Pemerintah memastikan penyaluran bantuan sosial (bansos) pada Maret 2026 tetap berjalan sesuai jadwal. Memasuki bulan ketiga tahun ini, sejumlah program bantuan mulai dicairkan secara bertahap untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok, apalagi menjelang momen Ramadan yang biasanya diiringi kenaikan harga bahan pangan. Melalui Kementerian Sosial, program seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Program Sembako kembali disalurkan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Penyaluran dilakukan melalui bank-bank Himbara dan PT Pos Indonesia, tergantung mekanisme di masing-masing daerah.
Dilansir dari Kompas.TV, Kementerian Sosial (Kemensos) mencatat realisasi penyaluran bantuan sosial reguler tahap pertama menyentuh angka 90 persen pada awal Maret 2026. Terkait 10 persen kuota yang belum cair, Gus Ipul menyebut, sejumlah keluarga penerima manfaat masih menjalani proses administrasi perbankan. Beruntungnya pada tahun 2026, masyarakat dapat melakukan pengecekkan bansos secara mendiri dirumah melalaui layanan onine resmi dari kementrian sosial. Dengan begini masyarakat tidak perlu repot- repot untuk datang ke kantor dinas setempat untuk menanyakan kapan jadwal pencairan bansos.
Besaran Bansos PKH dan BPNT
PKH
Menurut informasi dari Kementerian Sosial, bansos PKH terdirin dari beberapa kelompok, mulai dari ibu hamil, anak usia dini, anak sekolah, penyandang disabilitas, hingga lanjut usia. Besaran bantuan yang diterima juga berbeda-beda, tergantung kategori yang terdaftar dalam data penerima. Besaran bantuan bervariasi tergantung kategori anggota keluarga:
- Ibu hamil: Rp 3 juta/tahun (Rp 750.000/tahap)
- Anak usia dini: Rp 3 juta/tahun (Rp 750.000/tahap)
- Siswa SD: Rp 900.000/tahun (Rp 225.000/tahap)
- Siswa SMP: Rp 1,5 juta/tahun (Rp 375.000/tahap)
- Siswa SMA: Rp 2 juta/tahun (Rp 500.000/tahap)
- Disabilitas berat: Rp 2,4 juta (Rp 600.000/tahap)
- Lanjut usia 60+: Rp 2,4 juta/tahun (Rp 600.000/tahap)
- Korban pelanggaran HAM berat: Rp 10,8 juta/tahun (Rp 2,7 juta/tahap)
BPNT
BPNT merupakan program bantuan dari pemerintah yang disalurkan kepada sebagian Keluarga Penerima Manfaat (KPM), perlu Kamu tau bahwa bantuan ini berbeda dengan bantuan tunai, BPNT diberikan dalam bentuk saldo elektronik yang masuk ke daalam Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) sebesar Rp200.000 per bulan dalam priode tiga bulan sekali. Saldo tersebut hanya bisa Kamu gunakan untuk membeli bahan pangan tertentu, seperti beras, telur, ikan, daging, hingga sayur-sayuran.
Cara Cek Penerima Bansos Secara Mandiri
Pengecekan status bantuan dapat dilakukan secara mandiri kapan saja melalui ponsel tanpa harus datang ke kantor dinas. Berikut langkah-langkahnya:
Melalui link resmi cek bansos
- Kamu dapat mengakses situs resmi pada ponsel pribadimu di laman web kemensos.go.id
- Masukkan data wilayah tempat Kamu tinggal mulai dari Provinsi, Kabupaten/Kota, kecamatan, hingga Desa/Kelurahan
- Kamu dapat memasukkan nama lengkap orang yang akan kamu cek datanya, pastikan nama lengkap harus sesuai dengan yang tertera di e-KTP
- Ketikan kode huruf (captcha) yang muncul pada kotak layar ponsel Kamu
- Kamu dapat mengklik tombol “CARI DATA”
- Sistem akan menampilkan informasi apakah Kamu terdaftar sebagai penerima bansos atau tidak
Melalui Aplikasi Cek Bansos
Sebelum Kamu mengecek pencairan bansos, Kamu harus mengunduh terlebih dahulu aplikasi Cek Bansos yang terdapat di Appstore atau Play Store pada ponsel pribadimu. Setelah aplikasi terinstal, ikuti langkah-langkah berikut ini:
- Buka Aplikasi Cek Bansos
- Kamu dapat masuk menggunakan username dan password, apabila kamu belum memiliki akun, segara daftar atau buat akun terlebih dahulu dengan mengguankan data diri sesuai dengan KTP dan unggah foto KTP, setelah itu tunggu verifikasi pada akunmu
- Jika Kamu sudah masuk, segera klik menu “Cek Bansos”
- Masukkan data wilayah tempat tinggal mu pada form yang muncul di ayar ponsel milik mu
- Masukkan nama penerima bansos sesuai dengan KTP
- Isi kode verifikasi
- Kamu dapat klik “ Cari Data”
- Tunggu beberapa saat sampai hasil pencocokan data yang Kamu cari dengan daftar penerima muncul
Kesimpulan
Pastikan data kependudukan seperti NIK dan Kartu Keluarga Kamu sudah sesuai agar tidak terkendala saat pencairan. Jika ingin mengetahui status kepesertaan, Kamu dapat mengecek melalui situs resmi Kemensos atau menanyakan langsung kepada aparat desa dan pendamping sosial setempat
Referensi
https://www.kompas.tv/info-publik/654456/cara-cek-siapa-saja-penerima-bansos-maret-2026-kemensos-sebut-sudah-cair-90-persen




