Banyak masyarakat bertanya, mengapa tidak terdaftar sebagai penerima bansos padahal kondisi ekonomi tergolong sulit? Salah satu penyebab utamanya adalah posisi desil DTSEN yang dinilai terlalu tinggi. Pada tahun 2026, penyaluran bantuan sosial seperti PKH dan Sembako masih sangat bergantung pada peringkat desil kesejahteraan yang ditetapkan pemerintah.
Melalui sistem ini, Kementerian Sosial Republik Indonesia hanya menyalurkan bansos kepada keluarga yang masuk Desil 1, Desil 2, Desil 3, dan Desil 4. Artinya, jika seseorang tercatat di Desil 5 atau lebih, maka otomatis tidak masuk kriteria penerima bansos, meskipun kondisi di lapangan bisa saja berbeda.
Apa Itu Desil DTSEN dan Mengapa Sangat Menentukan?
Desil DTSEN adalah peringkat kesejahteraan rumah tangga yang dibagi ke dalam 10 kelompok. Penilaian ini tidak hanya melihat penghasilan, tetapi juga:
- Kepemilikan aset
- Kondisi rumah
- Jenis pekerjaan
- Akses listrik dan air
- Jumlah tanggungan keluarga
Semakin kecil angka desil, semakin rendah tingkat kesejahteraan. Oleh sebab itu, penempatan desil yang tidak akurat dapat membuat masyarakat yang seharusnya berhak justru tidak menerima bansos.
Kenapa Banyak Warga Ingin Menurunkan Desil?
Di lapangan, banyak kasus warga dengan:
- Penghasilan tidak tetap
- Pekerjaan harian lepas
- Kondisi ekonomi menurun pascapandemi
- Tanggungan keluarga besar
Namun masih tercatat di Desil 5 atau 6. Kondisi inilah yang membuat pemerintah membuka mekanisme pembaruan dan penyesuaian desil DTSEN agar data lebih sesuai kondisi riil.
Cara Menurunkan Desil DTSEN Agar Berpeluang Dapat Bansos 2026
Mengutip laporan Kompas.com, ada tiga jalur resmi dan legal yang dapat digunakan masyarakat untuk mengajukan pembaruan desil.
1. Pengajuan Lewat Aplikasi Cek Bansos Kemensos
Cara ini paling praktis dan bisa dilakukan secara mandiri:
- Unduh aplikasi Cek Bansos Kemensos
- Daftar akun menggunakan NIK dan KK
- Ajukan usulan pembaruan data/desil
- Data diverifikasi oleh Pendamping Sosial
- Validasi dilakukan bertahap oleh Kemensos
- Hasil akhir diproses oleh Badan Pusat Statistik (BPS) untuk pemeringkatan ulang desil
2. Melalui Kantor Desa atau Kelurahan
Bagi warga yang tidak familiar dengan aplikasi:
- Datang ke kantor desa/kelurahan
- Bawa fotokopi KTP dan KK
- Jelaskan kondisi ekonomi terbaru
- Operator desa menginput data ke sistem SIKS-NG
- Usulan diverifikasi Dinas Sosial dan Kemensos
- Data diteruskan ke BPS untuk penentuan desil terbaru
3. Mengajukan ke Dinas Sosial Kabupaten/Kota
Alternatif lain adalah mendatangi langsung Dinas Sosial setempat, terutama jika membutuhkan pendampingan atau klarifikasi data lebih lanjut.
Penting: Pengajuan pembaruan desil tidak menjamin pasti turun. Hasil akhir sangat bergantung pada verifikasi lapangan dan kondisi sosial ekonomi terbaru.
Cara Cek Desil DTSEN Secara Mandiri dan Online
Untuk mengetahui posisi desil saat ini, masyarakat bisa mengeceknya sendiri:
- Akses link cekbansos.kemensos.go.id
- Masukkan NIK 16 digit
- Isi kode CAPTCHA
- Klik Cari Data
Sistem akan menampilkan status bansos dan peringkat desil
Pembagian Desil Kesejahteraan Terbaru
Sebagai gambaran, berikut klasifikasi desil yang umum digunakan:
- Desil 1: Sangat miskin
- Desil 2: Miskin
- Desil 3: Hampir miskin
- Desil 4: Rentan miskin
- Desil 5: Pas-pasan
- Desil 6–10: Menengah hingga sejahtera
Pemutakhiran desil dilakukan secara berkala setiap tiga bulan, menggunakan gabungan data DTSEN, Regsosek, dan P3KE.
Penutup
Menurunkan desil DTSEN bukanlah manipulasi data, melainkan upaya pembaruan agar sesuai kondisi nyata. Selama data yang disampaikan jujur, valid, dan bisa diverifikasi, masyarakat berhak mengajukan penyesuaian agar tidak salah sasaran. Dengan data yang tepat, bansos PKH dan Sembako 2026 dapat benar-benar diterima oleh mereka yang paling membutuhkan.
Sumber: https://www.kompas.com/jawa-tengah/read/2026/02/20/121500588/cara-menurunkan-desil-agar-bisa-dapat-bansos-secara-online-dan




