Menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan merupakan kewajiban bagi umat muslim, namun Islam memberikan keringanan bagi individu dengan kondisi kesehatan tertentu, termasuk ibu hamil. Pertanyaan mengenai keamanan berpuasa saat mengandung sering kali muncul, dan jawabannya sangat bergantung pada kondisi kesehatan ibu serta perkembangan janin. Secara medis, ibu hamil diperbolehkan berpuasa asalkan kondisi fisik keduanya dinyatakan sehat dan stabil oleh dokter spesialis kandungan.
Alasan Ibu Hami Tidak Dianjurkan Berpuasa
Hal terpenting yang harus dilakukan sebelum memutuskan untuk berpuasa adalah melakukan konsultasi medis.
Berikut beberapa alasan ibu hamil tidak dianjurkan berpuasa :
- Kekurangan Asupan Nutrisi
Dokter akan mengevaluasi apakah ibu hamil memiliki komplikasi seperti diabetes gestasional, anemia, atau gangguan plasenta yang bisa berisiko jika asupan nutrisi terhenti selama belasan jam yang berdampak buruk bagi pertumbuhan janin. - Dehidrasi
Ibu hamil wajib memenuhi kebutuhan cairan minimal 2–2,5 liter per hari, jika ibu hamil berpuasa maka cairan dalam tubuh akan berkurang sehingga menyebabkan dehidrasi yang dapat memicu kontraksi dini. - Kelelahan dan Penurunan Energi
Jika berpuasa, ibu hamil akan kekurangan makanan dan cairan yang menyebabkan tubuh menjadi lemas dan kurang bertenag yang dapat meningkatkan risiko stres yang mana itu tidak baik bagi kesehatan ibu dan janin. - Gangguan Keseimbangan Gula Darah
Pada ibu hamil, gangguan keseimbangan gula darah bisa berisiko memperburuk diabetes gestasional atau menyebabkan hipoglikemia (kadar gula darah rendah) yang berbahaya bagi ibu dan janin. - Risiko Komplikasi Kehamilan
Pada kehamilan dengan memiliki riwayat komplikasi tertentu, seperti tekanan darah tinggi atau preeklamsia, berpuasa bisa memperburuk kondisi tersebut.
Trimester Kehamilan yang Aman Menjalankan Berpuasa
Ibu hamil akan mengalam tiga trimester, yaitu trimester pertama, kedua dan ketiga
- Trimester Pertama
Usia janin masih pada tahap 0 hingga 12 minggu dan merupakan proses pembentukan bagian organ tubuh dan juga otak, sehingga tidak disarankan untuk menjalankan ibadah puasa. - Trimester Kedua
Usia janin sudah memasuki 13 hingga 24 minggu dan umumnya ibu hamil mengalami morning sickness atau mual dan muntah dan membutuhkan nutrisi dan gizi.
Pada trimester kedua, ibu hamil harus berkonsultasi kedokter kandungan jika ingin berpuasa. - Trimester Ketiga
Pada masa ini, bayi sudah siap untuk dilahirkan dan tetap membutuhkan asupan nutrisi dan gizi.
Ibu hamil di trimester ketiga boleh berpuasa asal kondisi kehamilan dan tubuh ibu dalam kondisi sehat.
Kesimpulan
Berpuasa bagi ibu hamil adalah pilihan yang membutuhkan persiapan matang.
Dengan pemantauan medis yang tepat, pengaturan nutrisi yang seimbang, dan kepekaan terhadap kondisi fisik sendiri, ibu hamil dapat menjalankan ibadah dengan aman.
Namun, jika tubuh menunjukkan tanda tidak mampu, membatalkan puasa bukan hanya diperbolehkan, tetapi menjadi langkah medis yang bijak demi menjamin tumbuh kembang janin yang optimal dan kesehatan ibu yang terjaga.
Sumber
https://www.halodoc.com/artikel/apakah-ibu-hamil-boleh-berpuasa-perhatikan-hal-ini




