Doa berbuka puasa merupakan amalan yang sangat dianjurkan bagi setiap muslim ketika tiba waktu Maghrib di bulan Ramadhan. Membaca doa saat berbuka bukan sekadar rutinitas, melainkan momentum istimewa di mana pintu langit terbuka dan permohonan seorang hamba sangat mustajab.
Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah, di mana setiap amalan dilipatgandakan pahalanya. Saat azan Maghrib berkumandang, umat Islam dianjurkan untuk tidak hanya menyegerakan berbuka, tetapi juga membaca doa. Namun, masih banyak yang bingung memilih doa mana yang benar sesuai sunnah dan mana yang hanya populer di masyarakat.
Artikel ini akan membahas secara lengkap berbagai versi doa buka puasa, mulai dari yang shahih hingga yang dhaif, lengkap dengan teks Arab, latin, dan artinya yang utuh. Kamu juga akan memahami keutamaan menyegerakan berbuka serta adab yang menyertainya agar ibadah puasamu semakin sempurna.
Keutamaan dan Anjuran Membaca Doa Berbuka
Saat azan Maghrib berkumandang, hati seorang mukmin bergetar menyambut waktu berbuka. Namun, tahukah kamu bahwa momen ini adalah salah satu waktu terbaik untuk memanjatkan doa berbuka puasa? Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk tidak hanya menyegerakan berbuka, tetapi juga membaca doa. Di balik anjuran tersebut, tersimpan keutamaan besar yang sayang jika dilewatkan. Memahami keutamaan ini akan membuatmu lebih khusyuk dalam mengamalkan doa berbuka puasa.
Waktu Mustajab untuk Berdoa
Dalam sebuah hadits riwayat Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda bahwa ada tiga doa yang tidak akan ditolak:
- Doa orang yang berpuasa ketika berbuka
- Doa pemimpin yang adil
- Doa orang yang terzalimi
Ini menunjukkan betapa istimewanya waktu berbuka puasa. Saat kamu mengucapkan doa berbuka puasa, Allah SWT sedang membuka pintu langit untuk menerima permohonanmu. Para ulama menjelaskan bahwa keistimewaan ini karena orang yang berpuasa berada dalam kondisi lemah dan rendah hati, sehingga doanya lebih mudah dikabulkan. Jadi, jangan sia-siakan detik-detik berbuka dengan hanya fokus pada makanan dan minuman. Ambil napas sejenak, panjatkan doa dengan penuh harap, niscaya keberkahan mengalir dalam setiap suapan.
Anjuran Menyegerakan Berbuka
Rasulullah SAW bersabda:
“Orang masih akan selalu dalam keadaan baik selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR Bukhari dan Muslim)
Bahkan dalam hadits qudsi, Allah SWT berfirman:
“Di antara para hamba-Ku yang paling Aku cintai adalah yang menyegerakan berbuka.” (HR At Tirmidzi dan Ahmad)
Menyegerakan berbuka artinya ketika matahari telah terbenam dan waktu Maghrib tiba, kamu segera membatalkan puasa, bukan menunda-nunda. Sikap ini menunjukkan:
- Ketaatan kepada sunnah Rasulullah SAW
- Kecintaan kepada Allah karena mengikuti perintah-Nya
- Kerendahan hati karena tidak merasa mampu berpuasa terus-menerus
Namun, menyegerakan berbuka bukan berarti terburu-buru tanpa doa berbuka puasa. Justru di sinilah keseimbangan: segera berbuka dengan membaca doa terlebih dahulu.
Kumpulan Doa Buka Puasa Ramadhan
Di masyarakat, beredar beberapa versi doa buka puasa. Ada yang bersumber dari hadits shahih, ada pula yang populer karena sering dibaca meskipun statusnya dhaif (lemah). Agar tidak keliru, kamu perlu mengetahui masing-masing lafaz beserta penjelasannya. Berikut adalah doa-doa yang bisa kamu amalkan saat berbuka seperti yang dikutip dari laman detik.com
1. Doa Buka Puasa Shahih Riwayat Rasulullah
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Latin: Dzahabazh zhoma’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah
Artinya: “Telah hilang dahaga, telah basah kerongkongan, dan semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki.”
Doa ini diriwayatkan dalam kitab hadits Abu Daud dan dianggap paling autentik karena sanadnya shahih. Rasulullah SAW langsung mengajarkan doa ini kepada para sahabat. Lafaznya pendek namun sarat makna, mencakup rasa syukur dan harapan pahala. Kamu bisa mengamalkannya dengan keyakinan penuh karena sesuai sunnah sebagai doa berbuka puasa utama.
