Pemerintah kembali menyalurkan bantuan sosial melalui program PKH (Program Keluarga Harapan) dan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) pada Maret 2026. Penyaluran ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar, khususnya bagi keluarga yang tergolong kurang mampu. Kabar baiknya, proses pencairan bansos tersebut sudah mulai dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah di Indonesia.
Seiring dengan perkembangan teknologi, masyarakat kini tidak perlu lagi repot datang ke kantor desa atau dinas sosial untuk memastikan status penerimaan bantuan. Cukup dengan memanfaatkan layanan online, Anda sudah bisa mengecek apakah termasuk penerima PKH dan BPNT dengan cara yang praktis, cepat, dan efisien. Hal ini tentu memberikan kemudahan sekaligus meningkatkan transparansi dalam penyaluran bantuan sosial.
Nominal Bansos PKH dan BPNT Maret 2026
Pada penyaluran bansos bulan Maret 2026, penerima Program Keluarga Harapan (PKH) akan mendapatkan bantuan dengan nominal yang berbeda, tergantung kategori penerimanya. Sementara itu, untuk Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), pemerintah memberikan bantuan sebesar Rp200.000 per bulan. Namun dana tersebut biasanya dibayarkan sekaligus untuk tiga bulan, sehingga total yang diterima bisa mencapai Rp600.000 per tahap.
Mengacu pada informasi dari Kementerian Sosial, berikut rincian besaran bantuan PKH berdasarkan kategori penerima:
- Ibu hamil: Rp3.000.000 per tahun (Rp750.000 setiap tahap)
- Anak usia dini: Rp3.000.000 per tahun (Rp750.000 setiap tahap)
- Siswa SD: Rp900.000 per tahun (Rp225.000 setiap tahap)
- Siswa SMP: Rp1.500.000 per tahun (Rp375.000 setiap tahap)
- Siswa SMA: Rp2.000.000 per tahun (Rp500.000 setiap tahap)
- Penyandang disabilitas berat: Rp2.400.000 per tahun (Rp600.000 setiap tahap)
- Lansia usia 60 tahun ke atas: Rp2.400.000 per tahun (Rp600.000 setiap tahap)
- Korban pelanggaran HAM berat: Rp10.800.000 per tahun (Rp2.700.000 setiap tahap)
Jadwal Pencairan Bansos BPNT 2026
Penyaluran bantuan sosial pada tahun 2026 dilakukan secara bertahap setiap tiga bulan. Dengan sistem ini, masyarakat yang terdaftar sebagai penerima manfaat akan menerima bantuan empat kali dalam setahun.
Berikut perkiraan jadwal pencairannya:
- Tahap 1: Januari – Februari – Maret
- Tahap 2: April – Mei – Juni
- Tahap 3: Juli – Agustus – September
- Tahap 4: Oktober – November – Desember
Perlu diketahui, pemerintah biasanya tidak menentukan tanggal pencairan yang benar-benar pasti. Karena itu, penerima disarankan untuk mengecek informasi secara berkala. Pencairan bisa saja dilakukan pada minggu pertama hingga minggu terakhir di bulan penyaluran.
Cara Cek Bansos Maret 2026 Melalui Website
Pengecekan bansos sekarang bisa dilakukan secara online melalui situs resmi Kementerian Sosial. Prosesnya cukup cepat dan hanya memerlukan data identitas sesuai KTP.
Berikut langkah-langkahnya:
- Buka situs https://cekbansos.kemensos.go.id/
- Masukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sesuai KTP
- Pastikan NIK yang dimasukkan sudah benar
- Ketik 4 huruf kode verifikasi yang muncul pada layar
- Jika kode kurang jelas, klik ikon untuk mendapatkan kode baru
- Tekan tombol “CARI DATA”
Sistem kemudian akan menampilkan hasil pencarian. Jika terdaftar sebagai penerima bantuan, status bantuan akan muncul dengan keterangan “YA” pada jenis bantuan yang diterima. Sebaliknya, jika tidak terdaftar maka akan muncul keterangan “Tidak”.
Cara Cek Bansos Maret 2026 Lewat Aplikasi
Selain melalui situs web, pengecekan juga dapat dilakukan menggunakan aplikasi Cek Bansos yang tersedia di Play Store maupun App Store.
Langkah-langkahnya sebagai berikut:
- Unduh dan buka aplikasi Cek Bansos
- Pilih menu “Buat Akun” jika belum memiliki akun
- Isi data diri secara lengkap seperti nama, NIK, alamat, email, dan password
- Unggah foto KTP serta swafoto
- Klik “Buat Akun Baru”
- Jika diminta verifikasi email, buka email dan lakukan konfirmasi
- Setelah berhasil login, buka menu “Profil”
Di halaman profil tersebut akan muncul informasi mengenai jenis bantuan yang diterima. Data penerima ini berasal dari sistem pendataan sosial pemerintah yang dikenal sebagai DTSEN, yang memuat informasi anggota keluarga penerima bantuan seperti nama, usia, jenis kelamin, serta status bantuan yang diterima.
Kesimpulan
Untuk mengetahui apakah seseorang termasuk penerima bantuan atau tidak, masyarakat bisa mengeceknya dengan mudah melalui situs resmi Kemensos atau aplikasi Cek Bansos. Pastikan data yang digunakan sesuai dengan identitas pada KTP dan telah terdaftar dalam sistem DTSEN, sehingga proses pengecekan bisa dilakukan dengan lebih cepat dan akurat.
Sumber
Panduan Cek Bansos Kemensos Maret 2026 Pencairan PKH BPNT, Simak!




