Berbuka puasa adalah momen yang penuh keberkahan dan sangat dinantikan oleh setiap Muslim setelah seharian menahan lapar, haus, serta hawa nafsu. Dalam ajaran Islam, waktu berbuka bukan hanya sekadar saat untuk makan dan minum, tetapi juga waktu mustajab untuk berdoa.
Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk membaca doa ketika berbuka sebagai bentuk syukur atas nikmat Allah SWT dan sebagai pengharapan agar ibadah puasa diterima. Berikut ini doa saat berbuka puasa Ramadhan sesuai sunnah, lengkap dengan tulisan Arab dan transliterasi Latin agar mudah dibaca dan diamalkan.
Doa Buka Puasa Ramadhan Sesuai Sunnah
Salah satu doa berbuka puasa yang dinilai paling kuat dari sisi riwayat adalah doa yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud. Ustaz Adi Hidayat dalam salah satu kajiannya menjelaskan bahwa hadis tersebut tercantum dalam Sunan Abu Dawud nomor 2537 dan dinilai sahih karena sanadnya bersambung dengan baik hingga Rasulullah SAW.
Berikut bacaan doa berbuka puasa sesuai sunnah tersebut:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah.
Artinya:
“Telah hilanglah dahaga, telah basahlah kerongkongan, dan semoga pahala telah ditetapkan, jika Allah menghendaki.”
Doa ini mencerminkan rasa syukur setelah menyelesaikan puasa dan harapan agar Allah SWT menerima amal ibadah yang telah dilakukan.
Doa Buka Puasa Ramadhan yang Populer di Masyarakat
Selain doa di atas, terdapat pula doa berbuka puasa yang sangat populer di tengah masyarakat Muslim Indonesia. Meskipun sebagian ulama menilai riwayatnya berstatus dha’if (lemah), doa ini tetap boleh diamalkan karena tidak bertentangan dengan Al-Qur’an maupun hadis sahih, serta mengandung makna yang baik.
Berikut bacaannya:
اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Allahumma laka shumtu wabika amantu wa ‘ala rizqika afthartu birahmatika yaa arhamar rahimin
Artinya:
“Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mu wahai Dzat Yang Maha Penyayang.”
Doa ini menegaskan bahwa seluruh ibadah puasa dilakukan karena Allah dan berbuka pun atas rezeki yang diberikan-Nya.
Waktu yang Dianjurkan Membaca Doa Buka Puasa
Terkait waktu membaca doa berbuka, terdapat penjelasan bahwa doa tersebut sebaiknya dibaca setelah membatalkan puasa dengan makan atau minum. Hal ini didasarkan pada makna dalam doa riwayat Abu Dawud yang menggunakan kata “telah”, menunjukkan bahwa puasa sudah selesai.
Pandangan ini juga sejalan dengan pendapat Wahbah Zuhaili dalam kitab Fiqh al-Islam wa Adillatuhu, yang menyebutkan salah satu sunnah puasa adalah:
الدعاء عقب الفطر
Artinya:
“Berdoa setelah berbuka.”
Kesimpulan
Meski demikian, membaca doa sebelum berbuka tetap diperbolehkan. Namun, yang lebih utama adalah membacanya setelah benar-benar membatalkan puasa sebagai bentuk kesempurnaan sunnah (kamal as-sunnah).
Dengan memahami dalil dan waktu yang tepat, umat Islam dapat mengamalkan doa berbuka puasa dengan lebih yakin dan sesuai tuntunan sunnah Rasulullah SAW.
Sumber
https://www.detik.com/sulsel/berita/d-7801798/doa-buka-puasa-sesuai-sunnah-arab-latin-dan-artinya