- Pengakuan bahwa dahaga telah hilang karena pertolongan Allah
- Kesyukuran atas nikmat air dan makanan yang membasahi kerongkongan
- Harapan agar puasa yang dijalankan diterima dan berpahala
Baca Juga : Doa Berbuka Puasa Ramadhan yang Shahih: Arab, Latin, dan Artinya
Frasa “insya Allah” bukan berarti ragu, melainkan bentuk pengharapan dan tawakal kepada Allah. Ini adalah doa berbuka puasa terbaik karena diajarkan langsung oleh Rasulullah SAW.
2. Doa Buka Puasa yang Populer di Masyarakat
اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Latin: Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa ‘ala rizqika afthartu birahmatika yaa arhamar rahimin
Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Dengan rahmat-Mu, wahai Dzat Yang Maha Penyayang.”
Kamu pasti sering mendengar doa ini karena hampir selalu dibaca saat buka puasa bersama, baik di televisi, masjid, maupun acara keluarga. Namun, perlu diketahui bahwa doa ini tidak terdapat dalam kitab hadits sehingga dinyatakan dhaif oleh para ulama. Meski begitu, secara makna tetap baik karena berisi pengakuan iman dan harapan kepada Allah. Banyak orang menjadikannya sebagai doa berbuka puasa andalan.
Imam Al-Mulla Ali Al-Qaari dalam kitab Mirqatul Mafatih Syarh Misykatul Mashabih menjelaskan:
“Adapun doa yang tersebar di masyarakat dengan tambahan ‘wa bika aamantu’ sama sekali tidak ada asalnya dalam hadits, walau secara makna memang benar.”
Kesimpulannya, tidak mengapa membacanya sebagai doa berbuka puasa asalkan kamu juga mengetahui doa yang shahih dan tidak meyakini bahwa susunan lafaz ini persis seperti yang diajarkan Nabi.
3. Doa Buka Puasa Gabungan (Kombinasi Versi Ketiga)
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ ذَهَبَ الظَّمَاءُ وَابْتَلَتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Latin: Allâhumma laka shumtu wa bika âmantu wa ‘ala rizqika afthartu dzahabazh-zhama’u wabtallatil-‘urûqu wa tsabatal-ajru insya Allah
Artinya: “Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa, hanya kepada-Mu aku beriman, dan atas rezeki-Mu aku berbuka. Telah hilang dahaga, telah basah kerongkongan, dan semoga ada pahala yang ditetapkan, jika Allah menghendaki.”
Doa ini merupakan gabungan dari dua doa sebelumnya. Banyak orang mengamalkannya karena ingin mendapatkan keberkahan dari kedua lafaz. Meski tidak ada dalam satu riwayat utuh, menggabungkan doa diperbolehkan dalam Islam selama tidak meyakini bahwa susunan tersebut berasal dari Nabi. Ini bisa menjadi alternatif doa berbuka puasa yang lengkap.
- Pengakuan puasa karena Allah semata
- Keimanan kepada Allah sebagai satu-satunya Tuhan
- Harapan pahala dan ampunan setelah berbuka
Sangat lengkap dan indah untuk diamalkan sebagai doa berbuka puasa, terutama jika kamu ingin menggabungkan makna dari kedua versi sebelumnya.
4. Doa Buka Puasa Bersama (untuk Tuan Rumah)
أَفْطَرَ عِنْدَكُمُ الصَّائِمُوْنَ وَأَكَلَ طَعَامَكُمُ الْأَبْرَارُ وَصَلَّتْ عَلَيْكُمُ الْمَلَائِكَةُ
Latin: Afthara ‘indakumush shaaimuuna wa akala tha’aamakumul abraaru wa shallat ‘alaikumul malaaikatu
Artinya: “Semoga orang-orang yang berpuasa berbuka di tempatmu, dan makananmu dimakan oleh orang-orang yang berbakti, serta para malaikat mendoakanmu agar mendapat rahmat.”
Saat kamu menjadi tuan rumah buka puasa bersama, ada doa khusus yang dianjurkan untuk dibaca. Doa ini mendoakan kebaikan bagi orang-orang yang hadir dan memohon keberkahan untuk makanan yang disajikan. Ini adalah bentuk penghormatan kepada tamu dan rasa syukur atas nikmat berbagi. Doa ini melengkapi koleksi doa berbuka puasa dalam berbagai situasi.
Dengan membaca doa ini, kamu tidak hanya berbagi makanan, tetapi juga mengundang keberkahan dari para malaikat. Sungguh indah ajaran Islam yang mengajarkan kebersamaan dan saling mendoakan melalui doa berbuka puasa bersama.
Cara Mengamalkan Doa Buka Puasa dengan Benar
Membaca doa berbuka puasa saja tidak cukup. Ada tata cara dan adab yang perlu kamu perhatikan agar doa lebih bermakna dan diterima. Momen berbuka adalah saat yang rapuh karena tubuh sangat lelah, tetapi justru di situlah keikhlasan diuji. Berikut panduan praktisnya agar ibadah puasamu semakin sempurna.
