Di tahun 2026 ini, Bank Indonesia (BI) kembali menyiapkan layanan penukaran uang baru Lebaran 2026 untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri. Melalui program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri (Serambi) 2026, BI menyiapkan uang tunai layak edar sebesar Rp185,6 triliun.
Dilansir dari ekonomi.bisnis.com, Deputi Gubernur BI, Ricky P. Gozali, menjelaskan bahwa jumlah uang tunai yang disiapkan meningkat dibanding tahun sebelumnya. Hal ini sejalan dengan proyeksi meningkatnya aktivitas ekonomi, mobilitas masyarakat, dan konsumsi rumah tangga selama Lebaran.
“Dari total Rp185,6 triliun, sebanyak Rp177 triliun dialokasikan untuk kebutuhan perbankan, termasuk penarikan tunai melalui ATM dan kantor cabang,” kata Ricky, dikutip Sabtu (14/2/2026). Sementara itu, untuk layanan penukaran uang baru langsung, BI menyediakan dana khusus sebesar Rp8,6 triliun, dengan batas maksimal penukaran Rp5,3 juta per paket.
Lokasi Penukaran Uang Baru Lebaran 2026
Untuk memudahkan masyarakat dan menghindari antrean panjang, BI bersama perbankan menyiapkan 2.883 titik lokasi dengan 8.755 layanan penukaran di seluruh Indonesia.
Layanan mencakup:
- Kas keliling
- Kantor bank umum
- Titik strategis seperti rumah ibadah dan pusat keramaian
Khusus warga DKI Jakarta, BI mengadakan layanan penukaran terpadu di GBK Basketball Hall, Senayan, pada 12–15 Maret 2026.
Cara Penukaran Uang Baru Lebaran 2026
BI mewajibkan masyarakat melakukan pemesanan jadwal dan lokasi penukaran melalui aplikasi PINTAR agar layanan lebih tertib dan adil.
Pembukaan kuota penukaran dibagi menjadi dua tahap:
Tahap I:
- Pulau Jawa: 13 Februari 2026, pukul 14.00 WIB
- Luar Pulau Jawa: 14 Februari 2026, pukul 08.00 WIB
Tahap II:
- Pulau Jawa: 26 Februari 2026, pukul 08.00 WIB
- Luar Pulau Jawa: 27 Februari 2026, pukul 08.00 WIB
Tips Aman Bertransaksi Selama Lebaran
Selain menyiapkan uang baru, BI mendorong masyarakat memaksimalkan transaksi digital yang cepat, murah, dan aman, seperti:
- Mobile banking
- Internet banking
- BI-FAST
- QRIS
BI juga mengingatkan pentingnya mengenali keaslian uang Rupiah dengan metode 3D: Dilihat, Diraba, Diterawang. Untuk menjaga kondisi fisik uang, terapkan prinsip 5J: Jangan dilipat, Jangan dicoret, Jangan diremas, Jangan distapler, dan Jangan dibasahi.
Dengan mengikuti panduan cara tukar uang baru Lebaran 2026 ini, masyarakat dapat memperoleh uang baru secara aman, tertib, dan nyaman menjelang Hari Raya.
Kesimpulan
Bank Indonesia (BI) telah menyiapkan layanan tukar uang baru Lebaran 2026 dengan total Rp185,6 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri. Dengan 2.883 lokasi penukaran di seluruh Indonesia dan sistem pemesanan melalui aplikasi PINTAR, masyarakat dapat menukar uang secara tertib dan aman. Disarankan juga memanfaatkan transaksi digital dan mengikuti tips 3D dan 5J untuk memastikan keamanan dan kondisi uang tetap baik.
Sumber
https://ekonomi.bisnis.com/read/20260214/9/1952920/panduan-cara-tukar-uang-baru-lebaran-2026-bi-siapkan-rp1856-triliun




