Memasuki awal tahun 2026, pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) kembali menyalurkan berbagai bantuan sosial (bansos) reguler, salah satunya Program Keluarga Harapan (PKH). Bantuan ini diberikan secara bertahap setiap triwulan untuk jutaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia, yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Triwulan I PKH 2026 mencakup bulan Januari, Februari, dan Maret 2026. Bagi masyarakat yang ingin memastikan apakah namanya terdaftar sebagai penerima PKH triwulan I, pengecekan bisa dilakukan secara online melalui HP, baik lewat website resmi Kemensos maupun aplikasi Cek Bansos.
Penyaluran Bansos PKH 2026
PKH merupakan bansos bersyarat yang diberikan kepada keluarga kurang mampu.
Penerima wajib memenuhi sejumlah ketentuan, seperti:
- Ibu hamil rutin memeriksakan kehamilan.
- Anak mendapatkan imunisasi lengkap.
- Anak usia sekolah tetap bersekolah.
Penyaluran PKH dilakukan melalui bank Himbara (BRI, BNI, Mandiri, BTN) atau kantor pos, bergantung wilayah. Bantuan diterima secara nontunai melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) atau diambil langsung sesuai aturan daerah masing-masing.
Jadwal Pencairan PKH 2026
Pencairan PKH dilakukan setiap triwulan:
- Triwulan I: Januari – Maret 2026
- Triwulan II: April – Juni 2026
- Triwulan III: Juli – September 2026
- Triwulan IV: Oktober – Desember 2026
Tanggal pasti pencairan berbeda-beda di tiap daerah. Untuk kepastian, masyarakat dapat menanyakan langsung ke kelurahan atau pendamping bansos setempat.
Cara Cek Penerima PKH 2026
Masyarakat bisa memastikan status penerima PKH triwulan I 2026 melalui dua cara resmi:
-
-
Via Website Kemensos
- Buka situs resmi: https://cekbansos.kemensos.go.id
- Pilih data wilayah sesuai KTP: provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa/kelurahan
- Masukkan nama lengkap sesuai KTP
- Isi kode captcha
- Klik tombol Cari Data
- Hasil pencarian akan menampilkan:
- Nama penerima
- Usia
- Jenis bantuan (PKH)
- Status penerima (YA atau TIDAK)
- Periode pencairan (JAN–MAR 2026)
- Status “YA” menandakan bantuan sudah disetujui dan sedang diproses pencairannya.
-
-
Via Aplikasi Cek Bansos Kemensos
- Unduh aplikasi Cek Bansos di Play Store (Android) atau App Store (iPhone)
- Buka aplikasi dan pilih menu Cek Bansos
- Masukkan data sesuai KTP: provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, desa/kelurahan, dan nama lengkap
- Jawab pertanyaan verifikasi
- Klik tombol Cari Data
Selain menampilkan data yang sama seperti website, aplikasi ini memberikan notifikasi real-time dan memungkinkan pengguna melihat riwayat bantuan atau mengajukan sanggahan data.
Besaran Bansos PKH 2026
Bantuan PKH diberikan berdasarkan kategori penerima:
- Ibu hamil/nifas: Rp750.000 per tahap
- Anak usia dini (0–6 tahun): Rp750.000 per tahap
- Siswa SD: Rp225.000 per tahap
- Siswa SMP: Rp375.000 per tahap
- Siswa SMA: Rp500.000 per tahap
- Lansia 60 tahun ke atas: Rp600.000 per tahap
- Penyandang disabilitas berat: Rp600.000 per tahap
Total bantuan setiap keluarga berbeda-beda, tergantung jumlah kategori yang terdaftar dalam KKS.
Target Penerima PKH 2026
Pemerintah menargetkan sekitar 10 juta KPM untuk menerima PKH 2026. Seluruh penyaluran mengacu pada DTSEN, memastikan bantuan tepat sasaran, menghindari data ganda, dan memprioritaskan masyarakat yang paling membutuhkan.
Pentingnya Mengecek Status PKH
Mengecek status PKH secara rutin melalui website atau aplikasi resmi Kemensos membantu masyarakat:
- Memastikan namanya terdaftar sebagai penerima
- Mengetahui periode pencairan bansos
- Menghindari hoaks dan penipuan terkait bantuan sosial
Bagi yang belum muncul datanya, disarankan menghubungi pendamping sosial atau kelurahan/desa setempat.
Penutup
Pengecekan PKH triwulan I 2026 menjadi langkah penting agar bantuan sosial dari pemerintah bisa diterima tepat waktu. Dengan memahami cara cek, jadwal pencairan, dan besaran bantuan, KPM dapat memanfaatkan bantuan secara optimal sesuai kebutuhan keluarga.




