Cara sholat tarawih sendiri 11 rakaat menjadi salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan untuk menghidupkan malam di bulan Ramadhan.
Ibadah ini dapat dilakukan secara mandiri (munfarid) di rumah dan tetap sah menurut syariat, serta memiliki keutamaan besar bagi yang mengerjakannya dengan iman dan penuh keikhlasan.
Melaksanakan tarawih sendiri memberi kesempatan untuk beribadah dengan lebih tenang, mengatur bacaan sesuai kemampuan, serta menjaga kekhusyukan tanpa terburu-buru mengikuti imam di masjid.
Dengan tata cara yang benar, mulai dari niat hingga witir, umat Muslim tetap bisa meraih pahala maksimal.
Tata Cara Sholat Tarawih Sendiri 11 Rakaat
Pelaksanaan tarawih 11 rakaat biasanya dilakukan dengan pola 2 rakaat salam sebanyak 4 kali (8 rakaat), lalu ditutup dengan shalat witir 3 rakaat.
- Niat Sholat Tarawih
Niat dilakukan dalam hati sebelum takbiratul ihram.
Lafal Niat:- Arab:
أُصَلِّي سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى - Latin:
Ushallī sunnatat tarāwīḥi rak‘ataini lillāhi ta‘ālā -
Artinya:
“Aku niat sholat sunnah tarawih dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
- Arab:
- Takbiratul Ihram
Mengangkat kedua tangan sambil mengucapkan Allahu Akbar sebagai tanda dimulainya sholat. - Membaca Doa Iftitah (Sunnah)
Disunnahkan membaca doa pembuka sholat sebelum melanjutkan bacaan Al-Fatihah. - Membaca Al-Fatihah
Wajib dibaca pada setiap rakaat karena termasuk rukun sholat. - Membaca Surat Pendek
Setelah Al-Fatihah, dianjurkan membaca ayat atau surat Al-Qur’an. - Ruku’ dengan Thuma’ninah
Membungkuk dengan tenang dan tidak tergesa-gesa. - I’tidal
Bangkit dari ruku’ hingga berdiri tegak. - Sujud Dua Kali
Melakukan dua sujud dengan penuh kekhusyukan sebagaimana sholat biasa. - Tahiyat Akhir dan Salam
Setelah dua rakaat, duduk tahiyat akhir lalu mengucapkan salam. - Ulangi hingga genap 8 rakaat.
Penutup Tarawih: Sholat Witir 3 Rakaat
Setelah selesai 8 rakaat tarawih, lanjutkan dengan shalat witir 3 rakaat sebagai penutup ibadah malam.
Setelah salam, dianjurkan memperbanyak zikir dan doa, memohon ampunan serta keberkahan Ramadhan.
Hukum Sholat Tarawih Sendiri dalam Islam
Sholat tarawih hukumnya sunnah muakkadah (sangat dianjurkan) dan boleh dilakukan:
- Berjamaah di masjid
- Sendiri di rumah (munfarid)
Melaksanakannya secara mandiri tetap mendapatkan keutamaan, bahkan bagi sebagian orang, seperti wanita atau yang memiliki uzur, shalat di rumah dinilai lebih baik karena lebih menjaga ketenangan dan keikhlasan.
Pada masa Rasulullah SAW, sholat malam Ramadhan pernah dilakukan di masjid, lalu beliau melanjutkannya di rumah agar tidak dianggap wajib oleh umatnya. Hal ini menjadi dasar bolehnya tarawih dikerjakan sendiri.
Jumlah Rakaat Tarawih dalam Islam
Jumlah rakaat tarawih memiliki beberapa pendapat ulama, semuanya memiliki landasan kuat:
- 11 rakaat (termasuk witir), Berdasarkan hadis yang menyebut Rasulullah SAW tidak menambah sholat malam lebih dari sebelas rakaat.
- 20 rakaat (ditambah witir menjadi 23 rakaat), Merupakan praktik para sahabat pada masa Khalifah Umar bin Khattab.
Perbedaan ini menunjukkan adanya kelapangan dalam syariat. Umat Islam boleh memilih jumlah rakaat sesuai kemampuan, dengan tetap menjaga kualitas ibadah.
Keutamaan Sholat Tarawih 11 Rakaat di Rumah
Beberapa hikmah melaksanakan tarawih sendiri antara lain:
- Lebih khusyuk dan tidak terburu-buru
- Bebas memilih bacaan yang ingin dipanjangkan
- Menjadi momen munajat pribadi kepada Allah
- Tetap mendapatkan pahala sunnah Ramadhan
- Membantu menjaga keikhlasan dan menghindari riya
Yang terpenting dalam tarawih bukanlah banyaknya rakaat, tetapi ketenangan (thuma’ninah), bacaan Al-Qur’an, dan kehadiran hati dalam beribadah.
Kesimpulan
Cara sholat tarawih sendiri 11 rakaat dapat dilakukan dengan pola 8 rakaat (2 rakaat salam) dan ditutup witir 3 rakaat. Ibadah ini sah dilakukan di rumah, memiliki dasar kuat dalam syariat, dan tetap menghadirkan keutamaan besar selama Ramadhan.
Fokus utama bukan jumlah rakaat, melainkan kekhusyukan, ketenangan, dan keikhlasan dalam mendekatkan diri kepada Allah.




