Pemerintah terus memperkuat akurasi penyaluran bantuan sosial dengan menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai acuan utama.
Pada Februari 2026, data ini menjadi faktor penting dalam menentukan keluarga yang berhak menerima berbagai program bansos, seperti PKH dan BPNT.
Melalui DTSEN, setiap rumah tangga diklasifikasikan berdasarkan kondisi ekonomi sehingga bantuan dapat disalurkan secara lebih tepat sasaran. Karena itu, memahami posisi desil DTSEN 2026 menjadi langkah penting bagi masyarakat agar tidak terlewat dalam penyaluran bantuan.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
DTSEN sebagai Dasar Penentuan Penerima Bansos
DTSEN mulai diterapkan secara nasional sejak 2025 dan berfungsi sebagai basis data terpadu yang menggabungkan informasi dari berbagai instansi pemerintah, termasuk Kemensos, BPS, dan Dukcapil. Sistem ini dirancang untuk mengurangi tumpang tindih data sekaligus meningkatkan transparansi dalam penetapan penerima bantuan.
Dengan satu sumber data yang diperbarui secara berkala, pemerintah dapat memastikan bahwa bansos benar-benar diterima oleh keluarga yang membutuhkan, tanpa terkendala kesalahan administratif.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Pembagian Desil DTSEN 2026
Dalam sistem DTSEN, masyarakat dikelompokkan ke dalam 10 tingkatan kesejahteraan. Kelompok terbawah mencerminkan kondisi ekonomi paling rentan, sedangkan kelompok teratas menunjukkan tingkat kesejahteraan tinggi.
Pembagian desil DTSEN sebagai berikut:
- Desil 1: Sangat miskin atau 10% termiskin.
- Desil 2: Miskin.
- Desil 3: Hampir miskin.
- Desil 4: Rentan miskin.
- Desil 5: Menengah bawah, relatif stabil.
- Desil 6: Menengah.
- Desil 7: Menengah atas.
- Desil 8: Golongan mapan.
- Desil 9: Kaya.
- Desil 10: Sangat kaya.
Penilaian desil tidak hanya melihat penghasilan, tetapi juga mencakup:
- kondisi tempat tinggal,
- kepemilikan aset,
- akses pendidikan dan layanan kesehatan,
- serta jumlah anggota keluarga yang ditanggung.
Pendekatan ini memungkinkan penilaian ekonomi dilakukan secara lebih menyeluruh dan akurat.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Manfaat Mengetahui Posisi Desil Keluarga
Mengetahui desil DTSEN memberikan sejumlah keuntungan, di antaranya:
- memahami posisi ekonomi keluarga secara resmi,
- memperkirakan jenis bansos yang berpotensi diterima,
- memudahkan pembaruan data jika ditemukan ketidaksesuaian,
- menghindari risiko tidak terdaftar sebagai penerima bansos.
Informasi ini juga membantu pemerintah menyusun prioritas kebijakan perlindungan sosial yang lebih efektif.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Cara Mengecek Desil DTSEN 2026
Pemerintah menyediakan akses pengecekan desil melalui aplikasi Cek Bansos. Dengan aplikasi ini, masyarakat dapat melihat status kesejahteraan keluarga hanya melalui ponsel.
Langkah umum pengecekan meliputi:
- Download aplikasi Cek Bansos resmi Kemensos di PlayStore atau AppStore
- Buat akun menggunakan data sesuai KTP jika belum memliki akun
- Masuk ke menu profil keluarga yang tercatat dalam DTSEN
- Pilih meu untuk melihat peringkat kesejahteraan yang tercatat dalam sistem.
Jika terdapat ketidaksesuaian data, masyarakat dapat segera mengajukan pembaruan melalui mekanisme yang tersedia.
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
Penutup
DTSEN 2026 menjadi instrumen penting dalam memastikan bansos Februari 2026 tersalurkan secara adil dan tepat sasaran.
Dengan rutin memeriksa status desil dan memastikan data keluarga selalu diperbarui, masyarakat dapat meningkatkan peluang menerima bantuan sesuai dengan kondisi ekonomi yang sebenarnya.
Sumber
https://www.beritasatu.com/ekonomi/2963570/bansos-cair-hingga-rp-750000-ini-cara-cek-desil-dtsen-2026-lewat-hp?utm_source=beritasatu&utm_medium=baca_juga&utm_campaign=bansos-cair-hingga-rp-750000-ini-cara-cek-desil-dtsen-2026-lewat-hp




