Pakar pulmonologi dan kesehatan masyarakat dari Universitas YARSI, Tjandra Yoga Aditama, membagikan sejumlah tips menjaga kesehatan saat merayakan Hari Lebaran 2026 bersama keluarga. Ia menyampaikan ada lima anjuran yang perlu diperhatikan selama momen tersebut.
Direktur Pascasarjana Universitas YARSI itu menjelaskan, salah satu hal penting adalah menghindari makan berlebihan saat Lebaran 2026. Ia menegaskan agar momen hari raya tidak dijadikan ajang “balas dendam” setelah menjalani puasa selama sebulan.
“Jangan “mentang-mentang” sudah sebulan berpuasa dan “mumpung” banyak makanan maka kemudian kita jadi “balas dendam” dan makan berlebihan,” ujar Tjandra dalam keterangannya, Jumat (20/3/2026).
Ia menambahkan, bagi penderita diabetes, pengaturan pola makan saat Lebaran harus lebih diperhatikan.
“Mereka yang dengan hipertensi maka mengkonsumsi makanan asin terlalu banyak ketika lebaran juga mungkin akan mempengaruhi kesehatannya.
Selain itu, makan terlalu banyak juga dapat mengganggu sistem pencernaan kita, perut kembung, indigestion dan juga masalah reflux gastroesofageal,” ucapnya.
Selain itu, Tjandra mengingatkan agar tidak berlebihan dalam mengonsumsi Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK).
“Demikian juga jangan terlalu banyak kue-kue manis dan atau minuman manis lainnya. Sesekali minum manis tentu saja dapat ditolerir, tetapi minum air putih juga amat dianjurkan tentunya,” ungkap Tjandra.
Ia juga kembali menekankan pentingnya menjadikan Ramadan sebagai titik awal untuk berhenti merokok.
“Ketiga sudah sejak lama saya selalu menganjurkan agar bulan Ramadan dijadikan momentum berhenti merokok,” kata Tjandra.
Menurutnya, kebiasaan menahan diri selama Ramadan seharusnya bisa dimanfaatkan untuk benar-benar menghentikan kebiasaan merokok.
Ia juga mengingatkan bagi penderita penyakit kronis yang harus rutin mengonsumsi obat agar tetap disiplin mengikuti aturan minum obat, bahkan mungkin perlu penyesuaian dosis jika pola makan berubah.
“Keempat, untuk yang punya penyakit kronik dan harus konsumsi obat rutin maka jangan lupa obatnya dimakan sesuai aturan. Bahkan bukan tidak mungkin obat-obat tertentu mungkin perlu penyesuaian dosis karena konsumsi makanan yang tidak terkontrol baik,” sebut dia.
Lebih lanjut, Tjandra menyarankan agar masyarakat cukup beristirahat setelah menempuh perjalanan mudik yang melelahkan.
“Ada baiknya istirahat agar badan pulih dan setelah itu silahkan beraktivitas,” ucap dia.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga waktu istirahat, termasuk saat berkunjung ke tempat wisata maupun berkumpul dengan kerabat.
“Kemudian, waktu istirahat dan tidur juga harus tetap terjaga baik. Misalnya jangan jadi begadang berkepanjangan karena sudah lama tidak ketemu teman dan kerabat di kampung halaman,” tandasnya.
Kesimpulan
Semoga informasi ini bermanfaat dan dapat membantu Anda menjalani Lebaran 2026 dengan lebih sehat dan nyaman.
Sumber Referensi
- https://industri.kontan.co.id/news/pakar-kesehatan-masyarakat-ungkap-tips-kesehatan-saat-lebaran-2026


Komentar