Penyaluran bantuan sosial nasional memasuki fase percepatan pada pertengahan Februari 2026. Menjelang akhir pekan, sejumlah bank penyalur yang tergabung dalam Himbara dilaporkan mulai menyalurkan dana bantuan ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) milik Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di berbagai daerah.
Laporan dari masyarakat menunjukkan transaksi pencairan sudah berhasil dilakukan, baik untuk pemegang KKS lama maupun kartu baru hasil pembaruan data penerima bansos.
Pencairan PKH dan BPNT Tahap 1 Mulai Merata
Berdasarkan laporan penerima di berbagai wilayah, penyaluran bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap pertama 2026 sudah berlangsung aktif melalui beberapa bank penyalur.
Di Bank BRI, bantuan BPNT untuk pemegang KKS lama tercatat cair secara luas di wilayah Jawa Timur. Sementara itu, bantuan PKH juga dilaporkan telah masuk ke rekening KPM di wilayah Gunung Sitoli.
Untuk Bank BNI, saldo BPNT sebesar Rp600.000 dilaporkan telah diterima penerima di Medan dan Banten. Bahkan sebagian KPM berpeluang menerima dana hingga Rp1,2 juta karena akumulasi bantuan tahap sebelumnya yang belum sempat dicairkan pada 2025.
Jika status pada sistem SIKS-NG sudah menunjukkan keterangan Standing Instruction (SI), maka bantuan tahun sebelumnya dan tahun berjalan dapat masuk bersamaan dalam satu periode pencairan.
Pemerintah Nonaktifkan 2,4 Juta Penerima Desil 5
Di tengah percepatan penyaluran bansos, pemerintah juga melakukan penyesuaian besar terhadap data penerima. Sekitar 2,4 juta keluarga yang masuk kategori Desil 5 resmi dikeluarkan dari daftar penerima bantuan tahun 2026.
Mulai tahun ini, kelompok Desil 5 tidak lagi menjadi sasaran program BPNT. Kebijakan ini dilakukan agar bantuan lebih tepat sasaran kepada masyarakat pada Desil 1 hingga 4 yang memiliki tingkat kesejahteraan lebih rendah.
KPM yang belum menerima bantuan disarankan mengecek kembali status kesejahteraan di kelurahan atau dinas sosial setempat untuk memastikan posisi desil dalam basis data nasional.
Aktivasi Rekening PIP Diperpanjang hingga 28 Februari
Selain bansos reguler, pemerintah juga mengumumkan kabar penting bagi penerima bantuan pendidikan. Batas aktivasi rekening Program Indonesia Pintar (PIP) diperpanjang hingga 28 Februari 2026.
Data bank penyalur menunjukkan masih sekitar 2,5 juta siswa belum mengaktifkan rekening sehingga berisiko tidak menerima bantuan. Rinciannya meliputi:
- SD: 1.125.032 siswa
- SMA: 584.001 siswa
- SMK: 482.826 siswa
- SMP: 317.883 siswa
Orang tua dan siswa penerima PIP diminta segera melakukan aktivasi agar dana bantuan pendidikan dapat dicairkan sesuai jadwal.
Kesimpulan
Percepatan pencairan bansos pada Februari 2026 menunjukkan penyaluran bantuan PKH dan BPNT semakin luas di berbagai wilayah. Namun, pemerintah juga melakukan pemutakhiran data dengan menonaktifkan penerima pada kategori Desil 5 agar bantuan lebih tepat sasaran.
Di sisi lain, perpanjangan aktivasi rekening PIP menjadi peluang bagi jutaan siswa untuk tetap memperoleh bantuan pendidikan. Masyarakat diimbau rutin memeriksa status bansos dan memastikan data kependudukan tetap valid agar tidak kehilangan hak bantuan sosial.
Sumber
https://lombokpost.jawapos.com/nasional/1507195872/update-bansos-hari-ini-14-februari-2026-pkh-bpnt-cair-masif-di-berbagai-daerah-ada-kpm-dapat-rp-12-juta?page=2




