Pemerintah mulai menyalurkan bantuan sosial reguler PKH dan BPNT tahap pertama 2026 bagi 18 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia. Artikel ini menjelaskan jadwal, nominal, skema penyaluran, dan cara cek penerima bansos agar kamu bisa memastikan hakmu tepat sasaran.
Skema Pencairan Bansos PKH dan BPNT 2026
Penyaluran bantuan sosial tahap pertama tahun 2026 masih menggunakan skema lama, yaitu melalui rekening bank Himbara dan PT Pos Indonesia. Skema ini bertujuan memastikan bantuan sampai ke tangan KPM, termasuk bagi mereka yang belum memiliki rekening bank.
Penyaluran Berdasarkan Wilayah
Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat: Bansos reguler sudah cair lebih awal, sebagai langkah percepatan pemulihan ekonomi bagi warga terdampak bencana.
Wilayah lain: Pencairan menunggu validasi dan pemutakhiran data rekening melalui Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG), untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Bantuan Tambahan untuk Wilayah Terdampak Bencana
Bagi KPM di tiga provinsi Sumatera tersebut, pemerintah menyalurkan bantuan tambahan:
- Santunan ahli waris: hingga Rp15 juta.
- Jaminan Hidup (Jadup): Rp450.000 per jiwa selama tiga bulan.
Rincian Nominal Bansos PKH dan BPNT Tahap I 2026
Berikut ini gambaran nominal bansos PKH dan BPNT Tahap 1 dilansir dar laman Tirto.id
Besaran PKH
PKH merupakan bantuan bersyarat, dengan nominal disesuaikan kategori anggota keluarga:
- Ibu hamil: Rp750.000 per tahap
- Anak usia dini (0–6 tahun): Rp750.000 per tahap
- Anak SD/sederajat: Rp225.000 per tahap
- Anak SMP/sederajat: Rp375.000 per tahap
- Anak SMA/sederajat: Rp500.000 per tahap
- Lansia ≥70 tahun: Rp600.000 per tahap
- Penyandang disabilitas: Rp600.000 per tahap
PKH dibayarkan empat tahap selama satu tahun, untuk mendukung kesehatan, pendidikan, dan gizi keluarga.
Besaran BPNT
BPNT diberikan sama untuk semua KPM, yaitu:
- Rp200.000 per bulan, dicairkan per triwulan dalam bentuk saldo elektronik untuk belanja kebutuhan pangan di e-warong yang ditentukan.
Cara Cek Status Penerima Bansos PKH dan BPNT 2026
Agar kamu yakin menerima bantuan, penting untuk memeriksa status kepesertaan secara mandiri. Berikut langkah-langkahnya:
- Siapkan KTP sebagai data acuan.
- Akses situs resmi: cekbansos.kemensos.go.id
- Pilih wilayah domisili dari provinsi hingga desa/kelurahan.
- Masukkan nama lengkap sesuai KTP.
- Ketik kode captcha untuk verifikasi keamanan.
- Klik tombol “Cari Data”.
Sistem akan menampilkan:
- Status kepesertaan.
- Jenis bantuan (PKH atau BPNT).
- Periode pencairan.
Jika kamu belum tercatat dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), kemungkinan belum terdaftar.
Solusi Jika Belum Terdaftar
- Laporkan ke perangkat desa/kelurahan setempat.
- Pengusulan data dilakukan melalui musyawarah desa/kelurahan, lalu diverifikasi dan divalidasi oleh Kementerian Sosial.
Penutup
Penyaluran bansos PKH dan BPNT tahap pertama 2026 akan dimulai Februari bagi 18 juta KPM di seluruh Indonesia. Pastikan kamu cek status penerimaan melalui DTSEN agar bantuan tepat sasaran.
Pemerintah juga memberikan bantuan tambahan bagi wilayah terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dengan pemahaman ini, kamu bisa memastikan hakmu terpenuhi dan tetap memantau proses penyaluran bantuan.
sumber: https://tirto.id/cek-bansos-pkh-dan-bnpt-yang-cair-februari-untuk-18-juta-kpm-hqaF




