Bulan Ramadan adalah waktu yang penuh berkah, di mana umat Muslim menunaikan ibadah puasa dari terbit hingga terbenamnya matahari. Salah satu momen yang dinanti-nantikan setiap hari adalah saat berbuka puasa.
Agar ibadah puasa semakin sempurna, membaca doa buka puasa sesuai sunnah menjadi amalan yang dianjurkan. Berikut bacaan doa buka puasa lengkap dengan tulisan Arab, transliterasi Latin, dan artinya agar lebih mudah dipahami dan diamalkan.
Doa Buka Puasa Ramadan Sesuai Sunnah
Puasa Ramadan merupakan salah satu ibadah yang dijalankan umat Islam setiap tahun. Selama puasa, kita menahan lapar, dahaga, dan hal-hal yang dapat membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga matahari terbenam.
Momen berbuka puasa tentu menjadi saat yang membahagiakan setelah seharian menahan diri. Agar ibadah puasa semakin sempurna, umat Muslim dianjurkan membaca doa buka puasa sesuai sunnah. Berikut bacaan doanya:
Bacaan Doa Buka Puasa
Doa dari riwayat Abu Daud (Sahabat Ibnu Umar ra.)
Rasulullah SAW saat berbuka puasa membaca:
ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Latin:
Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruuqu, wa tsabatal ajru inshaa Allah
Artinya:
“Telah hilang dahaga, dan telah basah tenggorokan, serta pahala telah ditetapkan, insya Allah.” (HR. Abu Daud no. 2010)
Doa dari riwayat Mu’adz bin Zahrah (Abu Daud)
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Latin:
Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthartu
Artinya:
“Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.” (HR. Abu Daud no. 2011)
Doa tambahan yang umum di masyarakat
Doa ini boleh ditambahkan sebagai ekspresi pribadi selama maknanya baik:
اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
Latin:
Allahummalakasumtu wabika aamantu wa ‘ala rizqika afthortu birohmatikaya ar-hamarrahimin
Artinya:
“Ya Allah, Dzat Yang Maha Pemurah, untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeki serta kasih sayang-Mu aku berbuka.”
Kapan Doa Dibaca?
Doa buka puasa dibaca setelah membatalkan puasa pertama kali, misalnya dengan air, kurma, atau makanan ringan. Hal ini sesuai dengan bentuk kata kerja lampau (fi’il madhi) dalam lafadz doa, seperti pada doa pertama: “Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan pahala telah tetap, insya Allah.”
Kesimpulan
Dengan membaca doa ini, momen berbuka puasa menjadi lebih bermakna dan sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW.




