Isu pencairan Bantuan Subsidi Upah (BSU) Kemenag 2025 kembali ramai dibicarakan di kalangan guru non-ASN. Banyak pendidik madrasah dan satuan pendidikan keagamaan ingin memastikan apakah mereka termasuk penerima, berapa nominal bantuannya, dan bagaimana alur pencairannya.
Melalui skema BSU ini, Kementerian Agama tidak hanya menyalurkan bantuan tunai, tetapi juga menata ulang sistem kesejahteraan guru non-ASN agar lebih berkelanjutan dan terdata dengan baik.
Mengapa BSU Kemenag Difokuskan untuk Guru Non-ASN?
Guru non-ASN masih menjadi tulang punggung pendidikan keagamaan di Indonesia. Namun, dalam praktiknya, banyak dari mereka belum memiliki jaminan penghasilan tetap dan sertifikasi pendidik.
Karena itu, BSU Kemenag diarahkan untuk:
- Membantu menjaga daya beli guru non-ASN
- Mengisi celah kesejahteraan bagi guru belum tersertifikasi
- Menjadi penguatan sementara sambil menunggu proses PPG
- Mendukung stabilitas pembelajaran di madrasah
BSU diposisikan sebagai bagian dari kebijakan jangka menengah, bukan sekadar bantuan sesaat.
Skema Anggaran dan Dukungan Tambahan dari Kemenag
Pada 2025, Kemenag menyiapkan beberapa pos anggaran yang saling terintegrasi untuk mendukung guru non-ASN.
Dukungan tersebut meliputi:
- Anggaran BSU ratusan miliar rupiah untuk guru non-sertifikasi
- Tambahan dana kesejahteraan guru madrasah
- Penguatan komunitas guru melalui KKG dan MGMP PAI
- Perluasan kuota Pendidikan Profesi Guru (PPG) secara signifikan
Kombinasi kebijakan ini diharapkan menciptakan kepastian karier dan peningkatan kualitas pendidikan keagamaan.
Nominal BSU Kemenag 2025 dan Pola Penyaluran
BSU Kemenag diberikan dengan nominal tetap dan mekanisme penyaluran yang sudah ditentukan sejak awal.
Rincian bantuan:
- Besaran bantuan: Rp600.000
- Periode pembayaran: dua bulan sekali
- Metode pencairan: transfer melalui bank penyalur resmi
Dana disalurkan langsung ke rekening guru penerima setelah seluruh tahapan administrasi dinyatakan lengkap.
Kriteria Guru yang Berhak Menerima BSU
Tidak semua guru madrasah otomatis memperoleh BSU. Program ini berbasis data dan kepatuhan administrasi.
Kamu berpeluang menerima BSU jika:
- Berstatus guru non-ASN di bawah Kemenag
- Belum memiliki sertifikat pendidik
- Aktif mengajar dan tercatat di Simpatika
- Terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan
Kepesertaan BPJS bisa dipenuhi melalui:
- Pendaftaran mandiri oleh guru, atau
- Difasilitasi oleh yayasan/lembaga pendidikan
- Peran Simpatika dalam Penentuan dan Pencairan BSU
- Simpatika menjadi pusat kendali seluruh proses BSU, mulai dari verifikasi hingga penerbitan dokumen pencairan.
Melalui akun Simpatika, guru dapat:
- Mengetahui status sebagai penerima BSU
- Mengunduh surat keterangan penerima
- Mencetak SPTJM dan surat kuasa rekening
- Memantau tahapan pencairan
Notifikasi di Simpatika menjadi tanda utama bahwa kamu sudah masuk daftar penerima.
Tahapan Administrasi Sebelum Dana Dicairkan
Sebelum dana ditransfer, ada beberapa dokumen penting yang wajib kamu siapkan dari Simpatika.
Dokumen tersebut meliputi:
- Surat Keterangan Penerima BSU
- SPTJM yang ditandatangani di atas materai
- Surat kuasa terkait rekening bank
Kelengkapan dokumen ini menentukan cepat atau lambatnya proses pencairan.
Proses di Bank Penyalur: Apa yang Akan Terjadi?
Setelah administrasi beres, guru diminta datang ke bank penyalur yang telah ditunjuk, seperti BRI atau BRI Syariah.
Di tahap ini:
- Data akan diverifikasi ulang oleh petugas bank
- Rekening lama akan digunakan atau
- Rekening baru dibuka bagi guru yang belum memilikinya
Setelah rekening aktif, dana BSU akan masuk sesuai jadwal yang ditentukan.
Dampak Nyata BSU bagi Guru Madrasah
Meski nominalnya terbatas, BSU memberikan efek langsung bagi kehidupan guru non-ASN.
Beberapa dampak yang dirasakan:
- Membantu kebutuhan rumah tangga jangka pendek
- Memberi rasa dihargai secara institusional
- Meningkatkan semangat mengajar
- Menjadi jembatan menuju program kesejahteraan lanjutan
Pastikan Data Aktif agar Tidak Terlewat BSU
BSU Kemenag 2025 hanya dapat diterima oleh guru non-ASN yang tertib administrasi dan terdata dengan benar. Karena itu, penting bagi kamu untuk rutin memeriksa akun Simpatika, memastikan status BPJS aktif, dan menyiapkan dokumen tepat waktu.
Dengan mengikuti alur yang sudah ditetapkan, peluang menerima BSU akan jauh lebih besar tanpa kendala berarti.




