Saat azan Maghrib berkumandang di bulan Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk segera membatalkan puasanya.
Momen berbuka bukan hanya waktu makan dan minum, tetapi juga saat yang penuh keberkahan untuk berdoa.
Di lingkungan Muhammadiyah, doa berbuka yang dianjurkan merujuk langsung pada hadis sahih Nabi Muhammad SAW.
“Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata, ‘Rasulullah Saw ketika telah berbuka mengucapkan: dzahaba azh-zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah. Artinya: Rasa haus telah hilang dan urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah’.”
(HR Abu Daud no 2357, hasan).
Doa berbuka puasa versi Muhammadiyah
Muhammadiyah dikenal berpegang pada dalil Al-Qur’an dan hadis sahih. Karena itu, doa berbuka yang umum diamalkan adalah doa yang diriwayatkan dalam hadis Abu Dawud.
Dilansir dari laman wartasekolah.id, berikut ini doanya:
ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ
(Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru, insyaallah).
Artinya: “Hilanglah rasa haus dan basahlah urat-urat (badan) dan Insya Allah mendapatkan pahala.” (HR. Abu Dawud).
Waktu dan Adab Membaca Doa
Dalam tuntunan Muhammadiyah, doa dibaca setelah benar-benar berbuka, yaitu setelah masuk waktu Maghrib dan membatalkan puasa dengan makanan atau minuman.
Rasulullah SAW menganjurkan untuk menyegerakan berbuka ketika matahari telah terbenam.
Adab berbuka sesuai sunnah antara lain:
- Menyegerakan berbuka saat waktu Maghrib tiba.
- Berbuka dengan kurma jika ada, atau air putih jika tidak tersedia.
- Tidak berlebihan dalam makan dan minum.
- Mengisi waktu berbuka dengan doa dan rasa syukur.
Semoga setiap tetes air yang diminum saat berbuka menjadi saksi ibadah, dan setiap doa yang dipanjatkan di waktu mustajab itu dikabulkan oleh Allah SWT.
Sumber referensi
https://www.wartasekolah.id/doa-berbuka-puasa-lengkap-nu-muhammadiyah




