Pemerintah kembali menyalurkan berbagai bantuan sosial (bansos) pada tahun 2026 dengan anggaran perlindungan sosial (perlinsos) yang sangat besar. Agar bantuan tepat sasaran, penyaluran kini mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Melalui sistem ini, kamu bisa mengetahui posisi desil kesejahteraan hanya dengan NIK KTP, baik secara online maupun offline.
DTSEN Jadi Dasar Penyaluran Bansos 2026
Pada 2026, pemerintah menetapkan anggaran perlinsos mencapai Rp508,2 triliun, bahkan berpeluang ditingkatkan hingga Rp1.000 triliun. Besarnya anggaran ini menuntut sistem data yang lebih akurat agar bansos tidak salah sasaran.
Karena itu, Kementerian Sosial RI bersama Badan Pusat Statistik menggunakan DTSEN sebagai satu-satunya rujukan nasional. Lewat DTSEN, status kesejahteraan masyarakat dipetakan lebih detail dan objektif.
Apa Itu Desil Kesejahteraan?
Desil adalah metode pengelompokan tingkat kesejahteraan penduduk ke dalam 10 kelompok, dari desil 1 sampai desil 10. Pengelompokan ini didasarkan pada kondisi sosial ekonomi rumah tangga yang telah diverifikasi pemerintah.
Dengan sistem desil, pertanyaan seperti “kenapa tetangga dapat bansos, saya tidak?” bisa dijelaskan secara data. DTSEN tidak lagi hanya membagi warga menjadi miskin dan tidak miskin, tetapi melihat kondisi ekonomi secara bertingkat.
Pembagian Desil dalam DTSEN
Dalam praktiknya, desil kesejahteraan dibagi sebagai berikut:
Klasifikasi Desil 1–10
- Desil 1: 10 persen penduduk termiskin (miskin ekstrem)
- Desil 2: Kelompok miskin
- Desil 3: Hampir miskin
- Desil 4: Rentan miskin
- Desil 5: Kelompok pas-pasan atau menengah bawah
- Desil 6–10: Kelompok menengah hingga mampu
Kelompok Prioritas Bansos
- Desil 1–4: Prioritas utama penerima bansos
- Desil 5: Masih berpeluang menerima bantuan tertentu
- Desil 6–10: Umumnya tidak menjadi prioritas bansos
Perlu diketahui, status desil bersifat dinamis dan bisa berubah mengikuti pemutakhiran data.
Mengapa DTSEN Lebih Diutamakan?
Penggunaan DTSEN bertujuan mengatasi masalah klasik penyaluran bansos, seperti:
- Bantuan tidak tepat sasaran
- Penerima bansos ganda
- Warga tergolong mampu masih menerima bantuan
Dengan satu basis data nasional, penyaluran bansos menjadi lebih adil, transparan, dan terukur.
Cara Cek Desil Bansos DTSEN Secara Online dan Offline
Kamu tidak perlu datang ke kantor pemerintah untuk mengecek status desil.
Lewat Aplikasi Cek Bansos
- Unduh Aplikasi Cek Bansos Kemensos
- Daftar akun menggunakan NIK, KK, dan data sesuai KTP
- Unggah foto KTP dan swafoto untuk verifikasi
- Login dan cek status desil DTSEN
Aplikasi ini menampilkan data seluruh anggota keluarga dalam satu KK.
Lewat Website Resmi Kemensos
- Akses cekbansos.kemensos.go.id
- Pilih wilayah domisili
- Masukkan nama lengkap sesuai KTP
- Isi kode keamanan dan klik Cari Data
Jika data tersedia, sistem akan menampilkan status kesejahteraan berdasarkan DTSEN.
Cara Cek Desil DTSEN Secara Offline
Bagi kamu yang tidak memiliki akses internet, pengecekan tetap bisa dilakukan secara langsung:
- Datang ke kantor desa atau kelurahan
- Bawa KTP dan Kartu Keluarga
- Petugas akan membantu mengecek status desil sesuai DTSEN
Jenis Bansos Berdasarkan Desil
Status desil sangat memengaruhi jenis bantuan yang bisa diterima:
- Desil 1–4: PKH, Program Sembako/BPNT, ATENSI, dan bansos prioritas
- Desil 1–5: Program Sembako, PBI Jaminan Kesehatan, dan bantuan tertentu
Karena itu, rutin mengecek status desil sangat disarankan agar kamu tidak ketinggalan informasi bansos terbaru.
Mengapa Status Desil Bisa Berubah?
Perubahan status desil bisa terjadi karena beberapa hal, antara lain:
- Pemutakhiran data NIK dan KK
- Perubahan kondisi ekonomi keluarga
- Hasil verifikasi dan validasi lapangan
- Integrasi data lintas instansi
Pemerintah mengimbau masyarakat memastikan data kependudukan selalu akurat dan terbaru agar status DTSEN mencerminkan kondisi sebenarnya.
Penutup
DTSEN menjadi kunci utama penyaluran bansos 2026. Dengan memahami arti desil, pembagiannya, serta cara cek status menggunakan NIK KTP, kamu bisa mengetahui peluang menerima bantuan sosial secara lebih jelas. Lakukan pengecekan secara berkala, baik online maupun offline, agar tidak tertinggal hak bansos yang seharusnya kamu terima.




