Masyarakat kini dapat mengecek status penerima bantuan sosial dengan lebih mudah hanya melalui ponsel. Pemerintah melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia menyediakan layanan daring untuk mengetahui apakah seseorang terdaftar sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH) pada tahun 2026.
Pengecekan ini dapat dilakukan secara mandiri melalui situs resmi pemerintah tanpa harus datang ke kantor desa, kelurahan, atau dinas sosial. Cukup menyiapkandata identitas seperti NIK pada KTP.
Melalui layanan digital tersebut, masyarakat dapat mengetahui status penerima bantuan secara cepat, termasuk jenis bantuan yang diterima serta periode penyalurannya.
Cara Cek Bansos PKH 2026 Lewat HP
Masyarakat dapat memeriksa status penerima bansos PKH secara mandiri melalui situs resmi pemerintah, yaitu cekbansos.kemensos.go.id.
Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan:
- Buka browser di ponsel atau komputer.
- Kunjungi situs cekbansos.kemensos.go.id.
- Masukkan NIK 16 Digit yang tercantum pada e-KTP.
- Ketik kode keamanan atau captcha yang muncul di layar.
- Klik tombol “Cari Data” untuk melihat hasil pencarian.
Setelah proses pencarian selesai, sistem akan menampilkan informasi apakah nama yang dimasukkan terdaftar sebagai penerima bantuan sosial. Jika terdaftar, akan muncul keterangan jenis bantuan yang diterima beserta statusnya.
Apabila data tidak ditemukan, ada kemungkinan nama tersebut belum tercatat dalam database penerima bansos atau data perlu diperbarui melalui pemerintah setempat.
Data yang Perlu Disiapkan
Sebelum melakukan pengecekan bansos, masyarakat disarankan menyiapkan beberapa informasi dasar agar proses pencarian data dapat berjalan dengan lancar.
Berikut data yang biasanya diperlukan:
- NIK 16 Digit sesuai e-KTP
Data yang dimasukkan harus sesuai dengan identitas kependudukan agar sistem dapat mencocokkan informasi dengan database penerima bantuan sosial.
Besaran Bantuan PKH 2026
Nominal bantuan PKH diberikan berdasarkan kategori penerima dalam satu keluarga. Setiap kategori memiliki besaran bantuan yang berbeda.
Dilansir dari kompas.com, berikut beberapa kategori bantuan PKH:
- Ibu hamil atau nifas: Rp750.000 per tahap
- Anak usia dini (0–6 tahun): Rp750.000 per tahap
- Anak sekolah SD: Rp225.000 per tahap
- Anak sekolah SMP: Rp375.000 per tahap
- Anak sekolah SMA: Rp500.000 per tahap
- Lansia usia 60 tahun ke atas: Rp600.000 per tahap
- Penyandang disabilitas berat: Rp600.000 per tahap
Penyaluran bantuan biasanya dilakukan dalam beberapa tahap sepanjang tahun. Dalam satu keluarga, bantuan dapat diterima lebih dari satu komponen apabila memenuhi kriteria yang ditentukan.
Alternatif Cek Melalui Aplikasi
Selain melalui website, masyarakat juga dapat memeriksa status bantuan sosial menggunakan aplikasi resmi dari Kemensos.
- Aplikasi Cek Bansos dapat diunduh melalui Play Store maupun App Store.
- Setelah melakukan registrasi dan verifikasi data, pengguna dapat langsung mengakses fitur pengecekan bansos.
- Melalui aplikasi tersebut, masyarakat juga dapat melihat informasi penerima bantuan dalam satu keluarga serta memperbarui data apabila diperlukan.
Penutup
Kemudahan akses layanan digital membuat masyarakat kini dapat mengecek status bansos PKH dengan lebih cepat dan praktis. Cukup menggunakan ponsel dan koneksi internet, informasi penerima bantuan dapat diketahui tanpa harus datang ke kantor pemerintah.
Namun masyarakat tetap diimbau untuk selalu menggunakan situs atau aplikasi resmi pemerintah agar data pribadi tetap aman. Jika menemukan ketidaksesuaian data, warga dapat melakukan pembaruan melalui pemerintah desa atau dinas sosial setempat.
Dengan memanfaatkan layanan ini secara bijak, masyarakat dapat memperoleh informasi bantuan sosial secara transparan dan akurat.
Sumber Rerefensi
https://www.kompas.tv/info-publik/655807/inilah-cara-cek-bansos-pkh-bpnt-maret-2026-pakai-hp-tanpa-aplikasi-siapkan-2-data-e-ktp#google_vignette




