Memasuki awal tahun 2026, pemerintah kembali menyalurkan bantuan sosial PKH dan BPNT tahap I yang dijadwalkan mulai cair pada bulan Februari. Informasi mengenai status penerima dan mekanisme pencairan menjadi hal penting bagi masyarakat agar tidak ketinggalan bantuan.
Oleh karena itu, mengetahui cara cek bansos PKH dan BPNT 2026 secara tepat dapat membantu memastikan apakah nama kamu terdaftar sebagai penerima manfaat pada tahap penyaluran ini.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa penyaluran bantuan sosial telah mulai dilakukan. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pencairan tidak berlangsung serentak untuk seluruh penerima manfaat.
“Sekarang sudah proses penyaluran. Nah, nanti pada bulan April dievaluasi. Ada perubahan daftar, karena dinamis dan terus diperbaharui,” ujar Saifullah Yusuf saat memberikan keterangan di Jakarta, Rabu (28/1/2026) dilansir oleh kompas.tv.
Besarnya jumlah penerima bantuan membuat pemerintah menerapkan skema pencairan secara bertahap. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk rutin memantau status bansos guna memastikan apakah dana sudah masuk dan dapat dicairkan.
Cara Mengecek Bansos PKH dan BPNT 2026
Untuk memudahkan masyarakat, Kementerian Sosial menyediakan layanan pengecekan bansos secara online yang bisa diakses melalui ponsel maupun komputer.
Langkah-langkah pengecekan sebagai berikut:
- Akses situs resmi cekbansos.kemensos.go.id.
- Lengkapi data wilayah sesuai KTP, mulai dari provinsi hingga desa/kelurahan.
- Masukkan nama lengkap sesuai identitas kependudukan.
- Isi kode captcha yang tertera.
- Klik menu “Cari Data” untuk melihat hasil pencarian.
Apabila terdaftar, sistem akan menampilkan jenis bantuan yang diterima serta periode penyalurannya.
Data Penerima Bersifat Dinamis
Pemerintah menekankan bahwa data penerima bansos dapat berubah sewaktu-waktu. Pemutakhiran data dilakukan melalui proses verifikasi dan validasi oleh petugas di daerah.
Beberapa faktor yang memengaruhi perubahan data antara lain kelahiran, kematian, perpindahan tempat tinggal, hingga perubahan kondisi sosial ekonomi keluarga. Karena itu, penerima pada tahap sebelumnya belum tentu kembali mendapatkan bantuan pada tahap berikutnya.
Evaluasi lanjutan terhadap data penerima dijadwalkan berlangsung pada April 2026 untuk menentukan kelanjutan penyaluran bansos.
Besaran Bantuan BPNT
Kemensos menetapkan nilai bantuan BPNT sebesar Rp200.000 per bulan. Pada penyaluran tahap pertama (triwulan I), setiap keluarga penerima manfaat akan memperoleh total Rp600.000.
Dana tersebut ditujukan untuk membantu kebutuhan pangan sekaligus menjaga daya beli masyarakat di awal tahun.
Rincian Bantuan PKH 2026
Besaran bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) disesuaikan dengan kategori anggota keluarga, dengan rincian sebagai berikut:
- Ibu hamil dan anak usia 0–6 tahun: Rp750.000 per tahap
- Siswa SD: Rp225.000 per tahap
- Siswa SMP: Rp375.000 per tahap
- Siswa SMA: Rp500.000 per tahap
- Lansia dan penyandang disabilitas: Rp600.000 per tahap
- Korban pelanggaran HAM berat: Rp2.700.000 per tahap
Penyaluran bantuan ini mengacu pada Keputusan Direktur Jaminan Sosial Nomor 59.3.4/HK.01.1 Tahun 2025.
Dengan sistem pencairan yang dilakukan secara bertahap, masyarakat diimbau untuk aktif mengecek status bansos melalui laman resmi Kemensos agar tidak tertinggal informasi penting terkait PKH dan BPNT tahun 2026.
Kesimpulan
Penyaluran bansos PKH dan BPNT tahun 2026 telah mulai berjalan dan dilakukan secara bertahap karena jumlah penerima yang sangat besar. Pemerintah melalui Kementerian Sosial terus melakukan pemutakhiran data agar bantuan tepat sasaran, sehingga daftar penerima dapat berubah sesuai hasil evaluasi dan verifikasi di lapangan.
Sumber
https://www.kompas.tv/info-publik/649161/cara-cek-bansos-pkh-dan-bpnt-2026-penyaluran-tahap-i-mulai-februari?page=all#goog_rewarded




