Cek Fakta Link Bansos: Waspada Tautan Palsu dari Grup WA
Dalam beberapa minggu terakhir, pesan berantai berisi link pencairan bansos kembali marak beredar di berbagai grup WhatsApp. Banyak orang yang tergiur untuk membuka tautan tersebut karena judulnya mengklaim bahwa penerima bisa langsung mengecek pencairan hanya dengan mengisi data diri.
Namun, hasil penelusuran menunjukkan sebagian tautan itu palsu dan tidak berasal dari situs resmi pemerintah. Masyarakat perlu lebih berhati-hati, karena link palsu berpotensi mencuri data dan merugikan penerima bansos.
Penipu memanfaatkan kepanikan masyarakat yang sedang menunggu pencairan, sehingga mereka lebih mudah percaya tanpa memeriksa sumber tautan.
Modus Link Bansos di Grup WhatsApp
Penipuan melalui tautan bansos biasanya hadir dalam format yang tampak meyakinkan. Pesan sering disebarkan oleh anggota grup tanpa mengecek kebenaran sumbernya.
Modus yang digunakan penipu semakin rapi sehingga orang awam sulit membedakan mana yang resmi dan mana yang palsu.
- Pelaku menyebar link yang meniru tampilan situs resmi Kemensos.
- Mereka meminta penerima memasukkan NIK, nama lengkap, hingga nomor WhatsApp.
- Setelah data terisi, sistem palsu menampilkan “Selamat Anda terdaftar menerima bansos!” untuk memancing korban.
- Data korban kemudian dikumpulkan untuk kepentingan phising, penawaran pinjol ilegal, atau penipuan lainnya.
Cara Mengenali Link Bansos Palsu
Tidak semua tautan dengan embel-embel “bansos” bisa dipercaya. Ada beberapa ciri umum yang dapat membantu masyarakat mengidentifikasi link palsu lebih cepat.
Semakin cepat masyarakat mengenali tanda-tanda ini, semakin kecil kemungkinan mereka terkena penipuan.
- Domain tidak menggunakan .go.id, padahal website pemerintah wajib memakai domain resmi.
- Tampilan situs tidak memiliki logo, struktur, dan warna identitas Kemensos yang benar.
- Ada ajakan untuk membagikan link ke 5–20 grup lain agar bisa “membuka kunci pencairan”. Ini adalah ciri khas scam.
- Proses verifikasi terlalu mudah, tidak ada captcha, dan langsung menyatakan penerima “berhak”.
Situs Resmi untuk Mengecek Status Bansos
Satu-satunya platform valid untuk mengecek data bansos adalah yang dikelola langsung oleh Kementerian Sosial. Masyarakat tidak perlu membuka link dari WA, media sosial, atau broadcast tanpa sumber.
Dengan memanfaatkan situs dan aplikasi resmi, pengecekan menjadi lebih aman.
- Gunakan situs resmi: cekbansos.kemensos.go.id
- Akses aplikasi resmi “Cek Bansos” di Play Store.
- Dapatkan info bansos melalui kanal resmi Kemensos seperti Instagram, Facebook, dan web kementerian.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Terlanjur Mengisi Link Palsu
Bagi penerima yang sudah terlanjur memasukkan data pribadi ke situs mencurigakan, masih ada langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko penyalahgunaan.
- Bertindak cepat dapat mencegah data Anda dimanfaatkan untuk tujuan penipuan.
- Segera ubah PIN kartu ATM/KKS jika sebelumnya pernah dibagikan ke pihak lain.
- Blokir nomor yang menghubungi Anda mencurigai meminta data tambahan.
- Laporkan tautan palsu ke report phishing melalui kementerian atau kepolisian siber.
- Informasikan ke anggota keluarga agar tidak mengakses link serupa.
Kesimpulan
Peredaran link palsu bansos di grup WhatsApp semakin mengkhawatirkan karena menyasar masyarakat yang berharap bantuan sosial. Tautan tersebut dibuat menyerupai situs resmi agar penerima tidak curiga, padahal tujuannya mencuri data pribadi.
Untuk menghindari penipuan, masyarakat harus lebih teliti sebelum mengklik tautan apa pun, selalu memeriksa domain, dan memastikan informasi berasal dari kanal resmi pemerintah.
Kewaspadaan digital kini menjadi kebutuhan penting agar masyarakat tetap aman dan tidak menjadi korban scam yang memanfaatkan isu bansos.




