Memasuki bulan Maret 2026, masyarakat mulai mencari informasi mengenai status pencairan Program Keluarga Harapan (PKH). Program bantuan sosial ini menjadi salah satu yang paling dinantikan karena menyasar keluarga kurang mampu dengan kategori tertentu, seperti ibu hamil, balita, anak sekolah, lansia, dan penyandang disabilitas berat.
Untuk memastikan apakah bantuan sudah cair atau apakah seseorang masih terdaftar sebagai penerima, pemerintah menyediakan layanan pengecekan online yang dapat diakses dengan mudah melalui HP. Proses pengecekannya cepat, praktis, dan cukup menggunakan NIK yang ada di KTP. Artikel ini akan membahas bagaimana cara pengecekan bansos PKH melalui layanan resmi yang telah disediakan pemerintah. Simak pembahasan berikut ini.
PKH Maret 2026 Mulai Disalurkan
PKH merupakan salah satu program bantuan reguler yang dijadwalkan cair dalam beberapa tahap setiap tahunnya. Pada periode Maret 2026, penyaluran PKH kembali dilakukan sebagai bagian dari tahap pertama penyaluran bantuan.
Berikut adalah rincian tahapan penyaluran bansos :
- Tahap 1: Januari–Maret 2026
- Tahap 2: April–Juni 2026
- Tahap 3: Juli–September 2026
- Tahap 4: Oktober–Desember 2026
Karena penyaluran dilakukan secara bertahap dan berbeda setiap daerah, masyarakat dianjurkan untuk melakukan pengecekan secara mandiri.
Penerima PKH akan mendapatkan besaran bantuan yang bervariasi tergantung kategori, mulai dari bantuan untuk pendidikan anak sekolah, kebutuhan balita, hingga dukungan untuk lansia dan penyandang disabilitas.
Rinciannya sebagai berikut :
- Ibu hamil: Rp 3 juta/tahun (Rp 750.000/tahap)
- Anak usia dini: Rp 3 juta/tahun (Rp 750.000/tahap)
- Siswa SD: Rp 900.000/tahun (Rp 225.000/tahap)
- Siswa SMP: Rp 1,5 juta/tahun (Rp 375.000/tahap)
- Siswa SMA: Rp 2 juta/tahun (Rp 500.000/tahap)
- Disabilitas berat: Rp 2,4 juta (Rp 600.000/tahap)
- Lanjut usia 60+: Rp 2,4 juta/tahun (Rp 600.000/tahap)
- Korban pelanggaran HAM berat: Rp 10,8 juta/tahun (Rp 2,7 juta/tahap).
Cara Mudah Cek Bansos PKH Secara Online
Pengecekan PKH Maret 2026 kini bisa dilakukan melalui situs resmi Kemensos tanpa harus datang ke kantor desa atau menunggu informasi dari pendamping. Pemerintah menyediakan sistem yang bisa diakses oleh semua masyarakat untuk memeriksa status penerima dan memastikan apakah nama mereka terdaftar.
Dilansir dari laman detik.com, Berikut langkah langkahnya:
Cek Melalui Aplikasi Cek Bansos Kemensos
- Download aplikasi Cek Bansos di Play Store (Android) atau App Store (iOS)
- Buka aplikasi dan lakukan registrasi menggunakan nomor handphone aktif
- Verifikasi akun melalui kode OTP yang dikirim via SMS
- Login ke aplikasi dengan akun yang sudah dibuat
- Pilih menu “Cek Bansos” di dashboard
- Masukkan NIK atau nama lengkap sesuai KTP
- Pilih lokasi domisili (provinsi, kota, kecamatan, kelurahan)
- Tekan tombol “Cek” untuk melihat hasil
Aplikasi ini juga memungkinkan pengguna untuk mengajukan usulan sebagai calon penerima bansos jika memenuhi kriteria.
Cek Melalui Web cekbansos.kemensos.go.id
- Akses laman pencarian di cekbansos.kemensos.go.id via peramban
- Masukkan deret angka NIK sesuai data KTP.
- Ketik huruf kode keamanan yang tampil pada layar. Warga bisa menekan ikon penyegar (refresh) apabila kode tidak terbaca.
- Tekan tombol bertuliskan ‘CARI DATA’.
- Sistem akan menampilkan rincian nama, kelompok desil, beserta status penetapan penerima kemensos bansos.
Kesimpulan
Pengecekan PKH Maret 2026 kini semakin mudah dan transparan berkat layanan online yang bisa diakses kapan saja. Penerima bantuan diharapkan rutin memeriksa status mereka agar tidak ketinggalan informasi mengenai jadwal pencairan dan proses verifikasi. Pemerintah terus mendorong penggunaan sistem digital ini untuk memastikan bansos tepat sasaran dan mempermudah masyarakat dalam mendapatkan informasi secara cepat dan terpercaya.
Sumber referensi
https://www.detik.com/sumbagsel/berita/d-8401786/link-cek-bansos-pkh-bpnt-maret-2026-di-https-cekbansos-kemensos-go-id




