Besaran THR ASN 2026 menjadi kata kunci yang paling banyak dicari menjelang Idul Fitri. ASN, baik PNS maupun PPPK, ingin memastikan berapa THR yang diterima, apa saja komponennya, dan apakah dibayarkan penuh seperti tahun-tahun sebelumnya. Artikel ini menyajikan ulasan paling lengkap dan terstruktur tentang besaran THR ASN 2026, mulai dari komponen, dasar hukum gaji, hingga faktor yang membuat nominal THR tiap pegawai bisa berbeda.
Apa Itu THR ASN dan Mengapa Nominalnya Berbeda?
Tunjangan Hari Raya (THR) ASN adalah hak tahunan aparatur negara yang dibayarkan menjelang Idul Fitri. Kebijakan ini ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia untuk menjaga daya beli ASN sekaligus membantu kebutuhan hari raya.
Yang perlu kamu pahami sejak awal, besaran THR ASN tidak bersifat flat. Nominalnya sangat bergantung pada status kepegawaian, golongan, masa kerja, jabatan, serta tunjangan yang melekat pada masing-masing ASN.
Komponen Besaran THR ASN 2026
Mengutip ceposonline.com, untuk memahami besaran THR ASN 2026, kamu perlu tahu unsur apa saja yang biasanya masuk dalam perhitungan. Mengacu pada kebijakan dua tahun terakhir, THR ASN umumnya terdiri dari beberapa komponen berikut.
THR ASN biasanya meliputi:
- Gaji pokok
- Tunjangan keluarga
- Tunjangan pangan
- Tunjangan jabatan atau tunjangan umum
- Tunjangan kinerja (tukin)
Pada 2024 dan 2025, pemerintah membayarkan THR 100 persen, termasuk tunjangan kinerja penuh. Untuk 2026, komposisi final masih menunggu regulasi resmi, namun pola kebijakan sebelumnya menjadi acuan kuat.
Skema THR untuk Guru, Dosen, dan CPNS
Tidak semua ASN menerima tunjangan kinerja. Karena itu, skema THR pun dibuat berbeda agar tetap adil.
Bagi guru dan dosen yang tidak memperoleh tukin, pemerintah memberikan tunjangan profesi sebesar satu kali gaji sebagai pengganti.
Sementara itu, CPNS menerima 80 persen gaji pokok sebagai THR, sesuai ketentuan yang telah berlaku selama ini.
Dasar Perhitungan Gaji Pokok PNS
Besaran THR ASN 2026 sangat erat kaitannya dengan gaji pokok. Gaji PNS diatur melalui Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2024, yang menetapkan besaran gaji berdasarkan:
- Golongan
- Masa Kerja Golongan (MKG)
Semakin tinggi golongan dan masa kerja, semakin besar pula potensi THR yang diterima.
Rincian Gaji Pokok PNS Berdasarkan Golongan
Berikut kisaran gaji pokok PNS yang menjadi acuan utama perhitungan besaran THR ASN.
Golongan I
- IA: Rp1.685.700 – Rp2.522.600
- IB: Rp1.840.800 – Rp2.670.000
- IC: Rp1.918.700 – Rp2.783.700
- ID: Rp1.999.900 – Rp2.901.400
Golongan II
- IIA: Rp2.184.000 – Rp3.643.400
- IIB: Rp2.385.000 – Rp3.797.500
- IIC: Rp2.485.900 – Rp3.958.200
- IID: Rp2.591.100 – Rp4.125.600
Golongan III
- IIIA: Rp2.785.700 – Rp4.575.200
- IIIB: Rp2.903.600 – Rp4.768.800
- IIIC: Rp3.026.400 – Rp4.970.500
- IIID: Rp3.154.400 – Rp5.180.700
Golongan IV
- IVA: Rp3.287.800 – Rp5.399.900
- IVB: Rp3.426.900 – Rp5.628.300
- IVC: Rp3.571.900 – Rp5.866.400
- IVD: Rp3.723.000 – Rp6.114.500
- IVE: Rp3.880.400 – Rp6.373.200
Angka tersebut belum termasuk tunjangan lain, sehingga total besaran THR ASN 2026 bisa jauh lebih besar dari gaji pokok.
Faktor Penentu Besaran THR ASN 2026
Mengapa THR antar ASN bisa berbeda cukup signifikan? Ini faktor penentunya:
- Golongan dan masa kerja
- Jabatan struktural atau fungsional
- Besaran tunjangan kinerja
- Status PNS, PPPK, atau CPNS
- Kebijakan fiskal pemerintah tahun berjalan
Karena faktor inilah, dua ASN dengan gaji pokok mirip bisa menerima THR yang berbeda.
Penutup
Besaran THR ASN 2026 masih menunggu aturan resmi, namun jika melihat tren sebelumnya, peluang pembayaran THR secara penuh tetap terbuka. ASN disarankan memahami komponen THR sejak dini agar bisa memperkirakan nominal yang diterima.
Dengan memahami struktur gaji dan tunjangan, kamu tidak hanya menunggu pengumuman, tetapi juga siap secara finansial menyambut Idul Fitri.
Sumber: https://www.ceposonline.com/nasional/1997208555/ini-komponen-dan-besaran-thr-asn-2026-lengkap-untuk-pns-dan-pppk?page=1




