Saat waktu berbuka puasa tiba di bulan Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Salah satu doa berbuka puasa yang sering diamalkan adalah doa dengan lafaz awal “dzahaba”, yang memiliki makna mendalam tentang nikmat puasa dan pahala dari Allah SWT.
Doa buka puasa “dzahaba” ini dijelaskan oleh Ustaz Adi Hidayat sebagai doa yang memiliki dasar hadits kuat. Bacaan tersebut diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam hadits nomor 2357 dan dinilai shahih karena sanadnya bersambung hingga Rasulullah SAW tanpa cacat periwayatan.
Berikut bacaan lengkap doa buka puasa “dzahaba” beserta tulisan Arab, Latin, dan artinya yang bisa diamalkan oleh umat Muslim.
Doa Buka Puasa “Dzahaba”: Arab, Latin dan Artinya
Mengutip buku Sukses Dunia-Akhirat dengan Doa-doa Harian karya Muhammad asy-Syafrowi, berikut doa berbuka puasa yang dibaca Rasulullah SAW sebagaimana diriwayatkan dari Ibnu Umar RA:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى
Dzahaba azh-zhaama’u wabtallati al-‘uruqu, wa tsabata al-ajru in syaa Allah.
Artinya:
“Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat, dan telah pasti ganjaran, dengan kehendak Allah Ta’ala.”
(HR Abu Dawud, Daruquthni, Halim, dan Nasa’i)
Kapan Doa Buka Puasa “Dzahaba” Dibaca?
Mengutip penjelasan dari laman Kementerian Agama RI Sulawesi Barat, waktu membaca doa berbuka puasa dapat dilihat dari makna lafaz doanya. Pada doa “dzahaba”, digunakan kata kerja lampau seperti “telah hilang” dan “telah basah”, yang menunjukkan kondisi setelah berbuka.
Karena itu, doa ini dianjurkan dibaca setelah membatalkan puasa. Pandangan serupa juga disampaikan oleh Wahbah Zuhaili dalam Fiqh al-Islam wa Adillatuhu, bahwa salah satu sunnah puasa adalah berdoa setelah berbuka:
الدعاء عقب الفطر
Artinya: Berdoa setelah berbuka
Meski demikian, membaca doa sebelum berbuka tetap diperbolehkan. Namun, membaca doa setelah berbuka dianggap sebagai bentuk kesempurnaan sunnah.
Ustaz Adi Hidayat juga menjelaskan bahwa terdapat dua pendapat mengenai waktu membaca doa buka puasa, yaitu sebelum dan sesudah berbuka. Menurutnya, yang terpenting adalah menghidupkan sunnah dengan berdoa.
“Jangan lupa yang terpenting, doa (buka puasa) ini adalah baru pengantar, karena riwayat lain menyebutkan perbanyak doa saat berbuka,” ujar Ustaz Adi Hidayat.
Ia juga menambahkan bahwa orang yang berpuasa memiliki dua kebahagiaan: saat berbuka karena doanya dikabulkan Allah SWT, dan saat bertemu Allah di akhirat dengan pahala puasa yang besar.
Doa Buka Puasa Ramadhan Lainnya
Selain doa “dzahaba”, terdapat beberapa doa berbuka puasa lain yang juga sering diamalkan umat Islam.
Doa Buka Puasa “Allahumma Laka Shumtu”
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ ، وَبِكَ أَمَنْتُ ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
Allahumma laka shumtu wa bika amantu, wa ‘alaa rizqika afthartu, birah-matika yaa arhamar raahimiin.
Artinya:
“Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, atas rezeki-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mu, wahai Dzat Yang Maha Pemurah.”
Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa hadits doa ini dhaif dari sisi sanad, namun tetap boleh diamalkan karena isinya tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan hadits shahih.
Doa Syukur atas Nikmat Puasa dan Berbuka
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَعَانَنِي فَصُمْتُ وَرَزَقَنِي فَأَفْطَرْتُ
Alhamdulillahilladzi a’ananii fa shumtu, wa razaqoni fa afthortu.
Artinya:
“Segala puji bagi Allah yang telah membantuku hingga aku bisa berpuasa dan memberiku rezeki sehingga aku bisa berbuka.”
Doa Buka Puasa Riwayat Ibnu Majah
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَ لِي
Allaahumma innii as-aluka bi-rahmatikal latii wasi’at kulla syai-in an taghfira lii.
Artinya:
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu agar Engkau mengampuniku.”
(HR. Ibnu Majah no. 1753)
Adab Berbuka Puasa Sesuai Sunnah Rasulullah SAW
Rasulullah SAW memberikan contoh adab berbuka puasa agar ibadah semakin bernilai.
1. Menyegerakan Berbuka
لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ
Artinya:
“Manusia akan selalu berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka puasa.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
2. Berbuka Secukupnya
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُفْطِرُ قَبْلَ أَنْ يُصَلَّى عَلَى رُطْبَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتُ فَتُمَيْرَاتٌ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تُمَيْرَاتُ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ
Artinya:
“Rasulullah SAW berbuka sebelum shalat dengan beberapa buah kurma, jika tidak ada maka dengan kurma kering, dan jika tidak ada maka dengan beberapa teguk air.”
(HR. Ahmad, Abu Dawud, dan At-Tirmidzi)
3. Tidak Berlebihan Saat Berbuka
إِذَا كَانَ أَحَدُكُمْ صَابِرًا فَلْيُفْطِرُ عَلَى التَّمْرِ فَإِنْ لَمْ يَجِدُ التَّمْرَ فَعَلَى الْمَاءِ فَإِنَّ الْمَاءَ طَهُورُ
Artinya:
“Apabila salah seorang di antara kalian berpuasa, hendaklah berbuka dengan kurma. Jika tidak ada, maka dengan air, karena air itu suci.”
(HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan An-Nasa’i)
Kesimpulan
Doa buka puasa “dzahaba” merupakan doa yang memiliki dasar hadits shahih dan sangat dianjurkan diamalkan saat Ramadhan. Selain itu, umat Islam juga dianjurkan menjaga adab berbuka sesuai sunnah Rasulullah SAW agar ibadah puasa semakin sempurna dan penuh keberkahan
Sumber Referensi
https://www.detik.com/sulsel/berita/d-7814614/doa-buka-puasa-dzahaba-lengkap-arab-latin-dan-artinya




