Pemerintah kembali menyalurkan bantuan sosial (bansos) tahap kedua pada April 2026. Program ini mencakup Program Keluarga Harapan (PKH) serta Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau bantuan sembako bagi masyarakat yang memenuhi kriteria.
Penyaluran bansos ini merupakan bagian dari anggaran perlindungan sosial (perlinsos) tahun 2026 yang mencapai Rp508,2 triliun. Pemerintah memastikan distribusi bantuan berjalan sesuai jadwal guna menjaga daya beli masyarakat.
Jadwal Pencairan Bansos 2026
Penyaluran bansos sepanjang tahun 2026 dibagi menjadi empat tahap, yaitu:
- Tahap 1: Januari – Maret
- Tahap 2: April – Juni
- Tahap 3: Juli – September
- Tahap 4: Oktober – Desember
Untuk April 2026, pencairan bansos masuk dalam tahap kedua yang berlangsung hingga Juni.
Rincian Bantuan PKH 2026
Program PKH memiliki anggaran sekitar Rp28,7 triliun dan menyasar 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Besaran bantuan disesuaikan dengan kategori penerima, antara lain:
- Ibu hamil: Rp750.000 per tahap
- Anak usia dini: Rp750.000
- Siswa SD: Rp225.000
- Siswa SMP: Rp375.000
- Siswa SMA: Rp500.000
- Lansia: Rp600.000
- Penyandang disabilitas berat: Rp600.000
Bantuan BPNT Cair Rp600.000
Selain PKH, pemerintah juga menyalurkan bantuan BPNT sebesar Rp200.000 per bulan. Penyaluran dilakukan setiap tiga bulan sekali, sehingga total bantuan yang diterima mencapai Rp600.000.
Program BPNT memiliki anggaran Rp43,8 triliun dan ditujukan kepada 18,3 juta KPM. Bantuan disalurkan dalam bentuk saldo elektronik yang dapat digunakan untuk membeli kebutuhan pangan di e-Warong atau agen resmi.
Cara Cek Penerima Bansos Pakai KTP
Masyarakat dapat mengecek status penerima bansos dengan mudah menggunakan NIK KTP melalui dua cara berikut:
1. Melalui Aplikasi Cek Bansos
- Unduh aplikasi “Cek Bansos” di Play Store atau App Store
- Pilih menu “Cek Bansos”
- Isi data wilayah sesuai domisili
- Masukkan nama lengkap sesuai KTP
- Masukkan kode captcha
- Klik “Cari Data” dan lihat hasilnya
2. Melalui Situs Resmi Kemensos
- Kunjungi situs cekbansos.kemensos.go.id
- Masukkan data wilayah
- Isi nama lengkap sesuai KTP
- Masukkan kode captcha
- Klik “Cari Data”
- Sistem akan menampilkan status penerima bansos
DTSEN Jadi Acuan Penyaluran
Dalam penyaluran bansos 2026, pemerintah menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai acuan utama. Sistem ini memanfaatkan data NIK untuk memastikan bantuan tepat sasaran sesuai tingkat kesejahteraan masyarakat.
Waspada Penipuan Bansos
Masyarakat diminta berhati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan pengurusan bansos, termasuk janji menaikkan status desil. Pemerintah menegaskan bahwa data penerima ditentukan berdasarkan sistem resmi, bukan melalui pihak tertentu.
Peran Pemerintah Daerah
Pemerintah daerah turut berperan dalam memperbarui data penerima bansos. Aparat desa, RT/RW, hingga operator desa dilibatkan untuk memastikan data tetap akurat dan sesuai kondisi di lapangan.
Kesimpulan
Penyaluran bansos April 2026 menjadi bagian dari tahap kedua yang berlangsung hingga Juni. Dengan bantuan PKH dan BPNT yang cair hingga Rp600.000, masyarakat diharapkan dapat terbantu dalam memenuhi kebutuhan dasar.
Proses pengecekan yang mudah serta sistem data terintegrasi membuat penyaluran bansos semakin transparan dan tepat sasaran.
www.bloombergtechnoz.com




