Pemerintah terus memperbaiki sistem penyaluran bantuan sosial agar lebih tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan. Salah satu langkah penting yang kini diterapkan adalah penggunaan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis utama penentuan penerima bantuan.
Melalui DTSEN, kondisi ekonomi keluarga dipetakan ke dalam kelompok desil, mulai dari desil terendah hingga tertinggi. Posisi desil inilah yang menjadi acuan utama dalam menentukan kelayakan seseorang untuk menerima berbagai program bantuan, mulai dari bansos reguler hingga bantuan pendidikan seperti KIP Kuliah.
Dengan kata lain, desil tidak hanya menentukan dapat atau tidaknya bansos, tetapi juga sangat berpengaruh terhadap peluang lulusan SMA/SMK dari keluarga kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi melalui jalur bantuan pemerintah.
Apa Itu Desil dalam DTSEN?
Desil adalah sistem pengelompokan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi. Pemerintah membagi data penduduk menjadi 10 kelompok, masing-masing mewakili 10 persen populasi, dari yang paling miskin hingga paling mampu.
Semakin rendah posisi desil, semakin besar peluang keluarga tersebut mendapatkan bantuan sosial dan program perlindungan pemerintah.
Syarat Penerima Bantuan Sosial Berdasarkan Desil
Mengacu pada kebijakan terbaru Kementerian Sosial, penerima bansos diprioritaskan bagi keluarga dengan kriteria berikut:
- Terdaftar dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN)
- Masuk desil 1–4 untuk Program Keluarga Harapan (PKH)
- Masuk desil 1–5 untuk BPNT/Program Sembako dan PBI-JK
- Memiliki NIK valid dan terverifikasi
- Bukan ASN, TNI, Polri, pejabat negara, atau pegawai BUMN/BUMD
- Tidak memiliki anggota keluarga dengan profesi tersebut
Kriteria ini diterapkan untuk memastikan bantuan benar-benar menyasar kelompok rentan dan tidak tumpang tindih.
Syarat Desil untuk Penerima KIP Kuliah 2026
Untuk KIP Kuliah 2026, posisi desil juga menjadi faktor penting dalam seleksi administrasi. Adapun syarat utamanya meliputi:
- Terdaftar dalam desil 1 sampai 4, atau maksimal desil 5 sebagai cadangan
- Siswa kelas XII atau lulusan tahun 2026
- Lulus seleksi masuk perguruan tinggi
- Memiliki prestasi akademik atau non-akademik (jika ada)
- Data desil yang sesuai akan sangat menentukan kelolosan pada tahap awal seleksi KIP Kuliah.
Cara Cek Desil DTSEN Melalui Website BPS
Sebelumnya, masyarakat sempat bisa mengecek posisi desil melalui situs resmi BPS dengan langkah berikut:
- Buka browser di HP atau laptop
- Akses dtsen.web.bps.go.id
- Masukkan NIK sesuai KTP
- Isi kode captcha
- Klik Cari
Namun saat ini, layanan tersebut ditutup sementara.
Website Cek Desil BPS Ditutup Sementara
Saat diakses, laman dtsen.web.bps.go.id kini hanya menampilkan pemberitahuan:
“SE2026, terima kasih atas kepedulian terhadap layanan BPS, halaman web ini sedang dikembangkan untuk layanan yang lebih baik.”
Seperti yang dikutip dari klarifikasi resmi BPS via laman Dukuhdungus, layanan tersebut masih dalam tahap pengembangan dan belum dirilis secara permanen untuk publik. Hingga kini, belum ada informasi resmi kapan fitur cek desil via website BPS akan dibuka kembali.
Cara Cek Desil Bansos dan KIP Kuliah Lewat Aplikasi Kemensos
Sebagai alternatif, masyarakat dapat mengecek status bantuan dan desil melalui Aplikasi Cek Bansos Kemensos, yang terhubung langsung dengan database DTSEN.
Langkah-langkahnya sebagai berikut:
- Unduh Aplikasi Cek Bansos di Play Store atau App Store
- Setelah aplikasi ternstal, buat akun baru dengan data sesuai KTP
- Login ke aplikasi
- Pilih menu Profil
Informasi status bantuan dan kategori desil akan ditampilkan
Jika belum terdaftar, masyarakat bisa mengajukan pendataan melalui aplikasi atau langsung ke kelurahan dengan membawa KTP, KK, dan surat keterangan tidak mampu.
Arti Desil 1–10 dalam DTSEN
Berikut gambaran singkat arti masing-masing desil:
- Desil 1: Miskin ekstrem, prioritas utama semua bansos
- Desil 2: Miskin, sangat diprioritaskan
- Desil 3: Hampir miskin
- Desil 4: Rentan miskin
- Desil 5: Pas-pasan, masih berpeluang bantuan tertentu
- Desil 6–10: Kelompok menengah hingga sangat mampu, umumnya tidak menerima bansos
Posisi desil bersifat dinamis dan dapat berubah sesuai pembaruan data.
Jika Desil Terlalu Tinggi, Apa yang Harus Dilakukan?
Ketidaksesuaian desil sering terjadi akibat data belum diperbarui. Jika kondisi ekonomi menurun namun desil masih tinggi, masyarakat bisa:
- Mengajukan usul perbaikan di Aplikasi Cek Bansos
- Datang ke kelurahan/desa untuk pembaruan data melalui musyawarah
Proses verifikasi memerlukan waktu, sehingga bagi calon mahasiswa KIP Kuliah 2026, pembaruan data sebaiknya dilakukan sejak dini agar tidak terkendala saat pendaftaran.
Referensi: https://dukuhdungus.id/cara-cek-desil-bansos-dan-kip-kuliah-2026-via-web-bps-dan-aplikasi-kemensos/




