Bulan Ramadhan merupakan waktu yang penuh rahmat dan ampunan, di mana umat Islam di berbagai penjuru dunia menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Pada puasa yang bersifat wajib seperti puasa Ramadhan, qadha, maupun nazar, niat harus dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar.
Sementara itu, untuk puasa sunnah, niat diperbolehkan dilakukan pada siang hari selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa. Niat menjadi syarat utama sah atau tidaknya ibadah puasa, baik puasa wajib maupun puasa sunnah. Tanpa niat, puasa yang dijalankan tidak dianggap sah.
Setelah seharian menahan lapar dan dahaga sejak fajar hingga matahari terbenam, waktu berbuka menjadi saat yang sangat dinantikan. Kebahagian terasa ketika dapat kembali menikmati rezeki yang Allah SWT berikan. Dalam ajaran Islam, umat Muslim dianjurkan membaca doa ketika berbuka puasa sesuai tuntunan Rasulullah SAW agar ibadah yang dijalankan semakin sempurna.
Bahkan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan ole Abu Dawud disebutkan bahwa Rasulullah SAW bersabda”
“Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa ada doa yang tidak tertolak saat berbuka.” (HR. Abu Dawud).
Riwayat Abu Daud dari Mu’adz bin Zahrah menjelaskan bahwa Rasulullah SAW pernah membaca doa berikut ketika berbuka:
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthartu
Artinya:
“Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.” (HR. Abu Daud no. 2011)
Di tengah masyarakat, doa tersebut sering ditambahkan dengan kalimat berikut, dan hal ini diperbolehkan karena pada dasarnya doa tidak dibatasi selama isinya baik:
اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
Allahummalakasumtu wabika aamantu wa’alarizqika afthortu birohmatikaya ar-hamarrahimin.
Artinya:
“Ya Allah Dzat yang Maha Pemurah dari segalanya, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rizki dan kasih sayang-Mu aku berbuka.”
Adab Berbuka Puasa Sesuai Sunnah
Dilansir dari TribunWow, berikut adab berbuka puasa sesuai sunnah:
- Segera Membatalkan Puasa
Rasulullah SAW menganjurkan agar umatnya tidak menunda berbuka ketika matahari telah terbenam. Dalam hadis riwayat Muhammad al-Bukhari disebutkan: “Umatku akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari no. 1957). - Mengawali Dengan Kurma Atau Air
Sunnah Nabi SAW adalah berbuka dengan kurma terlebih dahulu. Jika tidak tersedia, maka cukup dengan air putih sebelum melaksanakan salat Maghrib. - Membaca Doa Sebelum Makan
Sebelum menyantap hidangan berbuka, dianjurkan membaca doa sebagaimana yang diajarkan Rasulullah SAW. - Memanjatkan Doa Setelah Berbuka
Setelah membatalkan puasa, umat Islam juga dianjurkan untuk memohon keberkahan dan kebaikan kepada Allah SWT. - Tidak Berlebihan dalam Konsumsi Makanan
Walaupun rasa lapar dan haus dirasakan sepanjang hari, Islam mengajarkan agar tetap makan dan minum secara wajar agar tubuh tetap sehat dan ibadah malam dapat dijalankan dengan optimal.
Kesimpulan
Dengan memahami niat serta adab berbuka puasa yang benar, diharapkan ibadah Ramadhan yang dijalankan semakin bernilai dan penuh keberkahan.
Sumber Referensi
https://wow.tribunnews.com/news/380238/bacaan-niat-puasa-dan-doa-berbuka-puasa-ramadhan-beserta-tata-cara-yang-dianjurkan