Waktu Membaca Doa yang Tepat
Para ulama berbeda pendapat tentang waktu tepat membaca doa berbuka puasa:
| Waktu | Keterangan |
|---|---|
| Sebelum berbuka | Membaca doa setelah azan Maghrib, sebelum menyentuh makanan |
| Saat berbuka | Membaca doa sambil memegang air atau kurma |
| Setelah berbuka | Membaca doa setelah seteguk air atau beberapa suap makanan |
Pendapat terkuat adalah membaca doa berbuka puasa setelah memastikan waktu Maghrib tiba dan sebelum menyantap makanan. Jika kamu sangat haus, diperbolehkan minum sedikit lalu berdoa, asalkan tidak menunda-nunda. Yang terpenting, niatkan doa sebagai ibadah, bukan sekadar ucapan basa-basi.
Adab Berbuka Puasa Sesuai Sunnah
Selain membaca doa berbuka puasa, perhatikan adab-adab berikut yang diajarkan Rasulullah SAW:
- Menyegerakan berbuka – Jangan tunda setelah azan Maghrib
- Berbuka dengan kurma atau air – Rasulullah biasa berbuka dengan kurma basah (ruthab), jika tidak ada maka kurma kering (tamar), atau seteguk air
- Membaca basmalah – Ucapkan “Bismillah” sebelum makan/minum
- Tidak berlebihan – Makan dan minumlah secukupnya agar tidak malas beribadah malam
- Berdoa sebelum dan sesudah – Baca doa berbuka puasa lalu setelah selesai ucapkan hamdalah
- Memberi makan orang lain – Dianjurkan memberi makanan berbuka kepada orang lain, meski hanya seteguk air
Dengan adab ini, puasamu tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tapi juga melatih kesabaran, rasa syukur, dan kepedulian sosial melalui amalan doa berbuka puasa.
Perbedaan Doa Shahih dan Dhaif
Memahami status doa penting agar ibadahmu sesuai tuntunan:
- Doa shahih: Bersumber dari hadits dengan sanad kuat, lebih utama diamalkan sebagai doa berbuka puasa utama
- Doa dhaif: Sanadnya lemah, namun boleh diamalkan untuk doa biasa (bukan ibadah wajib) selama maknanya baik
Untuk doa berbuka puasa, pilihan terbaik adalah membaca doa shahih riwayat Abu Daud. Namun, tidak salah membaca doa populer sebagai tambahan, asalkan tahu statusnya.
Keutamaan Berdoa Saat Berbuka Puasa
Berdoa saat berbuka puasa memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki waktu-waktu lain. Selain termasuk tiga doa yang tidak tertolak, ada beberapa hikmah di balik anjuran membaca doa berbuka puasa:
- Kondisi jiwa yang lembut – Saat berpuasa, hawa nafsu terkendali sehingga hati lebih mudah terhubung dengan Allah
- Pengakuan kelemahan – Dahaga dan lapar membuat manusia sadar betapa butuhnya ia kepada Allah
- Momentum syukur – Nikmat makanan terasa lebih berharga setelah seharian menahan lapar
- Ibadah yang konsisten – Membaca doa berbuka puasa setiap hari melatih kedisiplinan beribadah
Imam Nawawi dalam berbagai kitabnya menganjurkan memperbanyak doa selama bulan Ramadhan, terutama saat berbuka. Jangan lewatkan kesempatan emas ini untuk memanjatkan doa berbuka puasa dengan penuh penghayatan.
Kesimpulan
Doa berbuka puasa adalah amalan sederhana yang menyimpan keutamaan luar biasa. Dari beberapa versi yang telah dijelaskan, kamu bisa memilih doa yang paling nyaman diucapkan:
- Doa shahih: “Dzahabazh zhoma’u…” untuk yang ingin mengikuti sunnah kuat sebagai doa berbuka puasa utama
- Doa populer: “Allahumma laka shumtu…” untuk yang terbiasa dengan lafaz ini sebagai doa berbuka puasa harian
- Doa gabungan: Menggabungkan keduanya untuk keberkahan lebih dalam doa berbuka puasa
- Doa bersama: Dibaca saat menjadi tuan rumah buka puasa sebagai doa berbuka puasa untuk tamu
Yang tak kalah penting, pahami waktu mustajabnya dan amalkan dengan adab yang benar: menyegerakan berbuka, membaca basmalah, dan tidak berlebihan. Semoga puasa Ramadhan tahun ini membawa keberkahan dan menjadikanmu pribadi yang lebih bertakwa. Selamat menjalankan ibadah puasa, semoga Allah menerima semua amal ibadah kita, termasuk doa berbuka puasa yang kita panjatkan.




