Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) menjadi salah satu bantuan sosial (bansos) yang dinanti oleh jutaan keluarga penerima manfaat (KPM) di Indonesia.
Bantuan ini diberikan untuk membantu keluarga kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan pangan pokok setiap bulan.
Menjelang tahun 2026, banyak masyarakat bertanya-tanya: Apakah BPNT 2026 akan cair sekaligus atau tetap dicairkan bertahap?
Apa Itu BPNT?
BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) adalah program bantuan pemerintah yang memberikan saldo elektronik melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) kepada keluarga yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Saldo ini digunakan untuk membeli bahan pangan pokok seperti beras, telur, minyak goreng, dan lain-lain di e-warong atau agen penyalur resmi pemerintah.
Setiap KPM BPNT berhak menerima bantuan sebesar Rp200.000 per bulan, yang biasanya disalurkan secara rapel dua hingga tiga bulan sekaligus, tergantung kebijakan dan kesiapan anggaran di wilayah masing-masing.
Benarkah BPNT 2026 Cair Sekaligus?
Kabarnya BPNT 2026 diperkirakan akan cair sekaligus dalam jumlah beberapa bulan sekaligus, misalnya disatukan untuk periode 3 bulan atau lebih. Hal ini tentu akan sangat dinanti oleh para KPM karena berarti dana bantuan bisa diterima lebih besar sekaligus.
Namun, menurut perkiraan jadwal penyaluran dari berbagai sumber informasi bansos, BPNT tidak sepenuhnya dicairkan sekaligus penuh untuk setahun, tetapi cenderung masih mengikuti pola pencairan bertahap per periode tertentu:
- Triwulan 1 (Jan–Mar)
- Triwulan 2 (Apr–Jun)
- Triwulan 3 (Jul–Sep)
- Triwulan 4 (Okt–Des)
metode secara teknis ini memungkinkan dana digunakan lebih merata oleh pemerintah dan menyesuaikan anggaran setiap periode.
Dalam praktiknya, pencairan BPNT sering dilakukan secara dirapel dua atau tiga bulan sekaligus di setiap periodenya, sehingga masyarakat menerima beberapa bulan bantuan dalam satu pencairan saja. Ini yang mungkin dimaksud dengan istilah “cair sekaligus”, tetapi bukan berarti seluruh bantuan tahun 2026 diberikan sekaligus di satu waktu.
Bagaimana Pola Pencairan BPNT 2026?
Berdasarkan pola tahun-tahun sebelumnya dan prediksi penyaluran bansos, jadwal pencairan BPNT 2026 kemungkinan mengikuti fase berikut:
- Tahap 1: Januari – Maret 2026
- Tahap 2: April – Juni 2026
- Tahap 3: Juli – September 2026
- Tahap 4: Oktober – Desember 2026
Setiap tahap bisa saja dirapel beberapa bulan sekaligus sesuai kebijakan pelaksanaan dan kesiapan data penerima di tiap daerah.
Hal ini berarti meskipun bantuan tidak langsung dibayarkan setahun penuh sekaligus, menerima beberapa bulan BPNT dalam satu pencairan tetap mungkin terjadi, khususnya pada tahap awal atau triwulan, tergantung kebijakan teknis penyaluran di masing-masing wilayah.
Kesimpulan
- BPNT 2026 tidak akan dicairkan sekaligus untuk setahun penuh dalam satu tahap.
- Namun, pemerintah kemungkinan tetap menggunakan mekanisme rapel beberapa bulan sekaligus per periode pencairan.
- Jadwal pencairan BPNT 2026 masih mengikuti pola bertahap per triwulan dengan kemungkinan rapel dana beberapa periode sekaligus.




