Kabar mengenai kelanjutan Bantuan Subsidi Upah (BSU) Guru PAUD 2026 menjadi perhatian besar para pendidik, khususnya guru non-ASN. Pasalnya, bantuan ini dinilai sangat membantu menunjang kesejahteraan guru, terutama yang belum memiliki sertifikasi profesi.
Memasuki tahun 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan guru di seluruh Indonesia. Program bantuan dan tunjangan guru tidak hanya dilanjutkan, tetapi juga mengalami penyesuaian nominal demi mendorong profesionalisme dan kualitas pendidikan nasional.
Komitmen Kemendikdasmen untuk Guru di Tahun 2026
Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (Dirjen GTKPG) Nunuk Suryani menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya meningkatkan kesejahteraan guru sebagai garda terdepan pembangunan sumber daya manusia.
Kemendikdasmen terus berkomitmen untuk terus meningkatkan kesejahteraan guru sebagai garda terdepan pendidik dan pembangun sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045,“ungkap Direktur Jenderal Guru, Tenaga Pendidikan, dan Pendidikan Guru (Dirjen GTKPG), Nunuk Suryani, dilansir dari laman Puslapdik, Minggu (25/1/2026)
Kemendikdasmen menilai guru memiliki peran strategis dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045, sehingga dukungan berupa tunjangan dan bantuan finansial menjadi bagian penting dari kebijakan pendidikan nasional.
Daftar Tunjangan Guru yang Disalurkan Tahun 2025
Sebagai gambaran, pada tahun 2025 lalu Kemendikdasmen telah menyalurkan berbagai bentuk tunjangan kepada jutaan guru di Indonesia, antara lain:
- Tunjangan Profesi Guru (TPG) kepada lebih dari 1,4 juta guru
- Tunjangan Khusus Guru (TKG) kepada lebih dari 57 ribu guru
- Tambahan Penghasilan Guru kepada lebih dari 191 ribu guru
Program ini mencakup guru ASN maupun non-ASN sebagai bagian dari pemerataan kesejahteraan tenaga pendidik.
Bantuan Khusus Guru Non-ASN dan Guru PAUD
Khusus untuk guru non-ASN, termasuk guru PAUD nonformal, pemerintah juga menyalurkan sejumlah bantuan penting pada tahun 2025, yaitu:
- Tunjangan Profesi Guru (TPG) untuk lebih dari 400 ribu guru non-ASN
- Tunjangan Khusus Guru (TKG) untuk lebih dari 43 ribu guru
- Bantuan Insentif bagi lebih dari 365 ribu guru
- Bantuan Subsidi Upah (BSU) untuk lebih dari 253 ribu guru PAUD nonformal yang belum bersertifikasi
Data ini menunjukkan bahwa BSU Guru PAUD memang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.
BSU Guru PAUD 2026: Diperpanjang atau Tidak?
Hingga kini, belum ada pengumuman resmi terkait perpanjangan BSU Guru PAUD 2026. Namun, melihat pola kebijakan sebelumnya dan fokus pemerintah terhadap guru non-ASN, peluang keberlanjutan program ini masih terbuka.
Kemendikdasmen sendiri menegaskan bahwa seluruh kebijakan bantuan guru akan disesuaikan dengan kondisi anggaran dan prioritas nasional, termasuk peningkatan kualitas pembelajaran.
Bantuan Insentif Guru 2026 Naik Jadi Rp400 Ribu
Kabar baik datang untuk guru penerima insentif. Seperti dikutip dari pernyataan resmi Dirjen GTKPG, nominal Bantuan Insentif Guru tahun 2026 resmi dinaikkan dari Rp300.000 menjadi Rp400.000 per orang per bulan.
Target penerima bantuan ini mencapai 798.905 guru di seluruh Indonesia. Kenaikan ini diharapkan dapat:
- Meningkatkan profesionalisme guru
- Mendorong mutu pembelajaran
- Menjadi motivasi menciptakan lingkungan belajar yang lebih berkualitas
Meski kepastian BSU Guru PAUD 2026 masih menunggu pengumuman resmi, pemerintah telah menunjukkan komitmen kuat terhadap kesejahteraan guru melalui berbagai tunjangan dan bantuan. Kenaikan insentif guru menjadi Rp400 ribu per bulan menjadi sinyal positif bahwa perhatian negara terhadap tenaga pendidik terus berlanjut. Guru diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari Kemendikdasmen agar tidak ketinggalan update terkait BSU dan tunjangan guru 2026.
Sumber: https://www.kompas.com/edu/read/2026/01/25/160909871/7-tunjangan-dan-bantuan-guru-terus-dilanjutkan-di-tahun-2026




