BSU Kemenag Cair 2026 menjadi kabar gembira bagi ribuan guru honorer dan non-PNS di seluruh Indonesia.
Bantuan Subsidi Upah dari Kementerian Agama ini sangat penting untuk mendukung kesejahteraan guru yang telah mengabdi di berbagai madrasah dan satuan pendidikan agama.
Namun, banyak informasi simpang siur mengenai jadwal pencairan BSU Kemenag 2026 dan mekanisme penyalurannya.
Agar tidak tertinggal, guru honorer wajib memahami alur resmi dan langkah-langkah pengecekan status penerima secara benar.
Estimasi Jadwal BSU Kemenag Cair 2026
Penyaluran BSU Kemenag untuk guru honorer 2026 diperkirakan dilakukan bertahap, dimulai pertengahan tahun anggaran.
Proses awal selalu diawali dengan verifikasi data di sistem Simpatika dan SIAGA Pendis, sebelum Surat Keputusan (SK) penerima diterbitkan oleh Dirjen Pendis.
Berikut estimasi jadwal Pencairan BSU Kemenag 2026:
- Verifikasi Data
- Waktu: Januari – Maret 2026
- Aktivitas: Pemutakhiran data NIK & keaktifan guru
- Status: Proses Awal
- Penerbitan SK
- Waktu: April – Mei 2026
- Aktivitas: Penetapan nama penerima bantuan
- Status: Menunggu
- Pencairan Tahap 1
- Waktu: Juni – Juli 2026
- Aktivitas: Transfer dana ke rekening guru
- Status: Estimasi
- Pencairan Tahap 2
- Waktu: Oktober – November 2026
- Aktivitas: Penyaluran kuota sisa atau pencairan susulan
- Status: Tentatif
Guru honorer wajib memantau status data secara berkala untuk memastikan pencairan BSU Kemenag tidak tertunda karena kesalahan data.
Syarat Penerima BSU Kemenag 2026
Agar lolos verifikasi, calon penerima BSU Kemenag 2026 harus memenuhi kriteria berikut:
- Berstatus guru non-PNS dan non-PPPK.
- Terdaftar aktif di Simpatika atau SIAGA Pendis.
- Memiliki NIK valid dan terintegrasi Dukcapil.
- Gaji di bawah batas tertentu (umumnya Rp3,5 juta atau sesuai UMP).
- Memiliki rekening bank aktif atas nama sendiri.
- Tidak sedang menerima bantuan sejenis (misal Kartu Prakerja atau BSU BPJS Ketenagakerjaan).
- Rutin melakukan verifikasi dan validasi (Verval) data setiap semester.
Jika salah satu syarat tidak terpenuhi, sistem akan menolak pengajuan secara otomatis.
Cara Cek Status Penerima BSU Kemenag 2026
Guru madrasah dapat mengecek status BSU Kemenag melalui Simpatika dengan langkah berikut:
- Buka situs resmi Simpatika Kemenag.
- Login menggunakan akun PTK (User ID PegID/NPK & password).
- Pilih menu Data Bantuan.
- Cek status kelayakan BSU Guru Non-PNS.
- Unduh SK dan SPTJM jika nama tercantum.
Dokumen ini penting sebagai persyaratan pencairan di bank penyalur resmi.
Cara Cek Notifikasi BSU di SIAGA Pendis
Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) di sekolah umum dapat mengecek BSU Kemenag 2026 melalui SIAGA Pendis:
- Login menggunakan Nomor Akun SIAGA dan password.
- Cek menu Data Rekening atau notifikasi bantuan di beranda.
- Pastikan status rekening “Sudah Verval”.
- Cetak notifikasi sebagai bukti untuk pencairan di bank.
Dokumen yang Dibutuhkan Saat Pencairan BSU Kemenag
Untuk pencairan, guru harus membawa dokumen fisik:
- KTP asli dan fotokopi.
- Kartu Keluarga (opsional) dan fotokopi.
- Surat Keterangan Penerima BSU dari Simpatika/SIAGA.
- SPTJM yang sudah materai Rp10.000.
- Buku tabungan aktif (atau baru jika rekening lama hilang).
- NPWP (jika ada, untuk pajak lebih ringan).
Bank penyalur biasanya Himbara (BRI, BNI, Mandiri) atau BSI.
Solusi Jika NIK Tidak Valid
Jika NIK tidak valid, BSU Kemenag tidak akan muncul meski guru memenuhi syarat. Solusinya:
- Periksa kesesuaian NIK dan nama di KTP dan Kartu Kelurga.
- Hubungi Dukcapil jika ada ketidaksesuaian.
- Minta operator madrasah melakukan Verval Arsip di Simpatika.
- Upload scan KTP terbaru.
- Tunggu sinkronisasi data (±1×24 jam).
FAQ BSU Kemenag 2026
Berapa nominal BSU Kemenag?
- Biasanya Rp600.000/bulan, dicairkan sekaligus (rapel) atau sesuai anggaran 2026, total ±Rp1.800.000 (belum dipotong pajak).
Apakah guru bersertifikasi bisa menerima BSU?
- Guru yang menerima TPG umumnya tidak diprioritaskan, namun kebijakan bisa berubah.
Apakah BSU Kemenag kena pajak?
- Ya, dikenakan PPh 5% dengan NPWP dan 6% tanpa NPWP.
Kesimpulan
Penyaluran BSU Kemenag Cair 2026 menekankan pentingnya data digital yang valid di Simpatika dan SIAGA Pendis.
Guru honorer wajib memastikan status data terkini agar pencairan berjalan lancar. Integrasi data ini juga menjadi dasar bagi program kesejahteraan dan pengembangan kompetensi guru di masa mendatang.




