Pemerintah kembali menyalurkan bantuan sosial pada April 2026 yang masuk dalam pencairan tahap kedua. Bantuan yang disalurkan meliputi Program Keluarga Harapan dan Bantuan Pangan Non Tunai atau bantuan sembako.
Program bansos ini merupakan bagian dari anggaran perlindungan sosial tahun 2026 yang totalnya mencapai Rp508,2 triliun. Sebelumnya, pencairan tahap pertama sudah dilakukan sejak Februari 2026.
Untuk bantuan BPNT, setiap penerima mendapatkan Rp200.000 per bulan. Namun pencairannya dilakukan sekaligus untuk tiga bulan, sehingga total yang diterima mencapai Rp600.000.
Jadwal Pencairan Bansos 2026
Jika melihat pola penyaluran sebelumnya, bansos tahun 2026 dibagi dalam empat tahap meliputi:
- Tahap pertama berlangsung pada Januari, Februari, dan Maret
- Tahap kedua berlangsung pada April, Mei, dan Juni
- Tahap ketiga berlangsung pada Juli, Agustus, dan September
- Tahap keempat berlangsung pada Oktober, November, dan Desember
Besaran Bansos PKH 2026
Program Keluarga Harapan tahun 2026 memiliki anggaran sebesar Rp28,7 triliun dan menyasar sekitar 10 juta keluarga penerima manfaat.
Pencairan pada bulan April termasuk dalam tahap kedua. Berikut rincian bantuan yang diberikan:
- Ibu hamil menerima Rp750.000 per tahap.
- Anak usia dini menerima Rp750.000
- Siswa SD menerima Rp225.000
- Siswa SMP menerima Rp375.000
- Siswa SMA menerima Rp500.000
- Lansia usia 60 tahun ke atas menerima Rp600.000
- Penyandang disabilitas berat menerima Rp600.000
Besaran Bansos BPNT
Bantuan BPNT juga tetap disalurkan sesuai jadwal tahapannya. Setiap penerima mendapatkan Rp200.000 per bulan. Pencairan dilakukan tiga bulan sekaligus sehingga total bantuan yang diterima mencapai Rp600.000.
Program ini memiliki anggaran sebesar Rp43,8 triliun dan menyasar 18,3 juta keluarga penerima manfaat. Dana diberikan dalam bentuk saldo elektronik yang digunakan untuk membeli kebutuhan pangan di e Warong atau agen resmi.
Cara Cek Penerima Bansos Lewat HP
Masyarakat bisa mengecek status penerimaan bansos dengan mudah menggunakan ponsel dan KTP. Berikut ini langkahnya:
- Unduh aplikasi Cek Bansos melalui Play Store atau App Store
- Buka aplikasi dan pilih menu cek bansos
- Masukkan data wilayah mulai dari provinsi hingga desa atau kelurahan
- Masukkan nama lengkap sesuai KTP
- Selesaikan verifikasi captcha
- Klik cari data untuk melihat hasil
Jika terdaftar, sistem akan menampilkan jenis bantuan dan status pencairan. Jika tidak, akan muncul keterangan bahwa data tidak ditemukan.
Cara Cek Penerima Bansos Lewat Website
Selain aplikasi, pengecekan juga bisa dilakukan melalui situs resmi. Ini caranya:
- Buka laman cekbansos kemensos go id
- Masukkan data wilayah lengkap sesuai domisili
- Masukkan nama lengkap sesuai KTP
- Isi kode captcha yang muncul
- Klik cari data dan tunggu hasilnya muncul
Sistem DTSEN Jadi Acuan Penyaluran
Saat ini pemerintah menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional sebagai dasar penyaluran bansos.
Melalui sistem ini, masyarakat bisa mengetahui status kesejahteraan atau desil hanya dengan menggunakan NIK.
Waspada Penipuan Terkait Data Bansos
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada pihak yang mengaku bisa mengubah status desil agar mendapatkan bansos.
Penentuan desil sepenuhnya dilakukan oleh Badan Pusat Statistik dan tidak bisa diubah oleh pihak lain.
Ia juga menegaskan bahwa praktik pungutan liar atau manipulasi data sudah tidak boleh terjadi lagi.
Dalam proses pembaruan data, peran pemerintah daerah, perangkat desa, hingga pengurus lingkungan sangat penting untuk memastikan data tetap akurat.
Penutup
Pencairan bansos April 2026 menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga kesejahteraan masyarakat. Dengan memahami jadwal, besaran bantuan, dan cara pengecekan, masyarakat bisa lebih mudah memastikan haknya.
Sumber Referensi
https://economy.okezone.com/read/2026/04/01/320/3209762/cara-cek-penerima-bansos-di-april-2026-blt-rp600-000-cair




