat.
Penutup
Doa sahur Ramadhan dan niat puasa merupakan fondasi penting dalam menjalankan ibadah puasa. Membaca doa sahur, memperbarui niat puasa Ramadhan, serta memahami niat puasa satu bulan penuh akan membuat ibadah lebih tenang, sah, dan sesuai tuntunan ulama. Dengan niat yang kuat dan sahur yang penuh keberkahan, puasa Ramadhan menjadi ibadah yang lebih bermakna.
Referensi: https://jabar.nu.or.id/doa/lafal-doa-niat-puasa-ramadhan-sebulan-penuh-dan-waktu-pelaksanaannya-gNVnN




