Bulan Ramadan merupakan momen istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah ﷻ.
Selain menjalankan puasa sebagai kewajiban utama, terdapat berbagai amalan sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan agar pahala semakin berlipat ganda dan keberkahan Ramadan semakin terasa.
Amalan-amalan sunnah ini tidak hanya memperkuat nilai spiritual, tetapi juga memiliki dasar dalil yang jelas dalam Al-Qur’an maupun hadis Rasulullah ﷺ.
12 Amalan Sunnah Puasa di Bulan Ramadan dan Dalilnya
Dalam beberapa kitab fikih Islam disebutkan bahwa terdapat sejumlah amalan sunnah yang menyertai ibadah puasa Ramadan. Berikut 12 amalan sunnah tersebut beserta dalilnya:
Menyegerakan Berbuka Puasa
Disunnahkan untuk segera berbuka ketika telah yakin matahari terbenam.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Senantiasa manusia dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka puasa.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Berbuka dengan Kurma atau Makanan/Minuman Manis
Dianjurkan berbuka dengan kurma. Jika tidak ada, boleh dengan makanan manis atau air putih.
Dari Anas RA:
“Nabi SAW berbuka dengan ruthab (kurma matang) sebelum salat. Jika tidak ada, dengan tamar (kurma kering). Jika tidak ada juga, beliau minum beberapa teguk air.”
(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Ulama juga menjelaskan bahwa makanan manis membantu memulihkan energi setelah berpuasa.
Membaca Doa Saat Berbuka
Doa berbuka puasa yang paling shahih dan sesuai sunnah adalah:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Dzahabaz zhama’u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insyaa Allah
Artinya: “Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala telah tetap, insya Allah”.
Dalil Hadits:
Doa ini bersumber dari hadis shahih yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, dari sahabat Ibnu Umar r.a., Rasulullah SAW bersabda demikian saat berbuka puasa.
Makan Sahur
Sahur dianjurkan karena mengandung keberkahan dan menambah kekuatan saat berpuasa.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Makan sahurlah kalian, karena sesungguhnya pada sahur itu terdapat keberkahan.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Bahkan dalam hadis lain disebutkan bahwa sahur tetap dianjurkan meskipun hanya dengan seteguk air.
Mengakhirkan Waktu Sahur
Disunnahkan mengakhirkan sahur mendekati waktu Subuh.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Senantiasa umatku dalam kebaikan selama mereka mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka.”
(HR. Ahmad)
Memberi Makan Orang yang Berbuka
Memberi makanan berbuka kepada orang yang berpuasa akan mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tersebut.
“Barangsiapa memberi makanan untuk berbuka kepada orang yang berpuasa, maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa itu tanpa mengurangi pahalanya sedikit pun.”
(HR. Tirmidzi)
Memperbanyak Sedekah
Ramadan adalah waktu terbaik untuk bersedekah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sedekah yang paling utama adalah sedekah pada bulan Ramadan.”
(HR. Tirmidzi)
Memperbanyak Membaca dan Mempelajari Al-Qur’an
Rasulullah ﷺ lebih banyak membaca Al-Qur’an di bulan Ramadan, terutama saat didatangi Malaikat Jibril.
Dari Ibnu Abbas RA:
“Jibril menemui Rasulullah setiap malam di bulan Ramadan dan mengajarkan Al-Qur’an kepadanya.”
(HR. Bukhari)
Menjaga Lisan dari Perkataan Buruk
Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga ucapan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan buruk, maka Allah tidak membutuhkan ia meninggalkan makan dan minumnya.”
(HR. Bukhari)
Melaksanakan Salat Tarawih
Salat tarawih merupakan sunnah yang sangat dianjurkan pada malam Ramadan.
Dalam hadis disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah melaksanakan salat malam Ramadan bersama para sahabat, namun tidak terus-menerus karena khawatir menjadi wajib.
(HR. Ath-Thabrani, Ibnu Hibban, dan Ibnu Khuzaimah)
I’tikaf
I’tikaf sangat dianjurkan, terutama pada sepuluh hari terakhir Ramadan.
Diriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ beri’tikaf selama sepuluh hari terakhir Ramadan, bahkan pada tahun wafatnya beliau beri’tikaf selama dua puluh hari.
(HR. Bukhari, Abu Dawud, dan Ibnu Majah)
Mengeluarkan Zakat Fitrah
Zakat fitrah hukumnya wajib bagi setiap Muslim. Namun disunnahkan untuk menunaikannya satu atau dua hari sebelum Idul Fitri.
Ibnu Umar RA menyebutkan bahwa zakat fitrah biasa dikeluarkan sehari atau dua hari sebelum hari raya.
Menurut Imam Syafi’i, zakat fitrah juga boleh dikeluarkan sejak awal Ramadan.
Kesimpulan
Dengan mengamalkan sunnah-sunnah ini, ibadah puasa tidak hanya menjadi kewajiban yang ditunaikan, tetapi juga sarana untuk meraih pahala yang berlipat ganda dan keberkahan yang lebih luas di bulan Ramadan.




