Doa berbuka puasa dzahaba menjadi salah satu bacaan doa buka puasa yang paling dikenal umat Islam. Lafal doa yang diawali kalimat dzahabaẓ-ẓama’u ini berasal dari hadits Rasulullah SAW dan sering diamalkan saat waktu Magrib tiba sebagai penutup ibadah puasa Ramadhan.
Memahami bacaan doa berbuka puasa tidak hanya sebatas menghafal teks Arabnya, tetapi juga mengetahui arti serta dasar haditsnya agar kamu dapat membacanya dengan penuh keyakinan dan penghayatan.
Mengenal Doa Berbuka Puasa Dzahaba
mengutip detik.com, doa buka puasa dzahaba merupakan doa yang dibaca Rasulullah SAW setelah membatalkan puasa. Bacaan ini menggambarkan rasa syukur seorang hamba setelah hilangnya rasa haus dan lelah selama berpuasa seharian.
Doa ini biasanya dibaca setelah kamu mulai berbuka, baik dengan kurma maupun air minum, sehingga sesuai dengan tuntunan sunnah Nabi Muhammad SAW.
Bacaan Doa Buka Puasa Dzahaba Lengkap
Berikut bacaan doa berbuka puasa dzahaba dalam tulisan Arab, latin, dan artinya.
Arab:
ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Latin:
Dzahabaẓ-ẓama’u, wabtallatil-‘urūqu, wa tsabatal-ajru in syā’allāh.
Artinya:
“Hilanglah rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insya Allah.”
Doa ini menjadi salah satu bacaan berbuka puasa yang dianjurkan karena memiliki dasar riwayat hadits yang jelas.
Hadits yang Menjadi Dasar Doa Dzahaba
Doa berbuka puasa dzahaba bersumber dari riwayat sahabat Ibnu Umar RA yang menjelaskan kebiasaan Rasulullah SAW ketika berbuka puasa.
Hadits:
عَنِ ابْنِ عُمَرَ مَرْفُوعًا : كَانَ إِذَا أَفْطَرَ قَالَ: ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Artinya:
“Dari Ibnu Umar, ia berkata: Jika Rasulullah berbuka puasa, beliau mengucapkan: Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah dan pahala telah tetap, insya Allah.”
Hadits ini diriwayatkan oleh ad-Daruquthni dan dinilai hasan, bahkan sebagian ulama hadits seperti Syaikh Al-Albani serta Al-Hakim menilai riwayat ini shahih.
Doa Buka Puasa Lain yang Bisa Diamalkan
Selain doa dzahaba, terdapat beberapa bacaan doa berbuka puasa lain yang juga dikenal luas di kalangan umat Islam.
Doa Buka Puasa Allahumma Laka Sumtu
Doa ini sangat populer dan sering diajarkan sejak usia sekolah.
Baca Juga : Doa Berbuka Puasa Ramadhan yang Shahih: Arab, Latin, dan Artinya
Arab:
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Latin:
Allāhumma laka ṣumtu, wa ‘alā rizqika afṭartu.
Artinya:
“Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.”
Doa Gabungan dalam Kitab Hasyiyah Iqna
Sebagian ulama juga menuliskan doa gabungan antara bacaan Allahumma laka sumtu dan doa dzahaba.
Arab:
اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَبِكَ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ. ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ العُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شاءَ اللهُ. يا وَاسِعَ الفَضْلِ اِغْفِرْ لِي الحَمْدُ لِلهِ الَّذِي هَدَانِي فَصُمْتُ، وَرَزَقَنِي فَأَفْطَرْتُ
Latin:
Allāhumma laka ṣumtu wa ‘alā rizqika afṭartu, wa bika āmantu, wa bika wa ‘alaika tawakkaltu. Dzahabaẓ-ẓama’u wabtallatil-‘urūqu wa tsabatal-ajru in syā’allāh. Yā wāsi’al-faḍli ighfir lī. Al-ḥamdu lillāhilladzī hadānī faṣumtu, wa razaqanī fa-afṭartu.
Artinya:
“Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rezeki-Mu aku berbuka. Kepada-Mu aku beriman dan bertawakal. Dahaga telah hilang, urat-urat telah basah dan pahala telah ditetapkan. Wahai Dzat Yang Maha Luas karunia-Nya, ampunilah aku.”
Doa Saat Berbuka di Rumah Orang Lain
Ketika kamu berbuka puasa di rumah orang lain, terdapat doa khusus yang dianjurkan.
Arab:
أَفْطَرَ عِنْدَكُمْ الصَّائِمُونَ وَأَكَلَ طَعَامَكُمْ الْأَبْرَارُ وَصَلَّتْ عَلَيْكُمُ الْمَلَائِكَةُ
Latin:
Aftara ‘indakumuṣ-ṣāimūna wa akala ṭa’āmakumul-abrāru wa ṣallat ‘alaikumul-malāikah.
Artinya:
“Orang-orang yang berpuasa telah berbuka di tempatmu, orang-orang baik telah memakan hidanganmu, dan para malaikat mendoakanmu.”
Kapan Doa Buka Puasa Dzahaba Dibaca?
Doa berbuka puasa dzahaba dibaca setelah puasa dibatalkan, bukan sebelum makan atau minum. Kamu dianjurkan terlebih dahulu berbuka dengan kurma atau air, kemudian membaca doa sebagai ungkapan syukur.
Perlu diketahui, membaca doa buka puasa hukumnya sunnah, bukan wajib. Artinya, puasa tetap sah meskipun seseorang tidak membacanya, namun membaca doa tetap sangat dianjurkan karena mengikuti sunnah Rasulullah SAW.
Penutup
Doa berbuka puasa dzahaba merupakan bacaan sunnah yang memiliki dasar hadits kuat dan sarat makna syukur. Dengan memahami bacaan Arab, latin, dan artinya, kamu dapat menjalankan ibadah puasa Ramadhan dengan lebih khusyuk dan sesuai tuntunan Rasulullah SAW.
Mengamalkan doa berbuka tidak hanya menyempurnakan ibadah puasa, tetapi juga mengingatkan bahwa setiap nikmat berbuka berasal dari karunia Allah SWT.
Sumber: https://www.detik.com/jateng/berita/d-8365793/doa-buka-puasa-dzahaba-tulisan-arab-latin-dan-artinya-lengkap




